Hampir setiap minggu, kami sempatkan walaupun cuma check harga
untuk ke Hypermart Malang, dan pada akhir bulan April kemaren saya sempat liat liat di stand buah, dan diluar dugaan tidak semua buah yang disajikan layak beli, bahkan buah-buah yang berhasil saya abadikan ini masuk pada tempat buah buah dengan harga lebih dari harga buah lain.
Silahkan di cek beberapa hasil bidikan saya kondisi buah yang tidak layak beli berikut.



Tanya Kenapa?













#1
Nieke,,
duh, udah harganya mahal..
yg ditawarkan ga layak konsumsi pula..
jd beli ga mas..?
smoga aja nggak ya..
liyadnya aja udah ga napsu..
hehe
#2
snydez
May 14th, 2007 at 10:43 amwhaa
udah ada hipermart?..
#3
asep
beuuhh…ko bisa begitu ya…jangan tanya kenapa
#4
mr.bambang
May 14th, 2007 at 4:53 pmAKu pas main ke Ngalam beberapa bulan yang lalu..trus ke Hypermart Matos dibeliin Apel juga ama LadyElen.. Untung ga ada yang busuk…Nayamul
/
#5
ferdhie
May 17th, 2007 at 11:12 amaduh - ga pernah ke matos nih. males parkirnya yg … ehm … ngantri
#6
aLe
June 11th, 2007 at 8:12 pmMr.Bink kpn k mLngnya?

kok gak mampir ke aLe..
#7
Yari NK
July 17th, 2007 at 11:13 pmUdah jualannya busuk, harganya nggak di-discount pula lagi ya??
Tapi moso sih udah busuk kayak begitu masih ada yg mau beli???
#8
lyl
wah…harusnya pegawai hypermartnya kudu teliti deh dg smua keadaan yg mo dijual. bkn buah aja, tp produk2 makanan n minuman meyangkut tgl kadaluarsanya. yaa malu dong dg bangunan segede gt tp brg yg dijualnya…..
#9
citra
waaaaaow
udah buSuk HArganya mahal lg
mang da yG beli kL buah busuk KaYak gt
#10
Daniel
(Jakarta, 12/02) Ada-ada saja tingkah perusahaan besar saat menghadapi tagihan. Contohnya HYPERMART yang menghadapi tagihan dari RAFLESIA, sebuah perusahaan penyewaan Alat Pesta yang berdomisili di Jakarta. Dengan sistem birokrasinya yang cukup rumit nampak jelas sekali pihak HYPERMART berupaya berkelit dari invoice perusahaan alat pesta tersebut. “Padahal sisa tagihannya cuma Rp. 10 juta-an”, kata Adiba, Humas dan Public Relation RAFLESIA. “Setiap kami mencoba untuk menagih, beberapa staf HYPERMART yang berkaitan saling lempar tanggung jawab, lanjutnya.



Di Indonesia, HYPERMART begitu familiar dengan masyarakat. Perusahaan yang melahirkan MATAHARI Departement Store dan GIANT itu saat ini memiliki lebih dari 5 ribu karyawan. Desember tahun lalu pihak HYPERMART menyewa beberapa unit tenda dari RAFLESIA untuk keperluan Grand Opening HYPERMART Kedung Badak, Bogor. Tenda-tenda tersebut disewa selama 10 hari oleh pihak HYPERMART. Namun entah kenapa pihak HYPERMART hanya membayar 7 hari masa sewa. Saat ditagih sisanya, staf-staf HYPERMAT yang berkaitan saling lempar tanggung jawab dan nampak ada upaya untukmenghindar dari tagihan. “Jujur, kami tidak menyangka bahwa perusahaan sebesar HYPERMART menghindar dari kewajiban membayar hutang. Kami merasa dipermainkan..!!!”. ujar Adiba menutup pembicaraan
#11
NY. Ludhi
July 31st, 2008 at 10:34 amAduhhhhh…….gimana si boook
kok GJ begitcu
lbh baik sblm busuk buahnya kan bisa dikasihkan saya
Hahahaha