Ibunda Sarilah Anas

Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?”

Beliau menjawab, “Ibumu! Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?”

Rasul menjawab lagi, “Ibumu!” Ia balik bertanya, “Siapa lagi?”

Rasul kembali menjawab, “Ibumu!”

Ia kembali bertanya, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Bapakmu!”

Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari-Muslim).

Ibunda Sarilah Anas

Ibu. Sebuah kata yang sangat menggetarkan hati. Adakah orang yang paling dekat dari seseorang (setelah Allah) dari seorang ibu? Tidak ada! Seorang ibu adalah pesona kehidupan. Ia adalah lambang cinta abadi, pengorbanan yang hakiki dan pribadi utusan Ilahi di atas bumi-Nya. Ibu adalah wakil Allah di muka bumi. Meskipun demikian, bukan berarti seseorang harus melupakan ayahnya. Karena ayah dan ibu memiliki satu derajat dalam Al-Qur’an. Mereka berdua laksana “dua sisi mata uang yang absurd untuk dipisahkan. Keridhaan mereka merupakan keridhaan Allah. Dan murka mereka merupakan murka-Nya.

Terus terang dalam minggu minggu ini, saya belum bisa aktif menulis lagi di Blog ini, bukannya saya pelit atau saya sudah malas. Tapi ini dikarenakan tanggungan offline yang sangat pekat dan juga Ibunda Sarilah yang sedang berbaring di Rumah Sakit Sardjito lagi. Kali ini ibu masih di indikasi ada penyakit dalam yang perlu di sembuhkan. Penyakit dalam yang ibu derita ini membuat ibu kesulitan makan, ini dikarenakan segala makanan yang masuk akan menolak untuk keluar lagi :(( Hal ini membuat ibu belum bisa menikmati segala masakan/makanan yang masuk.

Bangun Malam atau Memang tidak bisa tidur?

Udah jadi kebiasan jika ada order yang mendesak dan ide belum 100% gatuk (ide disini saya maksudkan ide di otak dan juga ide kemauan) maka akan jadi semacam pertanda bahwa kerjaan butuh sentuhan lebih.

Lha ceritanya begini 1bulan yang lalu dapat pinjeman Laptop Lenovo N3000 yang bagi saya lumayan keren dan juga mantap cuma sayang sedikit kurang dari segi RAM, trus tuh laptop sudah saya kembalikan.

Back to Top
%d blogger menyukai ini: