Ngonoo.com

Socializer


Subscribe to Full RSS Feed

RSS FeedIf you thing this article useful, please consider subscribing to our RSS Feed or e-mail updates and stay updated with us. You can also follow @jauhari on twitter for latest updates.


Seorang Suami, Seorang Abi dari Yashfa Jauhar, saat ini dengan rendah hati tinggal di Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Sekali kali menulis sesuatu yang terpikirkan diblog. Kami mencoba berbagi rasa dan juga ide agar Indonesia menjadi lebih bernama. Marilah majukan Indonesia melalui diri sendiri dan tak lupa kami juga ingin menyapa kalau saya Seorang Desainer Tema WordPress GRATIS!!

28 responses to “TextPattern vs WordPress”

  1. rd Limosin

    he he, ak prefer ke WP sih. Karena TxP blom terlalu memahami. Cuma ak pernah buat web perusahaan pake WP, lumayan :)

  2. JiE

    Haha.. saking fanatiknya, kadang CMS bisa jadi semacam Agama bagi webmaster tertentu. Tapi kalo bagi saya ya sesuai kebutuhan saja, Untuk blogging, WordPress sudah sangat mumpuni. Tapi untuk jenis website yg lebih besar, Joomla lebih cocok :)

  3. ayahshiva

    hm perbandingan yang menarik, bisa jadi rekomendasi buat saya neh, kebetulan saat ini aku juga lagi ada order

  4. kus

    melihat dari kaca mata yang lain.

    Kalau selama ini cuma bisa WP, dan taunya WP maka pada saat dikenalkan kepada mesin blog lain , pasti kebanyakan akan sinis. Padahal belum mencoba.

    Sama halnya dengan Linux, pengguna Windows yang diberi begitu banyak kemudahan pasti akan mengatakan Linux sulit, padahal belum mencoba.

    FYI , TxP justru sangat cocok dengan desainer , Seperti EE , TxP memiliki Template tags yang humanized, mudah dipelajari . Jauh lebih mudah daripada WP.

    Kalau soal umpan balik ( kalau bhs ndesonya trackback ) di TxP memang tidak menyertakan fungsi tersebut secara standar , karena 99% dari umpan balik adalah SPAM.

    Kupikir kamu perlu membaca Textpattern Solutions untuk lebih jelasnya.

  5. Dede Somantri

    Apalagi saya yang bukan desainer atau programmer, ya nunut aja, bisanya cuma pake wordpress buat Belajar NgeBlog :( (

  6. ario dipoyono

    :d bukannya lebih baik buat web sendiri kang… meskipun susah dan lama, tapi begitu selesai khan rasane legooo

  7. santoni

    he.. jangan mengadu domba, mengadu sapi saja….he.
    sangat bermanfaat bagi saya yang baru belajar diblog..

  8. Thomas Arie

    Kalau boleh nimbrung…

    Pertimbangan lain yang menurut saya juga cukup penting adalah “kemampuan pengguna”. Dalam hal ini siapa yang akan mengelola situsnya.
    Ya, memang akan ada ‘konflik’ tersendiri antara keinginan pembuat dengan pengguna nantinya.

    Selama ini, ada dua hal yang saya jadikan pertimbangan:

    Pertama, mau bikin seperti apa dengan fitur apa saja. Kira-kira nanti jika ada pengubahan (penambahan fitur, misalnya), akan sejauh mana.

    Kedua, CMS apa yang bisa melakukan hal tersebut. Ya, ini otomatis memang harus ada proses “mengenali” CMS tersebut. Apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak. Kalau tidak memiliki fiturnya, bagaimana ini bisa dicarikan solusinya.

    Demikian laporan saya, kembali ke tempat. Hormat grak! :D

  9. ferdhie

    ah dua2 nya sama. sama2 rajin menghajar database. txp malah lebih ganas, sekitar 20 query untuk setiap requestnya… kalau wp 15 query-an, untung wp punya cache. at least bisa ngurangin dikit laa. seandainya saja txp juga punya cache mechanism…..

    btw, ga coba MT mas? fitur static filenya bikin ngiler….

    1. kus

      Apakah kamu sudah membaca ini?

      TxP tidak memiliki fungsi cache, tapi ada beberapa plugins untuk itu diantaranya asy_jp-cache dan zem_cache , cukup bagus.

      1. ferdhie

        udah, dan udah dicoba dan hasilnya ga memuaskan. hehehehe. wp-cache juga sama, kadang blank2. sampe akhirnya harus ngehek sendiri.

        Anyway, lawan PHP, static HTML masih lebih beringas.

      2. Rosyidi

        Mas kus, udah kadarluasa tuh linknya. Aku buka tulisannya not found.

  10. huda

    Vote for WordPress!!! :D

  11. Nofie Iman

    Masih setia dengan WP, sejak dulu masih bernama b2/cafelog. Pernah pakai Greymatter, PMachine/EE, MT, TXP, tapi tetep balik lagi ke WP karena alasan praktis.

    Saya bukan programmer–cuma pengguna awam. :)

  12. zaM

    nggak coba drupal bang?

  13. Rosyidi

    Kalo menurutku WordPress tetep yang terbaik. Banyak plugin yg mendukung, jadi ngeblognya jadi semakin mudah dan nyaman :d
    Benernya pengen coba movable type, katanya dulu berbayar en sekarang udah gratis, tapi aku coba install offline pake appserv gak bisa2 :( (

  14. kuta beach bali

    wah,,,
    di sini to… tempatnya txp vs wp
    sementara ini masih sreg dengan wp, ya mungkin saya very NEWBI ato gi mana tau laa.. yg penting perlendiran tetap berjalan

    sorry menyalahi pembahasan disini,, :)

  15. Fikri Rasyid

    Waw, wacana yang menarik sekali :)

  16. hanif IM

    lagi belajar textpattern nih, ada solusi website mana yg ngasih tutorial cara make textpattern?

Leave a Reply