Desa XL

Desa Ponjong, mungkin anda baru mendengar satu kali itupun ketika anda membaca tulisan ini. Tapi bagi warga Gunungkidul seharusnya Desa Ponjong adalah desa yang cukup dikenal. Ini dikarenakan sudah 2 periode ini Bupati Gunungkidul di Pegang oleh Warga Ponjong. Yang terakhir yang menjabat adalah seorang profesor. Prof. Dr. Sumpeno Putro, MSc.

Desa XL - Program Xlalu Untukmu bulan Ramadhan
Desa XL - Program Xlalu Untukmu bulan Ramadhan

Kembali ke Desa Ponjong dan juga kaitannya dengan judul tulisan saya yaitu tentang Desa XL ini dikarenakan hampir semua warga di desa ini mempunyai kartu XL. Minimal satu keluarga ada anggota keluarganya yang menggunakan XL. Awal mula Desa Ponjong menjadi Desa XL ini saya melihat dari kecerdikan manajemen XL yang mana memasukkan Desa Ponjong sebagai jangkauan sinyalnya. Jadi sedari dulu ketika orang bilang HP maka yang akan diingat adalah Operator XL, maklum dulu Operator seperti Indosat dan Telkomsel tidak melirik daerah ini.

Gempa Kembali Mengguncang Jogja

gempa-jogja-2009Tadi malam, ketika kami sekeluarga lagi tidur, kami sekeluarga di kejutkan adanya Nuansa Gempa yang sangat begitu terasa di daerah Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Hampir semua warga di Desa kami berhamburan keluar, karena rata rata masih trauma dengan Gempa yang mengguncang di Bantul tempo lalu. Terlebih di rumah kami saat ini ada dua orang warga bantul yang pada Gempa di Bantul lalu ikut menjadi korban. (sick)

Jadi nuansa waspada begitu terasa di kedua orang tersebut. Alhamdulillah setelah kita menunggu di luar rumah takut kalau benar benar terjadi Gempa Susulan tidak terbukti. Kami mencoba akses ke situs BMG tapi pada saat kami mencoba akses ternyata situs tersebut DOWN, sepertinya terjadi OVER HIT :) Akhirnya satu satunya jalan kami hanya bisa melaporkan lewat Twitter, Facebook dan Mr Plurker. Melalui media inilah kami juga tahu kalau ternyata Gempa ini terjadi di Tenggara Wonosari didaerah Baron pada kedalaman sekitar 35km dengan kekuatan 6.6 SR.

Ponjong: Sebuah Perubahan

Tak terasa sudah hampir 3 bulan saya hidup di negeri sendiri, di kampung tempat saya dilahirkan, sebuah desa yang mbuncit makapit kapit. Sebuah desa, desa Ponjong. Seperti banyak orang yang selalu bilang dan bilang selalu. Kalau daerah di Gunungkidul itu tandus, penuh dengan daerah minus, kekeringan dimana mana dan juga merupakan basis PKI dimasa lalu.

kolam-air-sumber-ponjong-2

Sebuah ungkapan yang tidak salah, tapi juga tidak 100% mengandung kebenaran. Ketika kita mendapat cap/label bahwa si A itu nakal, bahwa desa ini seperti ini. Anda boleh percaya dengan kadar 50% atau kurang, karena 50% lagi masih butuh pembenaran. Kembali ke Desa Ponjong, sebuah desa yang Alhamdulillah termasuk daerah yang subur, sebuah daerah yang di karuniai sumber mata air yang terhampar gagah di depan tempat saya tinggal. Desa Ponjong adalah desa seribu kenangan, desa seribu dosa, desa seribu petuah bijak dan desa dimana Ayahanda Anas Ngabid dan Ibunda Sarilah Anas di panggil Allah yang maha kuasa.

I'm Going Home

Tak terasa, hampir 14 tahun saya meninggalkan negeri impian, tanah kelahiran. Banyak tempaan disana sini yang membuat saya menjadi seperti sekarang ini. Mulai awal awal saya harus sekolah kejuruan di Yogyakarta, sampai akhirnya terdampar di Kota Dingin kota malang kota seribu kenangan seribu impian seribu blogger :D

Home

Kalau boleh dibilang waktu 11 tahun bukanlah terdampar tapi suatu pencapaian lahir batin. Saya mendapatkan “SOK GELAR” sarjana serta Ijazah dan tentu saja Ijabsah :D Kemudian disini juga saya kenal tetek bengek itu CSS, itu WordPress, itu blogger, itu themes gratis, itu wordpress theme dan itu itu yang lain. Setelah yashfa hadir saya perlu suatu power yang lain untuk memacu langkah. Dan itu sudah saya putuskan dengan segera switch dari seorang employee menjadi seperti sekarang ini… Yah sekarang ini :D

Back to Top
%d blogger menyukai ini: