Bani Anas

Anas Ngabid dan Sarilah mempunyai 6 Anak yang semuanya Alhamdulillah laki laki, keluarga Anas Ngabid tinggal di Sumber Kidul, Ponjong, Ponjong, Gunungkidul. Hidup di daerah yang gemah ripah loh jinawi saya menyebutnya seperti itu.

Foto Bani Anas
Foto Bani Anas

Anas Ngabid adalah anak kedua dari Bani Syahidi. Sedangkan Sarilah adalah anak pertama dari Bani Parto Taruno yang beralamat di Padangan di daerah ponjong juga. Ke Enam bersaudara tersebut adalah Agus Taufiqurrahman, Fuad Ihsanudina Nugraha, Ahmad Muttaqin, Rahmad Budi Sulistia, Nurudin Jauhari dan Muhibuddin Danan Djaya. Boleh dibilang kami adalah keluarga yang mempunyai falsafah jawa “Banyak Anak Banyak Rejeki” Toh bagi kami rejeki itu bukan hanya uang dan harta benda. Rejeki bagi kami adalah persaudaraan yang tak terbantahkan.

Ayah kami Anas Ngabid sudah terlebih dahulu meninggalkan kami, ketika kami semua belum ada satupun yang menyelesaikan pendidikan. Ketika itu saya masih kelas 3 SMP dan menjelang EBTANAS. Sedangkan kakak2 kami ada yang baru mulai merintis kuliah dan ada yang sedang mengerjakan tugas akhir. Tapi bagi kami semua.. The Show Must Go On….

Sejak saat itu Ibunda Sarilah Anas lah yang menjadi kepala keluarga kami, hampir semua kebutuhan anak2 dia yang tangani dari penghasilan Guru PNS dan juga tunjangan pensiunan dari Ayah Kami. Selain itu Ibunda juga membuka toko kelontong yang saat ini kami yang kelola.

Berkat segala upaya dari kami semua dan juga doa dari ibunda Sarilah serta saudara2 kami, akhirnya kami semua lulus dari tempat sekolah dan mulai aktip diberbagai disiplin ilmu, Keluarga Bani Anas termasuk keluarga yang majemuk, karena kami tidak terlibat hanya dalam satu disiplin ilmu, Keluarga kami ada yang bergerak bidang kesehatan, pendidikan, perbankan, kehutanan, dan juga pengangguran setia (saya sendiri). Saat ini keenam saudara sudah berkeluarga. Kami semua tinggal di Yogyakarta Istimewa dan sekitanya. Berikut informasi kurang lebihnya

Yang jelas diselang kesibukan masing masing Pasukan Bani Anas. Kami hampir tiap 4 bulan sekali bertemu, entah itu di Yogyakarta maupun di Tabon. Saya bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini.

Update

Hal yang cukup menarik di Bani Anas ini adalah, perbedaan tiap keluarga dalam memanggil bapak dan ibu mereka. seperti Keluarga Agus Taufiqqurahman biasa dipanggil Abi dan Umi, Keluarga Fuad Ihsanudin Nugroho biasa dipanggil Ayah dan Ibu, Keluarga Ahmad Muttaqin biasa dipanggil Ayah dan Bunda, Keluarga Rahmad Budi Sulistia yang biasa dipanggil Papa dan Mama dan Keluarga saya sendiri, Yashfa Jauhar biasa memanggil Abah dan Mama… yaa itulah sebuah kemajemukan yang sejati….

0 thoughts on “Bani Anas
  1. Akan lebih asyik bila diulas juga bagaimana cucu-cucu mbah Anas n mbah Sarilah itu pada manggil orang tuanya. Ada yang Abi-Umi, Bapak-Ibu, Ayah-Bunda, Papa-Mama, dan Abah-Ibu. Hmm… pokoke gado-gado.

  2. Wah sepertinya keluarga sampean sungguh beruntung, Mas.
    Apalagi meski tinggal jauh tapi 4 bulan sekali mesti ketemuan.
    Saya malah sudah 3 tahun tidak pulang kerumah untuk bersua dengan keluarga.

    Btw,saya akhirnya menggunakan theme nippon bikinan sampean,Mas.
    Kalau boleh tau, cara ngedit ukuran font-nya gimana, Mas.Mkalum saya baru 3 hari menggunakan WP.

  3. alhamdulillah, senang sekali bisa sering bertemu satu sama lain ya pak. (heart_beat) (heart_beat) yogya memang kota yang adem ayem, sebagaimana kami beberapa tahun silam tinggal selama 4tahun lebih disana, banyak keluarga yang sering mendatangi kami. seluruh keluarga hampir semuanya memiliki rumah maya ya pak.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*