Stop Using Adira FinanceAdira Finance salah satu lembaga finance besar di Indonesia ternyata tidak sebesar namanya, iklan yang digemborkan di media masa baik cetak maupun elektronik ternyata hanya BULL SHIT! di lapangan tidak seperti yang diharapkan.

Saya menggunakan jasa Adira Finance sejak 3 tahun yang lalu, tepatnya bulan Juni 2004 untuk mengambil sebuah Suzuki Shogun, Proses awal mulai dari persetujuan sampai si Shogun sampai dirumah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sama sekali, kami juga tanya cara pembayaran ini, apakah harus datang ke kantor Adira tempat saya mengambil kredit atau bisa melalui tempat lain. Dan Adira Finance memberikan info kalau pembayaran sudah online, jadi bisa dilakukan di semua cabang Adira termasuk di Kantor Pos di seluruh Indonesia.

Berbekal dari informasi itu, pada awal awal pembayaran kami selalu melakukan di Kantor Pos dekat kami mengambil Suzuki Shogun, kemudian saya juga melakukan pembayaran melalui kantor Pos lain dan juga berjalan dengan lancar. Pada cicilan ke 20an karena suatu sebab kami tidak membayar melalui Kantor POS, tapi kami langsung datang ke Adira Cabang Malang, dan saat itupun Pembayaran berjalan tanpa ada masalah.

Pada pembayaran berikutnya saya kembali menggunakan jasa Kantor POS, 2 bulan setelah pembayaran di Adira Cabang Malang, kami dapat surat kalau kami nunggak melakukan pembayaran. Akhirnya berbekal semua bukti kami ke Adira Cabang malang untuk melakukan konfirmasi bahwa kami sudah melakukan pembayaran dan itu kami lakukan di Kantor Adira cabang malang (dengan menunjukan bukti) dan setelah beberapa saat kami dapat konfirmasi kalau sudah dibenarkan, dan tidak ada masalah.

Ini hari cicilan terakhir saya sudah saya lunasi dan kami berencana mengambil BPKB, tapi kembali lagi ketidak PROFESIONALAN Adira Finance muncul. Kami di TUDUH menunggak dan harus membayar sejumlah denda, akhirnya kami DEBAT dengan fihak Adira Finance bahwa kami sudah membayar tepat waktu tanpa SEKALIPUN kami terlambat, akan tetapi fihak Adira Finance tetap menganggap kami belum membayar, bahkan dihadapan kami (CUSTOMER) menggebrak meja segala, apa apaan ini…. kok tidak PROFESIONAL sama sekali, CUSTOMER sekali lagi disalahkan…

Sekian tentang Adira Finance Mengecewakan edisi 1.

Beberapa Customer Adira Finance yang mengalami nasib yang sama

1 COMMENT

  1. yang coment udah banyak nih, aq juga turut berduka cita:)>-
    selamat hari kemerdekaan aja ya. Sekarang yang jadi pertanyaan apakah Indonesia uadah merdeka yaa

  2. moshimoshi.mas saya ngambil motor ajah and udah lunas.ko pas mau ambil BPKB di persulit ya.sedangkan saya udah 4 x mundar-mandir ke adira.tolong di posting and di jelasakan.kenpa saya sangat sulit tuk ambil BPKB.

  3. adira emang payah…huwe….
    ga jd ngambil krdit dah klo perlakuan adira gini.
    dibenahi dl tuh managementnya, biar orng bs liat baiknya adira.
    atau kasi gratisan laptop ke, motor ke.
    pasti orang2 setuju & nama adira finance yg katanya bagus, pasti jd bagus beneran deh. saya pastikan itu.
    “cob di pertimbangkan saran saya”
    hehehe….hehehe……hehehe….

  4. aq ambil laptop, ambil motor pake adira, waktu ngurus tetek bengeknya aku bukain blog ini…sambil berkata sama cs -nya ,moga2 adira yogya g seperti ini sama customer, mrk hrs tau bhw behaviour di depan pelanggan akan berefek sgt besar…

  5. aku baca dari awal kok kayanya yg paling menentang tu Don Juan ya :-? setau aku emang leasing seperti, ramahnya hanya pada saat menarik orang untuk menjadi customer. menurut aku ini bukan suatu provokasi mas tapi hanya menyampaikan uneg-uneg via blog yg kebetulan mendapat respon dari para pembaca yg merasa senasib dan masalah pembaca terpengaruh atau tidak itu tergantung penafsiran masing-masing. tetapi paling tidak ada masukan bagi pembaca untuk melihat lebih teliti lagi untuk mengambil leasing.

    ” soalnya yang sepertinya dibesar-besarkan itu masalah gebrakan meja saja…??? ”

  6. waaah menurutq seh, yg harus mikirin nasib org-org yg kerja di bawah adira finance orang yg mo nggebrak meja di dpn customernya , ya gak seh?:-?

  7. Mas jauhari, mohon maaf kalau kata2 saya mungkin agak terdengar kurang enak.

    Menurut saya pribadi, saya sangat setuju kalau tindakan salah satu karyawan adira itu MEMALUKAN. Selain itu juga sangat perlu melaporkan tindakan (menyekolahkan BPKB dan sampe gebrak meja ke Customer) ke pihak manajemen Adira Finance beserta bukti, agar Adira bisa melakukan intropeksi dan membenahi diri untuk memberikan pelayanan yang lebih lagi.

    Kalau kita hanya mengumbarkan kekurangan kesalahan mereka, apalagi sampai memprovokasi agar orang-orang tidak menggunakan jasa mereka, coba kita bayangkan nasib saudara-saudara kita yang bekerja di Adira Finance. Saya yakin tidak semua orang memiliki perangai seperti yang mas temui itu.

    Contoh ringan, Indonesia ini parah, pejabatnya sebagian besar koruptor, jadi apa perlu kita bubarkan saja Indonesia ini? Atau contoh lain, ada bule yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat di Indonesia. Dia merasa sangat kesal dan menyebarluaskan melalui berbagai macam media agar orang-orang tidak pergi ke Indonesia, dengan alasan orang-orang Indonesia itu tidak beradab sopan.

    Itu saja yang saya mau share, sekali lagi mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang enak dicerna (^_^) salam.

    • d0N [email protected]

      he..he……… akhirnya……………:d

      yah, namanya juga lagi emosi mas, halangan dan rintangan akan diterjang buat menjatuhkan…:d betul gak pak jauhari..????:-”

      tapi mungkin pak jauhari memang “cuma” emosi aja, jadi agak khilaf……..yah, mungkin ribuan karyawan adira diluar sana yang membaca blog ini juga dapat memakluminya…

      tapi, wajar saja memang, ketika karyawan dari suatu perusahaan membuat suatu kesalahan, caci maki pasti pertama kali akan ditujukan ke sang induk, ya perusahaan itu sendiri…. ya gak……..

      contohnya jangan adira finance lagi lah,……. contohnya misalkan pak jauhari usaha kue, dan yang membuat sebenarnya adalah istrinya pak jauhari, ketika suatu saat ternyata kue yang dibuat kurang enak atau malah sudah basi…… pelanggan kue pak jauhari itu tidak akan mengatakan “KUE BIKINAN ISTRI PAK JAUHARI MENGECEWAKAN” atau “STOP PESAN KUE SAMA ISTRI PAK JAUHARI”. tapi yang ada adalah “KUE PAK JAUHARI MENGECEWAKAN”………… dan mungkin akan menulis tentang kekecewaan mereka di suatu blog dan meminta simpati banyak orang yang “senasib” dengan mereka dengan harapan kekecewaan mereka bisa terbayar…../:) dan mungkin juga akan mengajak orang lain untuk tidak memesan kue lagi ke Pak JAuhari..(sekali lagi ini ‘perumpamaan” lho)……

      Tapi yang benar-benar sampai sekarang bikin bingung itu pak jauhari itu kesal dan kecewa karena insiden gebrakan meja atau kesal dan marah karena uang angsuran yang hilang sih..???

      soalnya yang sepertinya dibesar-besarkan itu masalah gebrakan meja saja…???

      :-?

      • Yaa silahkan diartikan sendiri mas :) coba anda rasakan seperti yang saya rasakan itu aja.

        Toh yang mengalami nasib serupa tidak hanya saya….

        *jadi ingat waktu SD
        Karena Nila Setitik, Rusak SUSU sebelangga…….

        :)>-

    • Tidak apa apa mas…. :D

      Mengenai Iklan ini saya peruntukkan untuk DIRI SAYA sendiri Khususnya dan kepada saudara/i pada umumnya, khususnya bagi diri saya, kata kata STOP USING Adira Finance ini sudah mutlak…. sedangkan bagi saudara/i yang lain semoga ini dijadikan pelajaran sahaja :)

      Itulah kenapa Judul dari postingan saya CUMA
      Adira Finance Mengecewakan ;)

      Dan last but not the last
      Mulai dari yang KECIL, mulai dari DIRI SENDIRI, mulai dari SEKARANG…. :)>-

  8. Saya salah satu customer ADIRA cabang Tasikmalaya.. wah bener2 adira memang sangat sangat sangat mengecewakan, beberapa waktu ini dia pindah cabang dan anehnya kok tidak ada pemberitahuan sama sekali ke customer padahal adira itu perusahaan besar (katanya) dan tiba2 aja kantornya itu sudah di pindah..
    itu kekecewaan saya yang pertama, yang kedua saya mo nanya : itu teller2nya emang ga bisa senyum semua yah ? masa saya mo setor tidak ada basa-basi sama sekali, diem2an aja kayak orang marahan…
    tolong donk di kursuskan para karyawannya paling ga semingu kursus senyum… adira kan perusahaan jasa !!!
    segitu aja comment dari saya, besok2 tunggu aja comment2 yang lain…

    • d0N [email protected]

      besok saya kasih opini ke adira mas…….. yang intinya membuka lowongan pekerjaan buat ora gila…….. biar senyum terus……..:d

  9. tetap kembali kepada prilaku, saya paling banyak gunakan finance, maklum suntuk, namun yang paling saya senangi adira, cepat, sesuai prosedure, dan terbuka, baik sisi kontrak, maupin perhitungan, ya jika bicara petugas adalah manusia sih……. kejadian seperti tetap akan terjadi dilembaga manapun

  10. Halo mas jauhari,

    Saya karyawan adira cabang Palembang.
    Maaf dengan pelayanan yang mas peroleh. Bukan dengan maksud membela adira atau tidak mendukung mas tapi, selama ini saya berada di Adira tidak pernah ada perlakuan yang tidak menyenangkan seperti yang mas terima. Jika mas mengalami masalah seperti itu sebaiknya mas segera banding, kalau perlu jalur hukum.

    Kebenaran selalu ditegakkan di Adira. Perlakuan gebrak meja itu hanya dilakukan oleh oknum yang tidak punya attitude baik. Kalau mas tau namanya bisa langsung menghadap HRD atau kepala cabang nya sekalian. Minta sampai si oknum di SP (Surat Peringatan) atau kalau perlu sampai diberhentikan. Saya sebagai karyawan Adira jadi malu mas. Jadi saya sebagai bagian keluarga besar adira finance mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

    Sekali lagi jika mas punya bukti yang kuat semuanya gampang koq.
    Oya saya mau komen tentang BPKB yang disekolahkan, jika memang terjadi maka kepala cabang, ADH, Collateral dan bagian terkait lainnya bisa dipenjarakan. Karena perlakuan terhadap BPKB di Adira sangat hati-hati. Jika hilang maka tidak ada hukumannya selain potong kepala.

    Kita di Adira ada panduan Attitude yang di sebut Adira Top (Advance, Disiplin, integritas, Reliable, accountable – Team Work, Obsessed, profesional). Nah jika ada hal-hal seperti ini maka mereka telah keluar dari panduan sebagai karyawan Adira.

    Ok mas Jauhari, semoga ini dapat menenangkan dan diambil salah satu saran dari saya diatas..

    Thanks,
    Warm Regards,

    Irwan

    • Tapi kenyataannya seperti itu mas, dan mas bisa baca dari tread tread temen yang “KEBETULAN” mengalami NASIB ‘setidaknya’ sama seperti yang saya alami….

