Kurang-kurang Apa Coba?

Setahun 2015 memang sungguh meriah dan berwarna. Mencoba mainan baru naik turun pasang surut tapi Alhamdulillah tetap bisa bertahan. Dan 2015 Sebentar lagi akan kembali dilewati.

Wih.. cepet sangat, seperti baru kemarin eh tiba2 sudah ganti tahun lagi dan beberapa hal terpaksa SKIP lagi. Sedih? Bisa jadi tapi Bahagia? Bisa jadi juga.

Tahun 2015 ini emang penuh dinamika. Hari ini begitu bahagia membahana, esok hari sudah lesu tak terkira… ya itu bisa terjadi ketika lihat Dasbod :|

Dua Saudara: Auzi & Naufal

Auzi’na Kamaal Fata dan Nufail Naufal Muwafaq Muttaqi adalah ponakan dari Kakak Ketiga saya Ahmad Muttaqin dan Dwi Yuyun. Keduanya anak tersebut lahir di Jawa Timur, Lamongan nun jauh disana dari @DesaPonjong ini. Keduanya mempunyai keunikan sendiri2 dan saya bangga atas keduanya.

Naufal bin Ahmad Muttaqin
Naufal bin Ahmad Muttaqin

Tingkah polanyanya juga berbeda. Adiknya yang biasa dipanggil Naufal ini punya ketahanan badan yang luar biasa. Beberapa kali dia terjatuh dari aktifitasnya yang super hyperaktip membuatnya tahan banting tak terkira dengan keadaan jatuh seperti apapun.

Akan tetapi diluar hal itu, Naufal mudah sekali menangis menjadi-jadi ketika itu mengenai hati/perasaannya. Atau bisa dibilang dia akan lebih mudah terluka dengan verbal dibanding dengan fisik.

Birth, 'Choice' and Death

ANTARA HIDUP & MATI. Ada yang bilang…. Hidup itu………… berawal dari B & berakhir di D… B = Birth (Lahir).. & D = Death (Meninggal).. Tapi diantara huruf B & D ada huruf C.. C = Choice (Pilihan). Hidup selalu menawarkan pilihan…. Tersenyum atau marah. Memaafkan atau membalas. Mencintai atau membenci.. Bersyukur atau mengeluh. Berharap

Hari Ini 29 Tahun yang Lalu

Keluarga Syahidaku

Kata saudara-saudaraku hari ini (30 April 1980) 29 tahun yang lalu adalah hari dimana saya dilahirkan dari seorang pasangan Anas Ngabid (alm) dan Sarilah (alm). Saya dilahirkan dengan berat tidak tahu (karena saat itu timbangan masih dipake untuk menimbang kacang tanah) dan panjang tidak diketahui juga (karena saat itu meteran dipake untuk bangun rumah tetangga sebelahnya tetangga bapak) :D

Waktu bergerak sangat cepat dan tanpa pandang bulu, tanpa mau menunggu dan terus berjalan konstan dan terus berjalan. Kadang kita merasa jauh sekali ketinggalan sangat jauh. Tanpa kita sadari, tiba-tiba kita telah menjadi seperti sekarang ini. Banyak kenangan teringat dan banyak kenangan terlupakan juga. Peristiwa demi peristiwa datang dan pergi, ada yang memilukan ada yang membahagiakan. Tapi ingatlah kawan itu semua hanyalah peristiwa, baik itu buruk atau baik. Itu hanya peristiwa….. tidak kurang dan lebih.

Back to Top
%d blogger menyukai ini: