Sungguh sedih melihat negeri tetangga kita (menggunakan gaya bahasa dari Republik Mimpi di Metro TV) yang tidak lelah diterpa masalah yang silih berganti dan berganti silih
Dan tambah sedih lagi, walaupun kenyataannya demikian hampir semua berita nasional negeri tetangga ini berisi coretan-coretan sisi negatif, mulai dari penggusuran, bentrokan, kasus korupsi, pelecehan, pemerkosaan, flu burung dan *ah sudahlah yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Dan kalau kita ikuti berita-berita tersebut sampai akhir bisa dibilang 68% atau lebih kita tidak akan menemukan berita positifnya. Dan kalaupun kita menemukan biasanya berhubungan dengan makanan daerah atau makan khas wilayah tertentu
opo tumon ini namanya.
Dan beberapa hari yang telah lalu juga denger dan melihat khabar rapor Sepakbola Nasioal yang kembali merah, karena ulah para penonton team Persebaya yang biasa disebut B***k (tulisan sengaja dikasih tanda asterik) merusak fasilitas stadion dan karena teamnya gagal menundukkan team Arema Malang. Bukannya saya tidak suka dengan sebutan B***k akan tetapi karena sebutan yang dipake ini menjadi semacam prejude yang tidak baik bagi para penonton team Persebaya, karena dengan adanya cap yang buruk ini akan memicu atau istilahnya menjadikan pembenar istilah itu bahwa penonton persebaya berhak melakukan tindakan anarkis dan benar benar orang yang nekat, alangkah baiknya jika para penonton Persebaya ini diberikan sebutan yang lebih sopan sebagai proses penertiban secara kata kata dan agar sebutan tersebut tidak digunakan sebagai pembenar kalau terjadi kerusuhan yang sama. Ada yang usul sebutan apa yang tepat?
Kadang saya cuma berguman dalam hati jika sedang menyaksikan berita berita semacam ini, apakah seburuk ini Negeri Tetangga kita ini? apakah ndak ada berita berita membangun yang akan membuat negeri Tetangga ini bisa bangkit kembali? Kok kayaknya berita kebencian/permusuhan sudah menjadi trend sesaat yang seperti bola salju semakin besar dan sulit terbendung.
Belum lagi menengok fenomena infotainment yang sudah di Fatwa haram sama N.U dan tetap melenggang tampil di Televisi yang sekali lagi *ah sudahlah.
Akankah lebih baiknya jika negeri tetangga kita itu mawas diri, dan mulai berfikir membangun sedikit demi sedikit untuk menjadikan suatu proses kemajuan dan mengejar ketinggalan dengan negeri negeri yang lain, walaupun kalau boleh jujur negeri tetangga kita ini tidak 100% ketinggalan tapi lumayan *ah sudahlah.
Marilah kita memikirkan bagaiman merubah yang sudah bisa dibilang nasi udah jadi bubur ini kita jadikan bubur ayam yang spesial agar negeri tetangga ini bisa kembali menjadi negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi (apa benar pernah seperti itu ya). Mari kita hilangkan prasangka buruk dengan prasangka baik baik.
Seperti kata AA’ GYM “Mulai dari yang Kecil, Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari SEKARANG”












#1
Arief Fajar Nursyamsu
September 6th, 2006 at 10:15 amGanti aja namanya jadi Pasoepati ..
#2
Aryo Sanjaya
September 6th, 2006 at 4:01 pmAku dulu juga berpikir begitu, kok banyak sekali yang berpikiran dan bertindak yang tidak seharusnya.
Tapi sekarang sudah mulai banyak orang yang sadar, atau paling tidak, aku semakin banyak bertemu orang yang punya pandangan yang sama dengan aku. Contohnya ya yang punya blog ini
Semoga bertambah banyak, dan akhirnya semua bisa hidup guyup rukun. Aamiin.
#3
Andi TheOwners
September 6th, 2006 at 4:13 pmklo mau pindah aja .. terserah mo pilih, alam jin
#4
vnuzday
September 6th, 2006 at 6:27 pmliat berita di Tipi, isinya ya itu-itu aja..
Bencana..kerusuhan…pokoke gag enek sing bener.
#5
aRdho
September 6th, 2006 at 6:49 pmiya.. aku juga kalo disini.. ngebaca berita2 di indo.. kayaknya smuanya berita buruk…
#6
Ary
September 7th, 2006 at 6:24 am1. Perang Saudara nang Papua
2. Dilarang Miskin (penggusuran)
3. Bentrok Mahasiswa (MahaGendeng)
4. Exsport Asap
5. Banjir Lumpur panas Porong Sidoarjo
6. Impor Beras
Saiki jamane Globalisasi Informasi cak jadi, era informasi, jadi informasi di deliver cepet banget, detik.com, metrotv dll media massa buanyak tumbuh menjamur, jadi informasi cepet banget sampean tangkep so seolah2 kejadian itu silih berganti ga ada abisnya, beda ama jamannya Pak harto dulu, informasi di sensor, media massa dibatasi, nah akibatnya dijaman om harto seolah2 keadaan tenterem banget ga ada gejolak, ga ada event, karena informasi disumbat…..
ngono wae selamat datang di era informasi…..
#7
doeljoni
September 7th, 2006 at 8:51 amrelax my friend
(meminjam istilahnya andry)
we live in not so perfect country…
#8
Anang
September 7th, 2006 at 8:30 pmAyo bangkit negaraku…!!! Bangkit dari keterpurukan!!!
#9
duck
September 7th, 2006 at 8:36 pm#10
irwan
September 8th, 2006 at 1:13 ampesen bubur ayam spesialnya satu…
#11
oón
September 8th, 2006 at 8:22 amsebentar lagi yang dibahas paling tentang preman muslim yang brutal…dengan alesan menyongsong ramadhan, nggebuki para germo & mucikari…
, pasti gak bakal ada tawur & rusak merusak…adanya mabok maning deh 

coba yang brangkat orang² macem gwe
#12
dirac
September 8th, 2006 at 1:03 pmKatanya di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Lha ini namanya agar badan sehat jadilah penjahat. Wheeeladalah!
#13
duck
September 8th, 2006 at 6:14 pmooooo… adaptasi think and act itu dari komen dulu baru baca?? huehehehe..

#14
Junkerz side B
September 9th, 2006 at 4:57 pmBANGUNLAH JIWANYA….
BANGUNLAH BADANNYA…
*mari kita bangunkan jiwa membangun kita…lalu bersama2 membanguun negeri ini sesuai dg keahlian kita dan kemampuan kita..*
#15
kus
September 10th, 2006 at 8:26 pmfatwa NU ? bukannya MUI bung! pan ada salah satu oknum NU yang ngaku ulama lebih suka ngekor sama bokongnya penyanyi dangdut ?
#16
demad
September 11th, 2006 at 2:47 pmGemah Ripah Loh Jinawi ====> waaaaaaaaaaa …. iki trade mark ku mas …. wes di gae hak paten loh ….
#17
aribowo
September 12th, 2006 at 1:13 pmiya neeh aku perhatiin akhir2 ini berita yang di tayangkan di (hampir) semua stasiun tv gak jauh dari kekerasan, emang udah gak ada hal lain lagi yang bisa jadi materi berita.
#18
BARRY
September 12th, 2006 at 10:41 pmAda waktunya, dimana nanti yang kita idam-idamkan dari negeri kita akan datang…. (kapan ya
)
#19
Guntar
September 25th, 2006 at 6:08 pmAyok mbikin media sendiri, yuk. Media para blogger. isinya cerita2 dan tulisan santun penuh hikmah. Dari situ harapannya kebaikan dapat tersebar dan mengakar, minimal pada diri kita sendiri .
Bersama kita bisa
#20
Jauhari
September 26th, 2006 at 7:54 am#2 Aryo Sanjaya
Mari berbenah, berbenah bersama… bangun Indonesia…
#8 Ary
Bad List semua yaa …
#12 doeljoni
Kalau gitu Make it Good my friends
#13 duck
*glodak
#15 Kus
Saya coba Googling Kok cuma nemukan Fatwa dari NU yaa?
http://aryanugraha.wordpress.com/2006/08/02/fatwa-haram-bagi-infotainment-dari-nu/
http://seeharrie.blogspot.com/2006/08/infotainment-haram.html
http://jalansutera.com/2006/07/27/infotainment-haram-itu
Bisa bantu cari info URLnya fatwa dari MUI?
#16 Demad
Yo wis… aku nyilih mas
#17 aribowo
Bukan ndak ada… saya takutnya lagi diseting demikian… semoga ini hanya prasangka buruk saya saja
#18 BARRY
Jawaban kebanyakannya adalah ‘KAPAN KAPAN” mas
#19 Guntar
Setuju mas, tinggal cari wadah dan nama yang tepat dengan komunitas, dan kita undang para blogger untuk memberikan uneg unegnya, agar bisa menjadi lebih baik, baik diri sendiri maupun bangsa ini secara keseluruhan