      Karena perlakuan terhadap BPKB di Adira sangat hati-hati. Jika hilang maka tidak ada hukumannya selain potong kepala.

      Jadi kalau ndak hilang, alias LANCAR JAYA ndak apa apa yaa??

      Kasus sekolahnya BPKB saya ini saya selidiki setelah dapat INSIDEN GEBRAK MEJA…. dan ternyata benar benar sekolah ;)

      salam kenal mas Iwan, dan mengenai upaya mas untuk membela institusi tempat mas iwan bekerja sudah merupakan “KEWAJIBAN” yang tidak perlu di sebutkan ;)

      • d0N [email protected]

        he.he……. kirain udah selesai, ternyata masih lanjut ya.:d

        buat mas irwan, penjelasan yang bagus. setidaknya penjelasan yang mas berikan adalah penjelasan yang “mencerminkan budaya Indonesia” (bukan berarti yang lain tidak, tapi, ya..gitulah…..:)

        tapi kalo boleh tahu, mas jauhari itu kerja dimana ya…??? jangan-jangan kerja di company yang notabene kompetitor adira lagi. Habis agak bingung aja,………..diatas bilangnya ada yang menggebrak meja depan saya, terus dijelaskan lagi, istri bapak yang digebrak. mungkin biar lebih objektif, bapak jauhari bikin kronologis kejadian yang detail, benar-benar detail….. biar pembaca juga ngerti dan jelas sama akar permasalahannya.

        Soal BPKB disekolahkan,…m.m…….. ada buktinya gak…??? buktinya apa…….. kalo emang ada bukti jelas,.koq saya masih saja baca keluhan dari bapak jauhari dan gak pernah denger kabar kalo kasus ini udah di LP………????:-?

        Yah, pada akhirnya, tidak ada gading yang tidak retak……. mungkin Adira agak sedikit retak, atau malahan konsumennya yang retak..he……he….

        Makanya pak, ingat kata orang tua,…….HEMAT PANGKAL KAYA….:-“

          • d0N [email protected]

            wah…makin ruwet nie pak………. mungkin adira yang salah ambil customer……:d

  11. iya..iya… ak setuju.. ak jg pernah punya pengalaman ky gitu di adira. dibilang nunggak 4 bulan, padahal ak bayarnya rutin dan LANGSUNG ke cabang adira Gresik (gtw yang ga beres cabang gresik atw surabaya/ko KATANYA report-nya ga ada). untung semua bukti pembayaran ak simpan, jadi waktu otot2an, ak bisa nunjukin bukti otentik (stempel asli adira gresik lagi), jadi kasus bisa ak menangkan, dan BPKB-pun sudah di tangan… sekarang kapok pake jasa adira, mending cari leasing lain yang bagus lah (kata orang kantor, pake dipo aja.. rada mahal tapi bonafid).

    adira suck!!

    • Lha wong GEBRAKnya sama ISTRI saya mas…

      Begitu tau ISTRI di GEBRAK, “ADIK SAYA COWOK” langsung muncul dari balik pintu dan si OKNUM mulai KALEM DOWEN :D

  12. Adira ya, sampai bulan April 2007 gw masih berstatus karyawan di sana, tapi… kebetulan bukan adira finance, tapi adek bungsunya Adira Rental (yg sebenernya sudah beda manajemen).

    Tapi soal Adira Finance gw jg punya pengalaman menyebalkan. Gw yang sebagai sesama pegawai adira (walau beda manajemen tapi masih ada hub sedikit sih, minimal kan senama :p ) pernah mau mengajukan kredit laptop buat kaka gw, yang setelah memberi data lengkap, menunggu, kemudian diterlantarkan saja tanpa informasi apapun bahkan tanpa pemberitahuan seandainya permintaan kredit tidak disetujui. Sangat menyebalkan! Akhirnya kaka gw beli pake kartu kredit bokap di gramed.

    Kalau soal marah2 sampe gebrak meja, sepertinya sih itu sudah sangat super kelewatan banget. Tapi logikanya sih, mana mungkin ada perusahaan baik besar atau kecil yang melatih karyawannya memperlakukan pelanggan seperti itu. Gw yakin itu murni kekhilafan dari sang karyawan. Mengenai BPKB yg disekolahkan, menurut gw itu kemungkinan besar ulah karyawan nakal yang memanfaatkan kelemahan sistem di perusahaan.

    Dan juga, gw rasa Adira Finance yang dapat dikatakan perusahaan besar mungkin tidak mudah menindak karyawannya kecuali ada pengaduan secara resmi. Karena tim HRD mereka juga kan harus punya data sebagai dasar tindakan. Kalau tidak nanti bisa saja orang melapor atau menyebarkan berita secara sembarangan, siapa yg bisa menjamin kebenarannya? Dan lagi bisa2 malah dituntut balik sama karyawan yang ditindak kalau tidak ada dasar hukum yang cukup. Gawat kan?

  13. Anda sendiri mengapa menyetujui RIBA …wahai Nurudin Jauhari ??
    JANGAN hanya ingin mendapat persetujuan dari MANUSIA..tapi HUKUM yang telah diHARAMkan anda langgar…ANEH Bin NGAJAIB engkau ini…belajarlah KARENA TIDAK ADA MANUSIA YANG TERLAHIR DALAM KEADAAN PINTAR

  14. Dari awal komentar yang saya baca ( sampe’ bener bener ngerti dan bener – bener paham), ternyata dari awal sampai akhir saya baca, perasaan yang saya dapat adalah emosi yang ndak selesai -selesai. Setelah membacapun Saya harus menghela nafas sekuat – kuatnya, karena emosi yang tertuang di tulisan komentator – komentator adira bener – bener “Dalam” ( Apalagi emosi di dalam hati komentator [-( ).

    Apa yang dialami si Fulan yang “KECEWA” dgn ADIRA FINANCE bisa disebabkan oleh banyak hal. Kita tidak bisa bicara dari 1 sisi. Testimonial “KEKECEWAAN” bukan berarti bisa dipukul rata.
    Tapi itu semua juga tergantung si Fulan. Klo si Fulan dengan meluapkan emosi kekesalan, kebencian dan kelaknatan pada suatu lising tsb bisa meredakan Emosi Fulan dan si Fulan jg bisa tertawa terbahak-bahak jika nantinya lising tersebut menjadi apa yang diharapkan si Fulan ya monggo…

    Ingat satu hal…
    Segala sesuatu pasti ada hikmahnya:)
    Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung karena saya tau tidak semua orang bisa menjadi sabar dan saya paham betul dengan bagaimana seseorang yang diselimuti amarah shg didepan matanya hanya nampak suatu “kejelekan”. Begitupun juga Saya dan yang laennya. Capek lo bro klo mikirin hal – hal itu….
    Yo wis lah…. Hatur Nuhun…!

  15. d0N [email protected]

    yah.begitulah…………

  16. d0N [email protected]

    memang setiap perusahaan pasti ada kekurangannya,d an pasti setiap perusahaan ada cacatnya. Dan setiap perusahaan, apalagi perusahaan besar, banyak yang iri (kalo tahu maksud saya).

    karena itu menurut saya lebih baik daripada buang-buang energi menulis blog di internet, lebih baik bila merasa kecewa, perkarakan saja ke pengadilan, atau lapor polisi.

    menurut saya lebih fair seperti itu. baik atau buruknya sebuah produk dari perusahaan memang tergantung dari manajemen perusahaan tersebut dan konsumennya.

    memang kadang manajemen perusahaan melakukan kesalahan, tapi jangan pernah lupa, konsumen juga kadang melakukan kesalahan. kesalahan tersebut lebih banyak disebabkan karena kelalaian konsumen sendiri.

    setahu saya, memang di setiap perusahaan pembiayaan selalu disarankan untuk melakukan pembayaran langsung ke kasir resmi, supaya tidak terjadi hal-hal seperti itu. saran itu, tidak hanya disampaikan secara lisan, tapi tertulis dengan jelas.

    mungkin memang Adira Finance yang salah, karena manajemen kontrol yang kurang baik, tapi mungkin juga karena nasabahnya lalai karena tidak teliti dalam membaca setiap syarat perjanjian kredit tersebut, kita semua tahu, penyakit lama yang ada di Indonesia ini adalah malas membaca.

    jadi mungkin jangan memandang segala sesuatu dengan kacamata kuda, harus lebih objektif lah………….

    itu aja sih………..

  17. Saya juga ikut kredit di perusahaan finance, memang sering saya dengar berita miring tentang mereka…tapi selama ini di tempat saya kredit baik2 saja dan pelayanan nya pun menyenangkan. tapi memang ada perusahaan finance yang menjengkelkan, tapi tidak semua, tergantung perusahaannya juga, selama saya kredit elektronik dan motor di FIF semuanya baik aja kok, tapi ga tau ya kalo di ADIRA…. sing sabar mas/:)

    • Makasih Supportnya mas…

      Yang JELAS STOP USING ADIRA FINANCE tidak akan saya cabut…… sampai apa yang tidak seharusnya saya terima, di akui sama pihak ADIRA FINANCE sebagai suatu BAD HABITS dari Adira Finance….

      Dan saya sendiri tidak SETUJU jika itu hanya OKNUM ADIRA saja… kalau memang OKNUM kenapa Pihak ADIRA MEMBIARKAN hal itu terjadi dan berlagak seperti TULI!

      *ah sudahlah

      • d0N [email protected]

        mungkin bapak langsung aja bikin berkas perkara ke pengadilan, atau bikin laporan ke Polisi….. itu juga kalo mau:d…

        dari pada nulis di blog kayak gini,…………..

  18. :d nice comment bro ndhuz……saya sih setuju sekali…heheheh
    Saya juga beberapa waktu yg lalu coba apply untuk kredit barang elektronik, nah dia minta copy kartu kredit saya bolak balik. Padahal di balik kartu kredit kita tuh kan ada 3 angka yang harus kita rahasiakan. Katanya sih sudah prosedur………saya jadi takut jangan2….disalahgunakan 3 angka tsb. Bunganya cukup tinggi pula, wah untungnya setelah sy ga sreg saya coba pindah ke finance lain, dan sy ga jadi kredit lewat Adira, kebetulan ke finance lain yang bunganya lebih rendah. Tanpa foto copy bolak balik kartu kredit :), jadi deh kredit saya……

    Untuk lebih amannya bro sekalian……makanya jangan pernah kredit :d bayar pake cash….hehehhe kalo ga bisa bayar pake cash mah…cari sampingan ja:P

  19. wadaaa…. kok melas tenan nasib-e mas iki rekkk…..
    saya ini jugak kastamer serpis disebuwah bang…… lha kalo ada pelayan yang ternyata berani nggebrak mejo koyo ngono, yo mending nek lanang tak plorotno kathok-e… nak wedhok tak pedhot tali be-ha ne… ahuahuahua
    kongkon nyakot sandhal ae… utowo dikirimi sego lawuhe pepesan mayit… hauahuau

  20. Pacar q kerja di adira loh, ktanya sech fine2 aja. ga ada masalah!
    Ntar aq konfirmasi dia dech, apa bener adira finance itu bermasalah bgt, ok.

  21. sebagai seorg Customer Service Adira Finance sy merasa terkejut membaca surat bpk.jauhari yg di kirim teman ke email sy. menurut sy wajarlah klu bpk merasa kecewa dgn pelayanan kami jika benar bpk di perlakukan kurang sopan oleh rekan kami, karena setau sy kami tdk pernah di training untuk berlaku kasar kpd Customer kami skalipun mereka salah,dan kadang ada jg beberapa yg berlaku kasar.kami selalu di ingatkan agar senantiasa berlaku sopan kepada Customer krn bagaimanapun Customer itu adalah bagian dari perusahaan kami. :)
    Semoga saja bpk Jauhari mau memaafkan perlakuan rekan kami dan surat bpk di suara pembaca, menjadi masukan buat kami semoga kedepannya pelayanan Adira Finance bisa lbh baik lagi….
    :x
    terima kasih………………:”>

  22. :(tidak semua adira begitu mas…itu hanya oknum saja….
    buktinya saya dilayani dengan sebaik baiknya…., dan

  23. hahaha kang jauhari ini kok kayaknya rasa benci sudah sampai di ubun2, meledak2 dan serpihannya kemana2:) kang jauhari sudah coba hubungi customer care adira finance blum kang? biasanya di perusahaan2 besar customer care itu yang suka ngurusin komplainan nasabahnya dan biasanya juga langsung di handle oknum yang melakukan pelayanan buruk dalam kasusnya kang jauhari ini sing gebrak mejo. dan biasanya juga sanksi untuk oknumnya ini lumayan besar dari SP 1 sampai pecat kalo dia ndak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. saya bisa ngomong begini karna dulu di perusahaan saya yg lama (saya ndak enak nyebutnya, nanti dikira sombong):d peraturannya seperti itu. kemungkinan sama, karena sama2 tbk. coba cari alamat atau no telp atau email customer carenya adira.

  24. o….. untung sing marani dudu BANG ami… sido kepoyoh-poyoh tenan wonge…..please deh….. semua pasti ada HIKMAHnya….

  25. maaf kang, saya kok bingung baca kasusnya, memangnya sdr nurudin ini wadon?coba lihat dialognya adik di adira mengecewakan 2, “mas, nek karo wong wadon …. ” padahal sebelumnya yang bicara kang jauhari ini tho… mungkin saya adalah salah satu customer yang cukup puas dengan pelayanan adira finance, keluarga kami sudah ambil 2x kredit mobil dan 1x motor di adira finance, semuanya kok lancar2 aja ya, ndak ada masalah sama sekali. adira ini leasing besar, kalo masalah sekolah bpkb itu setau saya malah suka dilakukan leasing2 kecil, kalo sekelas adira ndak mungkinlah. logikanya saja sudah ndak masuk, perusahaan besar pasti modalnya besar, kalo caranya licik begitu ya customernya pada kabur noooo… tapi kenyataannya yang mbayar ngantri ngono lo kang, berarti kan uwakeh sing iseh percoyo, termasuk saya..

    • maaf kang, saya kok bingung baca kasusnya, memangnya sdr nurudin ini wadon?

      Pada Dialog pada Adira Finance Mengecewakan[2] menjelaskan lebih detailnya mas… sebagai informasi tambahan saja, pada bagian 1 ini saa menyebut istilah KAMI karena kami sudah Menikah, dan pada saat kejadian yang di GEBRAK MEJA bukan saya akan tetapi ISTRI saya, dan LEASING menggunakan nama ISTRI begitu mas.. dan maaf kalau sempat bingung bacanya mungkin karena EMOSI yang udah terlalu sampai tulisan sedikit membingungkan…. ;)

      kalo sekelas adira ndak mungkinlah.

      Kenapa saya bilang di SEKOLAHKAN mas?? karena saya punya BUKTINYA :)>- dan sangat bisa di PERTANGGUNGJAWABKAN…

      logikanya saja sudah ndak masuk, perusahaan besar pasti modalnya besar

      Apa seorang client mengambil HAKnya karena telah melunasi kewajibannya kemudian mendapatkan MARAH sampai MENGGEBRAK MEJA itu juga masuk LOGIKA mas??? Ndak ada yang ndak mungkin mas… Jangan asal percaya sama LEASING deh…

      Kalau mau test, kalau sekarang masih kredit disana(Adira Finance Red), sampean tantang mau liat BPKB gitu… berani nunjukkan ndak?

      • d0N [email protected]

        yah.ambil positifnya aja lah…….. seenggaknya Pak Jauhari sekarang populer karena blognya maslaah Adira yang “katanya” mengecewakan ini………

  26. kasusnya sama kaya gue.
    hehehe….

    tapi karna gw juga yg ngurus bokap, jadinya gag pake persoalan yg belibet. bayar tuh tagihan. lagian gw masih di bali waktu itu… jadi gag bisa apa-apa.

  27. […] Nurudin Jauhari adalah saya, dari 0 – 17 tahun saya habiskan di Jogjakarta tepatnya di daerah Ponjong Gunungkidul, dan di Yogyakarta JL. Babaran 48a, saya adalah anak kelima dari 6 besaudara. Sejak 1998 saya merantau ke Malang dan tetap di Malang sampai Sekarang. Saya mulai nge-Blog sekitar tahun 2004 dan bisa anda liat di arsip saya, walaupun sempat ada yang hilang karena ada beberapa kesalahan waktu migrasi server, tapi tidak apa apa. Jika ingin kontak saya? silahkan sahaja, baik untuk bisnis maupun curhat ^_*Selamat datang di dunia Saya, Kamu, Kita dan Mereka. ← Adira Finance Mengecewakan! [1] […]

  28. Gimana kelanjutane?

    Mau tetep diteruskan kasusnya? Lha nyatanya sih “Penggebrak Meja” nggak mau secara jantan ketemu Customer gitu… Beraninya Nitip Stapam. Opo wis puas sampe sini wae? Nek iso sih ketemu sama tuh OKNUM, biar PUAS … PUAS.. PUAS (kata si TUKUL lho)

    • . . . . padahal niat aku “sowan” ke Adira.com u/ kredit mobil.
      gak jadi ah . . .
      :o

  29. kirim surat pembaca ke media massa juga, jangan hanya ke media online. Misal ke Malang Post, KOMPAS Jawa Timur, Radar Malang, Jawa Pos. Biasanya manjurrrrrr

    salam
    kum
    semarang

  30. wah..wah..
    kalu udah nggebrak meja ituh dah keterlaluan apalagi anda khan, sesuai bukti sudah melakukan pembayaran tepat waktu, kalu bgt bisa juga SDM nya (stress, jutek atau apa yah ………..ngejar target kale) atau memang mekanisme penagihannya seperti itu..??
    sebenarnya saya concern juga kalau menggunakan jasa finance, tapi gmana yah udah terlanjur, keluarga saya masih pakai jasa adira finance, walaupun saya sudah sempat mengingatkan….semoga pelayanan di surabaya tidak keterlaluan seperti di malang…:(:o

    • *ralat mbaknya
      Lokasi Adira Finance yang saya ambil it posisi di Kediri bukan di Malang

      Bahkan masalah Adira Finance ada yang lebih heboh lagi, tunggu aja Adira Finance Mengecewakan [2]

  31. Saya paling benci pada perusahaan yang mengeruk uang customer, tapi tidak pernah berterima kasih pada pelanggannya, lebih-lenbih yang malah menyalahkan konsumen/pelanggan. Saat beli ke toko atau nabung ke bank tapi dengan pelayanan petugas yang tidak bisa senyum saja saya biasanya jengkel. Nah ini si Adira malah nyalahkan pelanggannya sambil gebrak meja lagi. Sebaiknya kasus om Udin ini dilaporkan ke YLKI aja. LSM biasanya akan berterian nyaring.
    Kalo om Udin udah tahu nama si petugas yang gebrak meja itu, laporkan aja ke atasannya. Coba temui brance manajernya sampaikan kasus yang om Udin alami dan minta dia untuk mengurus anak buahnya dengan baik. Manajer yang baik biasanya dia akan minta maaf sambil munduk-munduk.

    pengalaman saya dengan indosat yang mengecewakan pembayaran matrix saya berkali-kali: Sebelum petugas marah dan menyalahkan pelanggan saya marahi dulu mereka. Saya bilang supaya perusaan cari duit yang halal, tidak mencuri uang pelanggan, dsb…. EEE, selang beberapa jam, brach manajer indosat jogja telepon saya dan minta maaf.
    Begi tu Om. Maju terus pantang mundur. Tak ewangi ndunga wis.

    Kalo energi marah-marah saya diperlukan di Malang, ntar saya datang. Paling demen saya parah pada kapitalis-kapitalis pengeruk uang rakyat itu. hi hi hi.

    • d0N [email protected]

      lah mas………… dimana mo ke YLKI…???? unitnya udah diterima Pak Jauhari……. BPKBnya juga….TANPA DISEKOLAHKAN…………..

      ini masalah pribadi mas………. cuma masalah gebrak-menggebrak meja……..

  32. waaahh.. baca titlenya saya langsung gatel pingin komen, bacanya ntar aja :d

    sekaprat, mas. adira sux!!!

    saya ambil kredit leptop (ehm….) barengan sama temen saya. cuma beda beberapa hari. kita satu kantor, ambil barangnya juga dari toko yang sama. tapi temen saya di aprup, saya ndak.

    alasannya juga gak masuk akal. “keputusan dari pusat”, katanya. padahal semua kelengkapan dokumen administrasi sudah saya penuhi. saya jadi merasa seperti di-blacklist karena seolah2 punya tack record buruk di adira. padahal, seumur2 baru sekali ini ambil kredit.

    parahnya lagi, mereka ambil keputusan seperti itu sebelum melakukan survey ke rumah, hanya tanya2 lewat telpon.

    ya akhirnya saya ambil financing yang lain.

    sekaprat mas, bikin aja banner anti adira. saya yang pertama masang di blog deh.

    adira sux!!!

    • Itu sudah ada Bannernya mas… silahkan klik Kanan aja trus properties pasangkan di BLOG sampean

      Banner sementara ukuran lebar 180px
      Kalau ada yang butuh ukuran lain, silahkan request aja…. saya lagi semangat kalau merasa disalahkan…. biar Adira Finance merasakan sekalian

      Emang Enak Lawan Rakyat Jelata :D

      • d0N [email protected]

        mungkin bapak kalo masih tersinggung karena perlakuan YUDI, bapak datang ke Adira,…….minta ganti rugi karena telah mengalami penggebrakan meja……. apaan kek………. lebih untung kan……… :d

  33. Kebanyakan kasus yang terjadi di lembaga finace, BPKB kembali “disekolahkan” ke BANK tanpa sepengetahuan customer. Biasanya dipake untuk mendapatkan rate yang lebih rendah dari rate yang diberikan adira ke customer.
    Makanya hati-hati dalam memilih lembaga pembiayaan.. Pilih yang bonafid. Lebih aman pilih BANK. Misal BRI… :)

  34. walah2 aku yo tau mbulet koyok ngono,…alasane bayare telat tanggale padahal kita sebagai warga negara indonesia dengan tulus menegakkan disiplin dan tanggung jawab apa yang menjadi kewajiban kita….
    adira telo plekenuk mak pret…………

  35. Kalo ada bukti sih ga usah takut mas, kalo perlu beberin nama yang gebrak meja-nya, kalau perlu tuntut sekalian Adira-nya dengan pasal tindakan yang tidak menyenangkan (eh ato ada pasal lain yg lebih berat?) :-“

  36. Wah wah… Guendeng… sampe wani gebrak mejo…, padahal customer adalah rojo.

    Wah kok nggak sampeyan pacul sirahe kang.

  37. Sudah sering mendengar customer dipersulit oleh pihak bank/pemberi kredit ketika akan mengambil BPKB. Alasannya macem-macem dan yang paling sering disampaikan adalah adanya tunggakan.

    Kalau sampai pihak Adira menggebrak meja, sebaiknya dibacok golok saja lehernya, Kang. Memangnya sudah kebal golok apa?

  38. Din, paling BPKB nya itu masih di bank jaminan, blom keluar.

    HATI2 !!!, jangan2 BPKB kamu dipakai salah satu orang Adira untuk disekolahkan sehingga kamu ga bisa ambil BPKB.

    Itu terjadi juga di salah satu bank, saat akan ambil surat tanah, padahal wis dilunasi 1 th, kok surat2 nya ga keluar, ternyata setelah tak tantang tibak e ada yg pakai….damput tenan orang2 spt itu…tantang aja din..minta bukti2 kalo emang ada tunggakan, jgn lupa catet nama dia, kalo perlu bawa dia keluar ajak omong yg baik ntar dia lak minta maaf heuheuhuuhe dia kan malu di depan teman2 nya pake BPKB nasabah :))

    • d0N [email protected]

      disekolahkan gimana maksudnya ya…………..????

      Digadaikan lagi gitu…………..?????

      Kalo emang maksudnya seperti itu…………..satu opini saya…. hati-hati mas kalo beropini………… nanti kesandung lho:d

      kalo emang mas punya pengalaman seperti itu,……… mungkin di perusahaan lain, …. di Adira belum tentu…………..

      inget lo kata Agama (semuanya)…… fitnah itu dosa, dosa karena lebih kejam dari membunuh…………

      tapi kalo mas punya bukti yang kuat……… saya acungkan jempol buat mas karena sudah berani menguak fakta………..

      kalo emang belum ada bukti,………… ya disimpan aja dulu opininya, jangan diumbar………

      setahu saya,……….. bangsa ini hancur dan terpuruk karena banyak politisi yang asbun, alias banyak bicara tidak ada bukti….:)

      tentu gak termasuk kan………..:d

        • d0N [email protected]

          setelah saya baca banner bagian kedua episode sandirawa ini:d,………..ooooooooo………..ngerti deh…………

          pastes aja yang difokuskan itu masalah gebrak meja aja………unitnya udah sama pak jauhari,………BPKB juga…….o…………….. ternyata Pak JAuhari ini hanya kecewa karena insiden menggebrak meja dari Yudi……akhirnya dengan rasa kecewa yang amat sangat…….lahirlah blog ini, dengan segala komentar-komentarnya…………ooooooooo……..

          Pantes tidak pernah ada berita laporan polisi dan pantes gak pernah ada berita gugatan ke adira….lha udah dapet apa yang dimauin………… sekarang berarti masalahnya hanya gebrak meja……..

          Pak, boleh usul gak…???? kenapa gak nulisnya YUDI MENGECEWAKAN atau gak apa-apa deh…YUDI YANG MERUPAKAN KARYAWAN ADIRA FINANCE MENGECEWAKAN” kenapa gak seperti itu aja……….

          Maaf pak, orang cuma masalah gebrak meja aja koq kayak udah memperkosa dan membunuh perempuan, terlalu dibesar-besarkan…terlalu berlebihan…….sampai sampai memprovokasi orang untuk berhenti dan tidak menggunakan jasa adira. wah, nanti saya takutnya nanti Pak Jauhari dibilang orang cocoknya tinggal di Poso, tempat para provokator dan tukang gembos………………….

          oke kita hitung-hitungan…………. ketikan Pak Jauhari (katakan saja mengalami kerugian……..) telah dihina oleh oknum ADIRA…….memang rugi secara moril dan hati, tetapi secara materi……..????? unit sudah bapak terima…….unit mungkin sekarang bapak gunakan ke kantor setiap hari…………. walau memang mengecewakan pada akhirnya tetapi menurut saya Pak Jauhari secara jujur harus berkata kepada ADIRA (secara perusahaan) “TERIMA KASIH YA ADIRA, KARENA SUDAH MAU MEMBERI HUTANG KEPADA SAYA”…………… kenapa gak seperti itu………..

          Dan hanya karena insiden menggebrak meja itu bapak mengajak orang untuk tidak menggunakan jasa Adira, dan memprovokasi orang untuk semakin menjatuhkan Adira.wah……….kalo dihitung secara materi…….sudah berapa kerugian adira ya………… maaf………… kalo dibandingkan dengan harga diri bapak dan keluarga yang bapak nilai terlalu tinggi………………..

          hati-hati pak, kalo nanti dituntut sama Adira karena melakukan pencemaran nama baik……….. sekali lagi cuma mengingatkan………

          dan juga berarti isu yang mendekati fitnah masalah BPKB disekolahkan itu tidak benar dan merupakan kebohongan besar saja ya pak…….. orang BPKB sudah diterima kan……..oooooo………

          Mungkin bapak juga harus mencantumkan dicerita bapak kalo”UNIT SUDAH ADA PADA SAYA DAN BPKB JUGA…” jadi orang tahu kalo ternyata masalahanya dengan oknum……… bukan perusahaan secara keseluruhan…………

          Wah.wahhhhhhhhh……..waaaaahhhhh…….. jangan sampai orang mengira bapak itu minta dikasihani cuma gara-gara telah mengalami penggebrakan meja……….

          waaaaaaaahhhhhhhhh. …………….

          • [-x
            Woi.. kampret.. jgn nyebut nama segala dong… nama gw juga Yudi.

            :d b’canda… kalian mendingan ketemu aja.. trus brantem berdua..

            ribut online ky gini ga SERU… :))

  39. Waktu saya kuliah dulu, kami diajari cara menghitung project keuangan. Intinya, cicilan yang harus kita bayar di-“present value”-kan dengan asumsi tingkat bunga sekian lalu dibandingkan dengan benchmark kita. Kalau masuk, ya ambil; kalau nggak, ya cari pihak lain yang mau mendanai.

    Ini berguna banget untuk ngitung KPR, kredit kendaraan, sampai pinjam uang ke bank. Di Excel ada tuh fungsi PV, PMT, bisa Anda coba sendiri. Di internet juga “template”nya ada banyak dan bisa didownload cuma-cuma.

    Kalau Anda kerja di pemerintahan atau instansi yang bonafid, sebenarnya lebih enak minta ke perusahaan lewat PG (potong gaji). Selain rate-nya rendah, semuanya bisa di-nego dengan orang bagian keuangan.

    Setahu saya Adira itu perusahaan bagus, di-support penuh oleh parent companynya. Nggak tahu kalau ternyata di pelayanan nasabahnya acak adut begini. Saran saya, kalau di internet ya sebarkan via blog, forum-forum gede, dan terutama, via milis. Efeknya gede banget. Kalau offline ya Kompas.

    Saya turut prihatin mas. Mugi-mugi saged gek ndang rampung.

  40. makanya saya ndak pernah sekalipun percaya pada lembaga2 finance semacam ini. ga profesional. tulis aja di surat pembaca bro – biar habis sekalian

    • d0N [email protected]

      simpati untuk Pak Jauhari,….. yang telah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di Adira. bapak mengatakan kalau hal yang bapak tuliskan disini sudah mutlak,….. ok, itu bisa diterima dengan segala alasan kekecewaan yang bisa anda buat.

      Tapi disini yang menjadi pertanyaan adalah……..APA KERUGIAN MATERIALNYA…..????? apakah sebanding perlakukan yang tidak nyaman yang anda terima dengan kerugian yang AKAN diderita oleh Adira dengan ajakan yang anda lakukan atau provokasi yang anda lakukan kepada masyarakat luas untuk tidak menggunakan jasa Adira. bisa dibayangkan, berapa besar potensi pasar Adira yang hilang. kalau itu terlalu muluk. ok……….. begini saja……… pikirkan mata pencarian saudara-saudara kita yang bekerja di perusahaan tersebut……….. dibandingkan dengan PENGGEBRAKAN MEJA YANG ANDA ALAMI…..SEKALI LAGI……….HANYA PENGGEBRAKAN MEJA……..tidak ada yang lain…………

      anda beralasan bahwa opini adalah hak setiap orang dan orang bebas beropini,………….oke………. memang harusnya seperti itu………tetapi anda mengajak orang lain yang membaca blog ini untuk sependapat dengan anda……….. dan itu yang harus dipertanyakan……….

      anda terlalu cepat berasumsi, dan anda terlalu cepat bertindak (yang saya yakin) tindakan yang anda lakukan ini tanpa anda perhitungkan terlebih dahulu………….

      yang saya khawatirkan adalah, setiap kali anda merasa kecewa dengan suatu produk perusahaan, anda melakukan pencemaran nama baik terhadap perusahaan itu…tanpa anda pikirkan terlebih dahulu………….wah………..

      menurut anda, karena merupakan satu institusi, maka berlaku istilah “karena nila setetes, rusak susu sebelangga”… itu memang bisa diterima……. tapi anda mengartikan hal tersebut secara salah………….

      memang dalam hal ini Adira (atau oknumnya) memang melakukan kesalahan, dengan tidak secara cepat meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Dan itu suatu kesalahan yang tidak kecil. Tetapi, anda sebagai nasabah juga melakukan kesalahan,..dengan menyebarkan isu yang tidak jelas (terutama yang berkaitan dengan tuduhan anda masalah BPKB yang disekolahkan, padahal BPKB telah anda terima, oleh karena itu saya sangat setuju dengan salah satu opini dari pembaca bahwa anda telah melakukan FITNAH) yang mencemarkan nama Adira………..

      mungkin anda harus membuka kacamata kuda yang anda gunakan selama ini…………..

      kalau anda berpendapat bahwa adalah hak mutlak anda untuk mempertahankan banner ini………maka saya juga mutlak dan berhak mengatakan bahwa ANDA TERLALU BERLEBIHAN MENANGGAPI PERMASALAHAN INI DAN BANNER YANG ANDA BUAT INI ADALAH SUATU HAL YANG AMAT SANGAT MENYEDIHKAN, SEAKAN-AKAN ANDA MEMINTA SIMPATI DARI ORANG BANYAK TENTANG MASALAH SEPELE YANG ANDA ALAMI……….

      Untuk saudara-saudara yang saat ini membaca blog ini, saya akan terangkan secara singkat inti dari permasalahan:

      Pak jauhari merasa tersingggung dengan perbuatan salah satu oknum pegawai Adira yang melakukan penggebrakan meja pada saat Pak Jauhari ingin melunasi dan mengambil BPKB di Adira. Akan tetapi, saat ini BPKB tersebut sudah ada di Pak Jauhari, dan unit sudah sah menjadi milik Pak Jauhari,…. jadi saat ini yang menjadi topik dalam blog ini adalah kekecewaan pak jauhari terhadap salah satu oknum Adira yang melakukan penggebrakan meja terhadap pak jauhari. HANYA KARENA PENGGEBRAKAN MEJA……. DAN TIDAK ADA KERUGIAN MATERIL…………….

      Dan karena kekecewaan pak jauhari, ia mengajak semua pembaca blog ini untuk tidak menggunakan jasa adira,………. yang sekali lagi merupakan pendapat pribadinya semata………..

      Ini saya tuliskan agar pembaca blog ini bisa memandang lebih objektif akar permasalahan dari blog ini, dan tidak terburu-buru memberikan opini miring karena termakan oleh ajakan bapak………

      Pada akhirnya,………. blog yang anda buat ini sangat menyedihkan…..karena hanya memandang sepihak suatu permasalahan………tendensius…..egois…….dan ada unsur FITNAH dan kebohongan……… Blog ini hanya berisi sekantung raksasa OMONG KOSONG………..

      I’m Outta Here………………………..

      • gini mas Don Juan…semua itu karena hukum sebab akibat. Dengan Sebab Karyawan Adira Finance nggebrak meja, saya nulis di blog ini dengan segala latar belakangnya.

        Maka kalo Adira merasa dirugikan, sebenarnya yang merugikan ya si karyawan penggebrak meja yang mengakibatkan saya nulis blog ini… :)>-

      • Ibatratnya dalam Dalam sebuah kisah pewayangan kita sekarang ini telah memasuki mas “Goro-goro” Jadi susah untuk menemukan warna hitam atau putih yang banyak sekarang ini adalah abu2, karena itulah bagi warna abu2 itu bila dilihat dengan mata biasa akan tidak jelas apakah itu warna hitam atau putih, dan semua telah disamarkan Karena dalam adekgan goro2 di komandoi oleh “ki Lurah semar”. Maka dari itu dalam dunia yang serbasamar ini cobalah kita untuk melhit dengan mata yang jernih apakah itu hitam atau itu putih. Thx

        ” barangkali karyawan adira itu gajiannya telat jadi emosinya memuncak, sampai gebrak meja, padahal di rumah hutang2 diwarungnya belum lunas tiap hari di tagih terus , mau ngutang lagi gak berani akhirnya pelampiasannya adalah dengan menggebrak meja :)” maka dari itu kalu itu benar yang terjadi ADIRA seperti Raja Hastina Pura Prabu Suyuda yang lalim bertindak semena2 dengan memecat rakyatnya sendiri (karyawan tersebut) ”

        tapi komentar saya ini masih abu2 looo karena saya belum punya mata yang jernih dalam melihat permasalahan ini

        _______________