Home / Ponjong

Ponjong

Martabak Omega Proliman Ponjong

Beli Martabak O’mega dan Bayar secara Cashless dengan OVO di Ponjong

Era Cashless atau bahasa lainnya Transaksi Non Tunai, perlahan tapi pasti sudah mulai banyak bermunculan di Ponjong. Setelah beberapa waktu yang lalu kami Membeli Nasi Padang Cashless dengan Tbank nya BRI. 

Kami mencoba layanan Transaksi Cashless kembali, dan kali ini Jajan Martabak O’mega di Simpang Lima Ponjong atau lebih dikenal dengan Proliman Ponjong. Martabak O’mega ini berjualan di Selatan SD Negeri 2 Ponjong.

Selengkapnya »Beli Martabak O’mega dan Bayar secara Cashless dengan OVO di Ponjong
Mbah Sartilah tercinta

Selamat Jalan Mbah Sartilah

Mbah Sartilah atau Mbah Bani Syahidi, menghembuskan Nafas Terakhir pada Jum’at 14 Agustus 2014 pada Pukul 14.05 di Tembesi Ponjong, Simbah Sartilah meninggal dengan usia kurang lebih 95 Tahun.

Selamat Jalan Mbah Cukinah

Selamat Jalan Mbah Sartilah

Mbah Sartilah meninggalkan Putra dan Putri diantaranya. Mbah Tamziz Fauzi, Mbah Anas Ngabid (Alm), Mbah Mudzakir, Mbah Muslimah, Mbah Mubari, Mbah Mujirah, Mbah Istikhanah dan Mbah Faizuz Syabani.Selengkapnya »Selamat Jalan Mbah Sartilah

Musim Panen

Di @DesaPonjong dan sekitarnya… minggu-minggu ini menjadi event yang lumayan sibuk bagi para Petani.. termasuk keluarga kami. Walaupun kami bukan Keluarga Petani Langsung, tapi di Musim Panen seperti ini kami juga ikutan sibuk. Mengingat sebagai Petani Kedua, kami lebih banyak aktip di Musim Panen seperti ini.

Maklum sebagai Petani Kedua, kami kebagian bagi hasil dengan Petani Langsung, musim panen pertengahan tahun 2013 ini juga beragam. Ada yang Panen Kacang, ada yang Jagung, ada yang Ketela dan ada yang Kedelai. Tentu saja Panen Padi masih menjadi prioritas, akan tetapi Panen Padi biasanya untuk lahan2 di persawahan. Hanya beberapa petani yang masih berani mengambil resiko dengan menanam Padi di daerah tegal.Selengkapnya »Musim Panen

Kerjasama demi Desa Impian

Tinggal di desa kelahiran bagi sebagian orang adalah impian dan juga harapan. Tapi terus terang bagi kami tidak ada tujuan awal seperti itu. Saya sudah tinggal di beberapa wilayah dan kota. Mulai dari Desa Ponjong, Kota Yogyakarta, Kota Malang, Kota Pare Kediri pernah kami singgapi.

Pada dasaranya kami dan keluarga tidak mempunyai masalah tinggal di kota2 tertentu, semuanya kami ambil hikmahnya karena bagi kami itulah nikmatnya hidup dari disisi lain.

Dus akhirnya kami harus kembali ke desa Ponjong juga patut kami syukuri. Karena rencana pulang kampung ini tidak kami rencanakan sebelumnya. Tapi Karena kami sudah bertekad bersama maka kami dengan memantapkan hati mengucapkan Bismillah mulai menata diri bagi kami untuk berkembang.Selengkapnya »Kerjasama demi Desa Impian

Sekolah Sepakbola Tunas Timur Ponjong

20110503-075235.jpg

Sejak 2011 ini Desa Ponjong menambah kembali salah satu aspek pendidikan luar sekolahnya. Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Timur ini adalah SSB yang didirikan untuk majukan olah raga Sepak Bola di @DesaPonjong.

Diharapkan kedepannya SSB Tunas Timur ini bisa menghasilkan pemain2 yang bisa ikut berkiprah di kancah Nasional maupun internasional.

SSB Tunas Timur ini diprakarsai oleh Arif Al Fauzi salah satu pemerhati olah raga sepak bola di Kecamatan Ponjong ini.Selengkapnya »Sekolah Sepakbola Tunas Timur Ponjong

Mbangun Ndeso Yuk!

Mbangun Ndeso; Pernahkah terpikirkan untuk tinggal di sebuah desa, atau lebih tepatnya ditanah kelahiran? Ataukah sudah berpuwas diri dan merasa jumawa bisa dan selalu menikmati macetnya suasana kota, hirup pikuk kehidupan siang dan malam dikota yang katanya metropololitan?

Teh NasgitelSaya sendiri Alhamdulillah sudah pernah tinggal baik itu didesa ataupun dikota. Masa kecil saya selama hampir 15th saya habiskan didesa ponjong. Kemudian sedari SMK saya mulai melancong ke Kota Yogyakarta dan bertemu dengan kemacetan yang menurut saya masih tahap wajar. Kemudian saya lanjutkan dengan wisata pendidikan di kota Malang dan sekitarnya. Sampai saya kuliah dan menikah dengan bidadari asal Kota Pare Kediri.

Saya lumayan lama di Kota Malang, sekitar 11 Tahun waktu hidup saya habiskan di kota yang terkenal buah Apel ini. Kota Malang menurut kami bukanlah kota besar, kota ini jalur sibuknya hanya didaerah dan titik2 tertentu itupun dengan waktu tertentu2 pula.
Selengkapnya »Mbangun Ndeso Yuk!

Syahida: Life for Others

Syahida adalah sebuah nama klan kalau boleh dibilang seperti itu. Syahida adalah keluarga besar dari keturunan Bani Syahidi, sebuah keluarga kecil di desa Ponjong.

Syahida - Kisah Klasik untuk Masa Depan

Syahida - Kisah Klasik untuk Masa Depan

Jika para Blogger, pembaca atau siapapun pernah melihat Stiker dengan coretan Syahida Life for Others berarti apa yang ditempelin stiker itu adalah milik klan keluarga kami. Entah itu laptop, sepeda, sepeda motor, mobil atau apapun itu. Tujuan keluarga besar kami membuat stiker seperti itu bukan untuk gaya2an atau Show of Force (emang punya?) tapi hanya dan sekedar untuk penanda bagi kami ketika sedang bepergian.

Mengingat dari keluarga kecil kami telah beranak pinak, bercicit dan ber cucu2. Sehingga dengan adanya stiker kecil dan besar ini kita merasa ada rasa saling berbagi.Selengkapnya »Syahida: Life for Others

Cara Membentuk BUMDes

Baru baru ini saya diajak kawan untuk sedikit banyak mbangun deso atau istilah kerennya Noto Deso. Ya.. secara saya sekarang sudah hampir 2 tahun tinggal di Desa Ponjong, Gunungkidul ini. Terhitung sejak 1 Maret 2009 saya memutuskan untuk bedol kota kalau boleh di istilahkan seperti itu.

Kembali ke inti tulisan tentang Cara Membentuk BUMDes ini. Kami dan tim di Desa Ponjong sedang merumuskan apa yang harus dilakukan dan tahapan2 yang harus di lalui dalam membentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Berdasarkan kesimpulan dan juga kerangka acuan2 yang ada.

Selengkapnya »Cara Membentuk BUMDes