Home / Somehow / Merawat Pasien Demam Dengue (Demam Berdarah)

Merawat Pasien Demam Dengue (Demam Berdarah)

Rutin Memantau Suhu Pasien DB

Setelah 2 kali merawat dan memantau Pasien Demam Dengue atau lebih dikenal Demam Berdarah di Indonesia saya sebagai Warga 62 Non Medis sedikit banyak tercerahkan. Khususnya mengenai merawat dan pasien DB/Demam Berdarah/Demam Dengue ini.

Pertama merawat Istri saya sendiri yang mana kami awalnya hanya menduga Demam Biasa. Tapi di hari keenam akhirnya kami menyerah dan membawa ke Dokter (saat itu kami belum Check Lab) dan Demam tidak kunjung turun. Bahkan Demam Dengue istri saya ini masuk Level Badan Panas sampai sekujur tubuh terasa ngetok dan pegel nggak karuan, akhirnya pada hari keenam kami lakukan Check Lab dan ternyata Istri positif DB dan itu sudah hari keenam. Saat itu Trombosit (salah satu parameter untuk memantau Demam Dengue) dimana angka Manusia Normal Trombosit 150.000 – 400.000 dimana saat itu kondisi istri sudah 56.000 dan sudah merasakan sakit yang luar biasa.

Lama Sakit Demam Dengue/Berdarah

Demam Dengue atau Demam Berdarah ini adalah Siklus 7 – 10 harian (Demam Dengue pada umumnya) dimana pada hari ke 5 -6 adalah titik terawan dari kondisi pasien.

Merawat Pasien Demam Dengue

Jauhari Emil dan Danan Jaya di PKU Jogja

Kemarin sewaktu Istri dirawat di PKU Jogja, bertemu Ponakan, Anak dari Adik Bontot Muhibuddin Danan Jaya, Dik Emil namanya yang terkenal suka dengan Ayam.

Kembali ke Demam Dengue istri saya tersebut, Saat itu begitu melihat hasil Lab Istri Trombosit tinggal 56rb langsung kontak Adik di Piyaman dr. Yudik Rofi Hariadi. Kami kemudian disarankan segera Rawat Inap. Saat itu saya langsung ke PKU Muhammadiyah Wonosari/Piyaman dan sayangnya sedang tidak ada kamar. Segera saya coba kontak teman di RSUD dan tidak nyambung.

Dirawat di PKU Jogja

Akhirnya saya segera Kontak Adik di PKU Kota Jogjakarta dan mendapatkan Kamar di Zam-Zam 8. Kemudian kami gerak cepat Cuuuuuzzz dari Ponjong Jam 14:00 sampai PKU Jogja 15:30 dan langsung masuk IGD dan ditangani Dokter disana, kemudian saya urus Administrasi sampai kemudian dalam waktu kurang dari 1 jam (karena istri sudah begitu banyak kekurangan cairan) sukses ditambah dengan cairan Infus hingga 2 kantong.

Setelah di Rawat Tiga Hari akhirnya Istri boleh Pulang

Alhamdulillah, Setelah Sabtu Sore harus Rawat Inap karena DB, Istri boleh pulang pada Senin Malam. Terima Kasih kepada Mbah Muslimah, Bulik Arin, Om Danan, dan Tiga Mumtaz.

Di hari keenam ini Kondisi Istri praktis Istirahat Super karena emang sedang lemah2nya. Pada waktu hari pertama panas sampai hari kelima Istri juga kurang asupan air dan juga makanan jadi itu membuat kondisi ketika dititk terendahnya merasakan sakit yang luar biasa.

Berkat penanganan dari PKU Jogja akhirnya setelah masuk di Sabtu Sore, Istri bisa pulang di Hari Kedelapan atau Senin Malam. Dalam perjalannya Trombosit Istri sempat menyentuh di angka 30rb an sebelum akhirnya boleh pulang dan terakhir kami check di Rumah sudah 200rban.

