Tuntunan Sholat Idul Fitri Komplit

Berikut ini Tuntunan Sholat Idul Fitri Komplit dan rangkaian ibadah sebelum dan sesudahnya. Selamat mengikuti dan semoga bermanfaat.

Pemerintah Memutuskan Bahwa Idul Fitri 1436H jatuh pada Hari Jum’at 18 Juli 2015

Sehingga Tuntunan Sholat Idul Fitri Komplit bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Selamat Idul Fitri 1436H

Selamat Idul Fitri 1436H

Jika masih ada beberapa kekurangan penulis mohon maaf. Dan kami disini hanya membantu menyebarkan.. Penulis Asli adalah Ustadz M Busrowi Abdulmannan dari Gunungkidul, Yogyakarta. Continue reading

Hikmah Ramadhan

Tak akan habis kita bahas kalau membahas tentang Hikmah Ramadhan, bulan Ramadhan 1432 H ini adalah bulan yang spesial bagi umat Islam. Karena dibulan ini semua umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib berpuasa selama satu bulan penuh. Puasa yang oleh Allah digambarkannya sebagai ibadah yang sangat spesial karena ibadah ini adalah satu2nya ibadah yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan dan Allah semata.

20110803-073503.jpg
Ibadah puasa juga lain dengan ibadah2 lainnya karena ibadah ini tidak bisa diriya kan, tidak bisa dipamerkan seperti halnya ibadah lain. Selama satu bukan penuh, umat Islam digembleng hati, tindakan, dan pikirannya untuk selalu berpikir positif dan menjauhi hal hal yang pada bulan2 lain di halal kan seperti bercampurnya suami dan istri. Continue reading

Tata Cara Sholat Ied

Sebentar Lagi Ramadhan 1431 H akan segera berakhir, dan segera akan di sambut dengan bulan Syawal, Setiap tanggal 1 Syawal, Umat Muslim di Dunia ini di sunnahkan untuk mengikuti Sholat Ied. Berikut ini Tata Cara Sholat Ied yang kami sadurkan dari beberapa sumber.

Tata Cara Sholat Ied

Pertama :
Jumlah raka’at shalat Ied ada dua berdasaran riwayat Umar radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Shalat safar itu ada dua raka’at, shalat Idul Adha dua raka’at dan shalat Idul Fithri dua raka’at. dikerjakan dengan sempurna tanpa qashar berdasarkan sabda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Dikeluarkan oleh Ahmad 1/370, An-Nasa’i 3/183, At-Thahawi dalam Syarhu Ma’anil Al Atsar 1/421 dan Al-Baihaqi 3/200 dan sanadnya Shahih]

Kedua :
Rakaat pertama, seperti halnya semua shalat, dimulai dengan takbiratul ihram, selanjutnya bertakbir sebanyak tujuh kali. Sedangkan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali, tidak termasuk takbir intiqal (takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain,-pent)

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata :

“Artinya : Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir dalam shalat Idul Fithri dan Idul Adha, pada rakaat pertama sebanyak tujuh kali dan rakaat kedua lima kali, selain dua takbir ruku” [1]

Berkata Imam Al-Baghawi :

“Ini merupakan perkataan mayoritas ahli ilmu dari kalangan sahabat dan orang setelah mereka, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir pada rakaat pertama shalat Ied sebanyak tujuh kali selain takbir pembukaan, dan pada rakaat kedua sebanyak lima kali selain takbir ketika berdiri sebelum membaca (Al-Fatihah). Diriwayatkan yang demikian dari Abu Bakar, Umar, Ali, dan selainnya” [Ia menukilkan nama-nama yang berpendapat demikian, sebagaimana dalam ” Syarhus Sunnah 4/309. Lihat ‘Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam’ 24/220,221]

Continue reading

Noda-noda di Haji 2009?

Terus terang tulisan tentang Haji 2009 ini sedikit banyak terlambat, bukannya saya mau memperlambat diri, tapi karena aktifitas online saya yang sangat *limit* sehingga tulisan ini baru bisa terealisasikan saat ini.

Tulisan kali ini adalah informasi yang saya tangkap dari Saudara saya yang kebetulan tahun 2009 ini mendapatkan mandat untuk menjadi salah satu panitia yang bertugas di Arab Saudi sana. Tulisan kali ini adalah 100% bisa dipertanggung jawabkan dan semoga apa yang menimpa Kloter 69 ini tidak terjadi lagi ditahun tahun mendatang. Continue reading

Tata Cara Sholat

Dari Muhammad bin Amr bin Atho?, bahwasanya ia pernah duduk bersama beberapa para sahabat Nabi SAW membicarakan tentang shalat Nabi SAW, maka Abu Humaid As Saidi berkata : ?Aku adalah yang paling hafal diantara kalian tentang shalat Rasulullah, aku melihatnya apabila beliau takbir, beliau mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak beliau, dan apabila rukuk beliau meletakkan kedua tangan beliau di kedua lutut beliau kemudian membungkukkan punggungnya, dan apabila bangkit dari rukuk beliau berdiri hingga tiap-tiap tulang punggungnya kembali tegak seperti biasanya, dan apabila sujud beliau meletakkan kedua tangannya dengan lengannya tidak diletakkan dan tidak pula dirapatkan kepada kedua rusuknya dan ujung jari-jari kakinya menghadap ke kiblat, dan apabila beliau duduk pada rakaat kedua beliau duduk pada rakaat kedua, beliau duduk diatas kakinya yang kiri dan menegakkan tapak kakinya yang kanan, dan apabila beliau duduk pada rakaat yang terakhir, beliau mengulurkan tapak kakinya yang kiri dan menegakkan tapak kakinya yang kanan, lalu duduk diatas pinggulnya. (HR : Bukhori).

Selain hadist ini ada satu hadist lagi yang menerangkan tentang tata cara bertakbir dan mengangkat kedua tangan.

Dari Salim bin Abdullah ra. Dari bapaknya, ia berkata : ? Bahwasanya Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya ketika beliau hendak memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika kembali bangkit dari rukuk, dan beliau membaca ?Sami?allohu liman hamidah, robbanaa wa lakal hamdu?, sedangkan beliau tidak mengangkat tangannya waktu sujud.(HR : Bukhori)?

Semasa kecil aku diberitahukan cara berniat untuk shalat dengan nawaitu tapi sampai sekarang aku belum mengetahui dasarnya apakah Rasulullah juga melakukan hal itu atau hanya berniat didalam hati saja dan ataukah dengan mengangkat kedua tangan dan bertakbir itu sudah menandakan bahwa kita sudah berniat melakukan shalat. Apabila ada yang mengetahuinya mohon untuk diinformasikan untuk share lebih lanjut.
Continue reading