
Di dalam taman ini dengan kekasihku,
Tak pernah keluar dari kedekatannya,
Semoga terbuka tudung, wahai cendra mata,
Tutup pintu kami di sini terpencil saja.Hari ini kami menjadi,
Sahabat dekat asmara di antara rakyat!Hari ini kami menjadi,
Sahabat dekat asmara di antara rakyat!
Itulah penggalan lirik lagu Di Dalam Teman Kekasih dari Grup Musik Debu, Group Musik yang memainkan musik yang easy listening, seperti yang ditulis di Official Website “Gaya musik kami adalah unik dan bervariasi”. Dengan bahasa/lirik yang terdengar agak asing. Sebelum berfikiran yang tidak tidak, akan lebih baiknya membaca profil tentang musik debu disini
Bukannya mengada ada juga, Grup Musik Debu ini mempunyai personel yang tak tanggung tanggung, 24 orang!! Dan tidak hanya berasal dari satu negara, seperti yang ditulis diprofilnya disini. Tentunya itu bukan anggota yang sedikit, dan semua personel ini terlibat langsung dalam memainkan semua alat musik debu. Grup ini pertama kali saya dengar tahun 2003 dengan album Mabuk Cinta dan pada 2006 kembali merilis album barunya dengan title Nyawa dan Cinta, Album Mabuk Cinta sendiri menjagokan single pertama Cinta Saja yang liriknya pada awal-awal kita mendengar lagunya akan terdengar agak asing
Coba simak lirik lengkap lagu Cinta Saja berikut ini.
Cinta Saja
CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu, (2X)
Jadi segala sesuatu,
Yang kumelihat di situ.CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,Kayak sinar matahari,
Atas permukaan hati, (2X)
Cinta itu meliputi,
Hatiku sama sekali.CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu,Dalam hati tetap malam,
Kacau-balau tanpa salam, (2X)
Hati muram suram guram,
Gelap buta penuh waham.Terbit sinar surya terang,
Maka tudung waham hilang,
Tidak terlihat sekarang,
Selain cahaya merelang.CintaMu dalam hatiku,
Memenuhinya begitu, (6X)
Itulah musik Debu, musik yang diberikannya sungguh menambah khasanah lagu lagu rohani ditanah air, semoga karyanya semakin memberikan ketenangan jiwa bagi yang mendengar dan yang memainkannya.
Kalau boleh saya menyebutnya, inilah salah satu Debu yang dinanti di negeri ini. Ada yang sudah punya album barunya? Request dong ![]()
*Foto dari Official Website Debu, belum ada ijin dari yang punya
Update
Alhamdulillah sudah dapat Ijin dari Pihak debu sendiri yang diwakili saudara kita Mustafa (vokalis debu), terima kasih banyak, yang maha atas yang membalas segala kebaikan ini













#1
Irwan
October 9th, 2006 at 4:01 pmWeh.. 24 orang?
ngemeng2 ada apa ini kang? jadi romantiss…
#2
bebek
October 9th, 2006 at 7:46 pmitu bukan group musik yang dari malay itu kan… hiiii…. ga deh.. makasih kalo sama debu yang dari malay itu
#3
Jauhari
October 10th, 2006 at 7:20 am#1 Irwan
Boleh to, romantis dengan Sang Pencipta
#2 bebek
Kok dari Malay to? ini pemainnya dari berbagai negara, sebagian besar dari Mualaf di US sana, trus sama Ustadznya suruh Hijrah ke Indonesia, kata sang Ustadz dapat mimpi trus suruh ke Indonesia. Info dari Malay itu dapat dari mana? coba deh buka http://www.musikdebu.com/
#4
windede
October 10th, 2006 at 12:11 pmaku pernah garap konser DEBU di 4 kota di kalimantan. mereka orang-orang yang tawadhu, bahkan sufistik. lagu-lagunya asyik dan nggak matre untuk urusan tarif
#5
aribowo
October 10th, 2006 at 1:56 pmwew 24 orang, bisa masuk rekor dunia tuh Band dengan personil terbanyak
#6
amellie
October 10th, 2006 at 4:47 pmhmmm kayanya pernah denger…
anyway, thx udah mampir
#7
Leo
October 11th, 2006 at 1:36 amKoq Ramadhan kali ini Debu gak nampil di TV yahh?
#8
BARRY
October 11th, 2006 at 12:35 pmWah kalo jumlah crew nya sampai 24, susah juga bagi-bagi profit.
#9
Kang Kombor
October 11th, 2006 at 3:14 pmRamadlan ini kok kayaknya debu belum menghiasi televisi tanah air. Atau karena aku tidak pernah di depan televisi?
#10
Jauhari
October 12th, 2006 at 7:59 am#7 Leo #9 Kang Kombor
Setau saya pernah… Hari Sabtu tanggal 07 Okt 2006 kemaren sempat tampil di Metro TV, trus kapan hari juga di TPI.
Tapi saya sendiri belum lihat secara full juga, dalam artian mesti ketinggalan atau cuma lihat iklannya aja
#11
kus
October 12th, 2006 at 4:22 pmdebu kan bisa buat tayammum kang
#12
abe
October 13th, 2006 at 4:16 pmLiriknya abe dapetkan disini :
http://www.liriknasyid.com/ cari kata kunci “DEBU”
#13
boku_baka
October 14th, 2006 at 10:44 pmoohh ini grup musik islami yang personelnya orang luar negri itu kan? keren juga yah!
mudah2an gak banyak dibajak…
#14
Jauhari
October 16th, 2006 at 8:49 am#11 Kus
Leres untuk kondisi tertentu
#12 abe
Suwun tautannya
#13 boku_baka
Ndak JAMIN deh mas
#15
opie
October 16th, 2006 at 9:42 amOpie demen liat vokalisnya…ganteng
en lirik2nya menyegarkan hati trus cara mereka membawakan lagu, jadi bikin seneng ngeliat orang2 bule yg cinta banget sama islam, soalnya kebanyakan personilnya kan org amerika yg notebene agak anti islam…
#16
Crazy Guy
October 16th, 2006 at 11:28 amSilahkan di ambil disini, tapi cuma dapet 1 lagu yang judulnya “Nyawa dan cinta”
http://cgboy.multiply.com/music/item/1
Gak semua mualaf, malahan ada yang sudah muslim dari lahir loh … Mereka tinggal di daerah Cinere.
Crazy Guy
#17
dard
November 11th, 2006 at 12:53 pmselamat ulang tahun biat husnia…….
walau telat dikit gapapa ya….
aku ngefans banget ma husnia,seandainya dia tu…
#18
dard
November 11th, 2006 at 12:58 pmbuat husnia,q minta tolong,please send me a short message at 081336472095,everything what u write…please banget yach:
(
#19
mustafa
November 22nd, 2006 at 6:25 amsalam jauhari, sy in mustafa vocalisnya debu, tulisannya bagus banget. kami sangat berterima kasih. izin untuk paki semua foto dari website tak perlu fikirkan. anyways thanx again buat tulisannya….mustafa
#20
Jauhari
November 22nd, 2006 at 7:52 am#19 mustafa
atas kunjungan saudara mustafa di blog ini.
Terima kasih saudara mustafa, saya tidak menyangka kalau coretan ini akan sampai ke Musikusnya Debu sendiri, saya merasa bangga dalam tanda kutip
Semoga kedepannya Debu semakin berkibar dan seperti komen nomor #4 windede, debu akan seperti itu selamanya, bahkan seperti filosofi padi, Semakin Menunduk ketika semakin Berisi
Salam Sukses