Demam Dengue Anak Mbarep

Selang seminggu atau kurang lebih lima hari kemudian tepatnya Jum’at Malam, Anak Mbarep merasakan Panas yang luar biasa juga. Kami sebenarnya sudah menduga kalau Anak Mbarep Demam Dengue tapi kami pastikan dulu di hari ketiga dengan Test Lab dengan NS1 dan ternyata Positif Demam Dengue (Demam Berdarah). Dalam test tersebut NS1 memang positif Demam Dengue tapi kondisi Trombosit masih bagus sekitar 190rb an. Tapi Anak masih Demam Tinggi, kami check di PUSKESMAS Ponjong 1 pada hari kedua dan hasilnya Trombosit semakin turun di angka 125rban. Dokter Kuncoro saat itu sudah memberikan saran untuk Rawat Inap tapi masih memperbolehkan kami rawat jalan.

Akhirnya Pada Rabu pagi kita check Lab lagi dan ternyata kondisi Anak Mbarep Trombosit semakin turun. Hasil Uji Lab diangka 55rb dan HMTnya juga tinggi diangka 48 dan mendapatkan Rujukan Wajib Rawat Inab, Anak Mbarep juga sudah tidak merasakan Panas tapi sekarang Justru Keringat Dingin dan Denyut semakin lemas. Kami bawa ke PKU Muhammadiyah Piyaman dan setelah perawatan kurang lebih 3 Jam. Kami mendapatkan rujukan untuk dirawat di PICU RSUD Wonosari, mengingat berbagai faktor salah satunya Kondisi2 lain yang semakin lemah.

Rutin Memantau Suhu Pasien DB

Rutin Memantau Suhu Pasien DB dengan Alat Pemeriksa Suhu yang akurat dan hasil yang cepat.

Akhirnya Anak mbarep masuk PICU sejak RABU sore dan mendapatkan pantauan intensif sampai dengan Jum’at Siang. Setelah berangsur membaik Anak Mbarep diperkenankan pindah ke Bangsal dan mendapatkan Kamar di Dahlia 2 Kamar Pertama. Proses Anak saya ini sangat terbantukan dengan Asupan Air yang Cukup dan Semangat Makan yang masih terjaga, akhirnya pada Sabut Malam Anak Mbarep diperkenankan pulang.

Merawat Pasien DB intinya Telaten

Merawat Pasien DB intinya Telaten, Untuk tetap menjaga Keceriaan kami memberikan waktu untuk bermain disela-sela waktunya harus Istirahat.

Ya kurang lebih demikian perjalanan merawat dua pasien Demam Dengue. Dan berikut ini beberapa tips untuk menjaga keluarga kita dari Demam Dengue yang sedang mewabah di Yogyakarta ini.

Tips Menjaga dan Merawat Pasien Demam Dengue

  1. Demam Dengue adalah siklus 10 harian dimana trend nya seperti pelana kuda dimana titik rawan di hari kelima – ketujuh
  2. Jaga Asupan Air dan Makanan, jangan sampai Pasien Dehidrasi karena ini sangat penting dan menjaga HMT pasien tetep bagus
  3. Ketika Pasien sudah positif Demam Dengue hal yang utama hindari Pasien untuk banyak bergerak, sebisa mungkin untuk selalu ISTIRAHAT TOTAL
  4. Demam Dengue adalah penyakit yang disebabkan Virus yang biasanya dibawa oleh Gigitan Nyamuk
  5. Usahakan Kebersihan Tempat kita terutama membuang potensi2 genangan air karena itu akan digunakan Media Nyamuk untuk berkembang biak.

Tetap Hidup Sehat, Makan Sehat, rajin Olah Raga

 

3 tanggapan pada “Merawat Pasien Demam Dengue (Demam Berdarah)”

  1. Wah saya ya sempet keser-keser kena DB je Mas.. Panas e pernah sampai40 derajat di termometer. Rasane sak awak koyo kesemutan kae lho… :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *