Ada Apa Dengan 30 April 2008?

Untuk kesekian kalinya saya merubah lagi tampilan blog ini, kali ini saya mencoba membawa warna merah, hijau dan sedikit biru dengan keseluruhan putih. Pada desain kali ini, saya tidak memberikan banyak ornamen gambar. Saya mencoba mengurangi dan hanya bermain dengan font, garis, layout dan juga posisi. Tentu saja WordPress Themes ini akan saya bagi bagikan gratis untuk blogger tercinta. Kapan? Rencana pada tangga 30 April 2008 sesui dengan nama tema yang saya berikan.

Apa Saja di 30April

Tema ini standar aja dengan 2 kolom, extra footer, flickr, dan tentu saja support widget seperti tema saya yang lain. Menyimak sedikit detail tentang desain ini. Saya akan memberikan beberapa hilite* :D Diantaranya. Pada sisi post content dimana saya membagi menjadi dua dimana sebelah kiri berisi metadata dari post yang bersangkutan dan sebelah kanannya berisi konten itu sendiri.

flickr-post.jpg

Luasan dari tempat konten sebesar 500px sehingga cukup untuk menaruh foto ukuran medium (500px) flickr. Dan juga tidak terlalu lebar jika mau dikasih YouTube video.

Cara Kilat Upgrade WordPress

Bagi anda penyuka dan pengguna WordPress, ada satu kendala yang kadang mbikin pusing otak. Walaupun ini sebenarnya menunjukkan bahwa WordPress bukan hanya main main dengan selalu update systemnya dan selalu memberikan pencerahan kode-kodenya yang terdapat beberapa bugs sana sini ataupun menambah fasilitas berdasar kemauan user. Disini saya akan memberikan cara update super kilat dan Insya

Ayo Update Ke WordPress 2.5

Akhirnya The Next Episodes dari Mesin Blogging (WordPress) saya di luncurkan juga, dengan kode Brecker. Langsung aja menuju TKP dan unduh serta manfaatkan fitur fitur menariknya, seperti Built In Gallery, Tagging yang lebih Heboh, Multi File Uploading, Lebih Ajax, Tampilan Posting yang Lebih Kere, Tombol Audio, Image, Video, Interface Admin yang Fresh Look dan tentu

Cara Memisahkan Pingbacks/Trackbacks dengan Komentar

Diakui atau belum di akui, WordPress merupakan mesin blog yang handal, mudah, murah, dukungan komunitas yang besar, codex lengkap dan lain sebagainya. Kalau kita mau kembali menengok kebelakang, WordPress adalah jebolan dari sekolah B2Evolution yang sama Matt ditelorkan menjadi WordPress.

Saya sendiri, menggunakan WordPress sejak versi 0.x, walaupun saya akui WordPress bukanlah mesin blog pertama saya. Tapi semenjak kenal WordPress saya jatuh hati dengan kemudahan, support, php codenya dan lain sebagainya, walaupun bagi dedengkot txp, dengan menggabunngkan kode desain dan php jadi satu merupakan salah satu kekurangan WordPress, tapi bagi saya justru merupakan kelebihan WordPress ;)

Seperti Tagline WordPress: Kode Adalah Puisi, cukup nyaman bagi saya untuk mengotak atik dan menambah/menguranginya. Hasilnya beberapa tema wordpress gratis yang bisa sampean unduh.

Kali ini saya akan mengupas sedikit dan banyak, teknik memisahkan Trackbacks/Pingbacks dengan Komentar, seperti kita tau, default dari komentar WordPress dan Trackback dijadikan satu sehingga sering sekali tumpang tindih. Tujuannya memisahkan ini apa? Bagi saya tujuan ini untuk memudahkan reader lebih mudah mengetahui, kalau komen yang sudah ini termasuk murni komentar atau hanya berupa lacak balik. Tujuan lainnya? Ya silahkan ditanyakan langsung kepada blogger yang memisahkan tersebut. Karena apa yang saya sebutkan tadi cuma persangkaan aja :D *mbulet polll*

TextPattern vs WordPress

Sebagai seorang designer bukan programer seperti saya ini, seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan akan system apa yang akan digunakan untuk calon clientnya. Karena seperti kita tau, sekarang ribuan Open Source CMS Gratis beredar di Internet dan tentunya dengan keunikan yang berbeda beda. Walaupun kita sering dihadapkan pada CMS atau Blogging Engine yang mirip atau serupa tapi

Back to Top
%d blogger menyukai ini: