Cara Keluar dari Saham Nyangkut Tanpa Cutloss: Belajar dari Minus Rp 400 Juta

By

Jauhari

7 April 2026, 06:34 WIB

Seorang investor tenang mencatat di jurnal pada malam hari dengan layar grafik saham di sebelahnya, mempraktikkan cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss melalui mindset value investing jangka panjang.
Seorang investor tenang mencatat di jurnal pada malam hari dengan layar grafik saham di sebelahnya, mempraktikkan cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss melalui mindset value investing jangka panjang.

Bagi kita yang sehari-hari sibuk mengurus bisnis affiliate, bekerja di depan layar laptop, atau menjalankan proyek digital, memantau pergerakan harga saham setiap detik adalah hal yang nyaris mustahil. Namun, di sisi lain, kita tentu tetap ingin aset finansial kita bertumbuh di pasar modal.

Seringkali, saat pasar sedang tidak bersahabat, melihat portofolio memerah bisa membuat kita pusing. Pertanyaan yang langsung muncul di kepala adalah: Bagaimana cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss? Haruskah kita buru-buru jual rugi untuk menyelamatkan sisa uang, atau ada strategi lain yang lebih menenangkan secara psikologis?

Hari ini saya menonton sebuah video yang sangat menenangkan dari channel The Investor (Rosi Perwita). Beliau membagikan pengalaman nyata bagaimana portofolio senilai Rp 3,2 Miliar miliknya sempat anjlok hingga minus sekitar Rp 400 juta di bulan Maret 2026, lalu perlahan berbalik arah menjadi positif tanpa beliau perlu menekan tombol cut loss sama sekali. Dari studi kasus tersebut, saya mencatat beberapa prinsip penting yang ingin saya abadikan di blog ini.

Kesalahan Utama: Investor yang Tiba-Tiba Jadi Trader

Pernahkah Anda mengalami siklus ini? Anda membeli sebuah saham dengan niat awal untuk investasi jangka panjang. Tiba-tiba saham itu hijau 10%. Tangan Anda gatal ingin segera take profit (mengambil untung). Anda tiba-tiba berubah pikiran menjadi seorang trader harian.

Namun sebaliknya, ketika Anda sengaja membeli saham untuk trading dan harganya anjlok (nyangkut), Anda tidak mau cut loss dan tiba-tiba beralasan, “Ah, biarkan saja, saya jadikan investasi jangka panjang.” Pola pikir yang plin-plan inilah musuh terbesar kita. Menurut Rosi Perwita, jika pola ini yang terus dipakai, portofolio kita tidak akan bertumbuh ke mana-mana. Cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss tidak dimulai dari keahlian membaca grafik teknikal, melainkan dari kedisiplinan mempertahankan identitas kita sebagai value investor.

Cara Keluar dari Saham Nyangkut Tanpa Cutloss: Strategi Konglomerat

Lalu, bagaimana konglomerat menyikapi market crash? Apakah tokoh seperti Michael Bambang Hartono (pemilik BCA) atau Prajogo Pangestu (pemilik Barito Pacific) akan panik dan menjual sahamnya saat harga turun tajam untuk “serok di bawah”? Tentu saja tidak.

Berikut adalah beberapa prinsip cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss yang sangat logis dan bisa kita tiru:

1. Ingatlah Bahwa Anda Membeli Bisnis, Bukan Sekadar Angka

Ketika Anda membeli saham, Anda sedang membeli sebagian kepemilikan dari bisnis nyata. Selama fundamental perusahaannya masih sangat kuat, rutin mencetak laba bersih, dan memiliki prospek masa depan yang cerah, penurunan harga saham hanyalah fluktuasi pasar sementara. Tugas utama kita hanyalah hold (tahan).

2. Fokus pada “Holding Period” Jangka Panjang

Dalam videonya, The Investor membagikan data historis portofolionya. Ia berhasil meraih keuntungan multibagger (ratusan persen) di saham-saham seperti BBRI, SMDR, hingga SCMA. Kuncinya ada pada waktu. Saham BBRI ditahan selama 3 tahun (2015-2018), bukan 3 minggu. Jika kita memberi waktu bagi perusahaan untuk mengeksekusi rencana bisnisnya, kita akan terbebas dari stres volatilitas jangka pendek.

3. Anda Tidak Perlu Mencetak Banyak Pemenang

Fakta menariknya: Dalam setahun, Anda tidak perlu memiliki puluhan saham yang harganya naik gila-gilaan. Cukup satu atau dua saham saja yang berhasil menjadi “pemenang” (multibagger) di portofolio Anda, itu sudah sangat cukup untuk mengangkat total kinerja portofolio dan menutupi kerugian dari saham lain yang sedang merah.

Mindset Target: Kalahkan IHSG, Bukan Kejar Nominal

Satu insight yang sangat membebaskan mental dari video ini adalah tentang cara kita menetapkan target keuntungan. Jika kita menetapkan target angka nominal (misalnya, “tahun ini portofolio wajib naik 50%”), kita akan sangat stres ketika pasar secara makro sedang hancur.

Alih-alih memakai angka nominal saklek, gunakanlah perbandingan relatif: Targetkan kinerja portofolio Anda untuk selalu berada di atas IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Jika tahun ini IHSG minus 12% dan portofolio Anda “hanya” minus 2%, itu artinya Anda sudah menang dan berhasil mengalahkan indeks pasar sebesar 10% (IHSG + 10%). Secara efek gulung (compounding) dalam jangka panjang (15-16 tahun), konsisten berada di atas IHSG akan membuat nilai aset Anda tumbuh hingga ribuan persen.

Penimpulan

Pada akhirnya, cara keluar dari saham nyangkut tanpa cutloss adalah dengan menggeser perspektif kita. Jangan terlalu sering membuka aplikasi sekuritas jika Anda memang sibuk mencari uang di luar bursa. Pastikan saja Anda sudah membeli perusahaan dengan fundamental mumpuni di harga yang salah harga (murah), lalu biarkan waktu yang bekerja untuk Anda.

Mari kita nikmati proses value investing ini, biarkan uang bekerja di latar belakang, sementara kita tetap fokus membangun income aktif kita hari ini!


(Catatan: Refleksi ini saya tulis setelah menyimak pengalaman langsung dari Rosi Perwita di channel The Investor. Jika kawan-kawan ingin melihat data historis portofolio beliau secara transparan, silakan tonton video aslinya di sini: TIPS BUAT KALIAN YANG INGIN KELUAR DARI NYANGKUT TANPA CUTLOSS !!!).

Author Image

Author

Jauhari

Abu @YashfaJauhar @ShaffiyaJauha Isteri @IvaFitria tinggal di @DesaPonjong Gunungkidul Yogyakarta Co. Founder NGONOO.com

Related Post

Tinggalkan komentar