Crito HaPe Jadul

Punya pengalaman itu harus dibagi, kenapa dibagi karena dengan dibagi yang menikati tidak sendiri lagi.

Fungsi lain dari berbagi pengalaman itu akan tidak SAMA SEKALI membuat yang berbagi pengalaman menjadi miskin.

Mirip dengan orang yang berbagi Ilmu, apakah pernah ada Pak Guru dan Bu Guru yang protes ke Muridnya… Eh kalau minta ilmu jangan banyak2 nanti habis… tidak ada kan?

Ilmu & Pengalaman adalah “sesuatu” yang ketik di bagi justru akan semakin bermanfaat.  

Berapa Kali Makan Setiap Hari

Berapa kali kalian makan setiap hari? Sekali, Dua kali, Tiga kali? Masih makin wajib make Nasi? Ataukah sudah berhasil mengganti dengan yang lainnya? Roti, singkong atau kentang mungkin?

Kebutuhan Fisik yang utama adalah asupan makanan, dan biasanya Orang Jawa atau mungkin sebagian orang Indonesia kalau belum Makan dengan Nasi belum disebut makan. Walaupun sudah makan ketela goreng, roti, dan juga snack2 lainnya.

Jejak-Jejak Waktu bersama Telkomsel

Jujur Telkomsel bukanlah layanan komunikasi pertama yang pernah hinggap di jalur komunikasi saya. Sebelum akhirnya mantap dengan @Telkomsel ini saya sempat menggunakan si Hijau, Pernah juga dengan Si Kuning dan sempat dengan warna-warni

Poster Datar Kartu As 30 Jam
Poster Datar Kartu As 30 Jam

Layanan Telkomsel yang pertama kali saya gunakan adalah Kartu Halo dengan layanan Telkomsel Flash sebagai penunjang hobby online saya. Mengingat saat itu, hanya jaringan ini yang tersedia di tempat saya tinggal. Selain itu berdasarkan rekomendasi Jaringan ini paling baik koneksinya ditempat itu. Sampai saat ini ketika saya pindah kota saya masih nyaman menggunakannya(kurang lebih sudah 4th menggunakannya).

Kemudian seiring berjalannya waktu dan banyaknya pengguna dari rekan2 yang ber Telkomsel akhirnya saya juga berpindah diri dari layanan utama komunikasi (SMS, Telpon, Data) ke Telkomsel dan saya memutuskan menggunakan Layanan Telkomsel Simpati Freedom. Telkomsel Simpati Freedom ini saya gunakan di Smartphone saya baik itu di iPhone 4 dan juga mantan BlackBerry Bold 9900.

Mengenal Kota Medan

Kalau boleh jujur, tulisan saya ini terlalu cepat naik, karena saya di Kota Medan belum ada satu minggu, tepatnya sejak 5 Februari 2011. Tapi disini saya akan memberanikan diri berbagi. Berbagi yang saya coba share tentang Kota Medan ini adalah dari sisi tangkapan kamera iPhone 4 saja.

Kota Medan dari Laintai 21 Swiss-Belhotel
Kota Medan dari Laintai 21 Swiss-Belhotel

Kalaupun di bilang sudah keliling medan, saya rasa juga belum. Kami hanya sedikit2 berputar2 di jalanan medan, sambil menghapal jalanan di Kota Medan ini. Tentu saja kami sering dan sedikit2 membuka Apple iPhone 4 dengan aplikasi Maps yang selalu aktip. Dalam hal seperti ini saya bisa segera tahu di mana posisi saya saat itu termasuk nama jalanan. Tidak hanya itu saya juga bisa segera tahu Dimana Letak Hotel Swiss-bellhotel dimana kami menginap. Jadi istilah tersesat diera seperti ini adalah pengalaman memalukan :D

Hyatt Regency Yogyakarta

Grand Hyatt Regency Yogyakarta, kapan lagi saya bisa MACAK SUGIH kayak gini :D Ceritanya begini, kakak saya yang bekerja di perusahaan rokok terbesar di Kota Malang sedang ada meeting di Yogyakarta, Sleman tepatnya. Dan beliau kebetulan juga menginap di hotel mentereng Grand Hyatt Regency Yogyakarta ini.

grand-hyatt-yogyakarta

Sebelum berangkat dari Kota Malang, beliau sempat telpon2 istri, kalau suruh menemani, karena beliau juga ingin melihat ponakan. Akhirnya tanpa babibu kami segera kontak-kontak dengan Mbah Faizuz dan Mbah Isti. Dan Alhamdulillah, beliau mau mengantar ke Grand Hyatt Regency Yogyakarta ini.

Back to Top