Pancen Angel nglakoni sing apik terus2an.

Kebiasaan baik yang selalu saya coba kerjakan itu seringnya mentok dalam waktu 1 bulan. Entah karena sesuatu yang lain tapi tiba2 merasa kendor saja mengerjakannya.

Kalau wis begitu saya seperti menyerah dan meninggalkannya begitu saja. Padahal tidak boleh seperti itu, karena Rasulullah Muhammad sendiri telah memberikan Contoh Terbaik nya bahwa Amalan yang Rutin itu jauh lebih baik.

Hal itu diklarifikasi sendiri Oleh Istri Rasullah sendiri ‘Aisyiyah, ’Alqomah pernah bertanya pada Ummul Mukminin ’Aisyiyah mengenai amalan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

Saat itu ‘Alqomah bertanya kepada ‘Aisyiyah

“Apakah beliau mengkhususkan hari-hari tertentu untuk beramal?”

Kemudian dijawab oleh Ummul Mukminin ’Aisyiyah menjawab,

لاَ. كَانَ عَمَلُهُ دِيمَةً
Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinu (ajeg).

Tapi sebagai manusia yang penuh dengan ERROR dan kemalasan itu, menjaga RUTINITAS KEBAIKAN tidaklah mudah dilakukan, tapi juga tidak mustahil bisa kita kerjakan.

Walaupun saya sendiri belum 100% bisa, tapi selalu mencoba menjaga RUTINITAS KEBAIKAN.

Setidaknya kalau kita mencoba 10 RUTINITAS KEBAIKAN, kita bisa rutin 50% nya sudah sangat bagus.

Misalnya Rutin Jamaah Sholat Fardu di Masjid, Rutin Sodaqoh, Rutin Zakat dan lain sebagainya. Sing penting LATIHAN dan SELALU LATIHAN.

Ketika kita sudah mulai rutin dan tiba2 kita tak sengaja memutus rutinitas itu, nanti hati biasanya timbul penyelasan. Nah kalau sudah muncul penyesalan itu, bisa dibilang RUTINITAS KEBAIKAN yang dikerjakan sudah mulai tertanam. Tinggal kita RESTART dan biasanya RUTINITAS KEBAIKAN bisa kita lakukan kembali.

Yang Tak kalah menarik adalah, Tanda Amalan kita diterima salah satunya adalah apabila amalan tersebut membawa kita kepada ketaatan selanjutnya. Seperti yang para Ulama sampaikan

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Kembali kepada perlunya RUTINITAS tadi, Rasulullah Muhamamd sendiri telah bersabda seperti riwayat dari ‘Aisyiyah berikut ini.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”

Ummul Mukminin ’Aisyah sendiri mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang rutin (kontinu), walaupun sedikit.”

Jadi marilah kita mulai menjaga dan membuat RUTINITAS KEBAIKAN2 yang banyak dan memberikan manfaat kepada yang lainnya.

4 thoughts on “Mengawal Rutinitas Kebaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *