Ngonoo.com

Socializer


Subscribe to Full RSS Feed

RSS FeedIf you thing this article useful, please consider subscribing to our RSS Feed or e-mail updates and stay updated with us. You can also follow @jauhari on twitter for latest updates.


Seorang Suami, Seorang Abi dari Yashfa Jauhar, saat ini dengan rendah hati tinggal di Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Sekali kali menulis sesuatu yang terpikirkan diblog. Kami mencoba berbagi rasa dan juga ide agar Indonesia menjadi lebih bernama. Marilah majukan Indonesia melalui diri sendiri dan tak lupa kami juga ingin menyapa kalau saya Seorang Desainer Tema WordPress GRATIS!!

34 responses to “Tata Cara Sholat”

  1. soli

    Ass. Wr.Wb
    Ini ada kopian barangkali bermanfaat untuk anda.

    DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR

    Sumber : http://sholat-kita.cjb.net/

    Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat

    Tempat dilakukannya.

    Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah roka’atnya
    lebih dari dua (2), pada sholat wajib dilakukan pada roka’at yang ke-2.
    Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada roka’at yang terakhir.
    Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua.
    Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir

    Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri)
    (lihat gambar) sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk
    dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai)
    (lihat gambar), pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.

    Dari Abi Humaid As-Sa’idiy tentang sifat sholat Nabi shallallahu ‘alaihi
    wa sallam, dia berkat, “Maka apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam duduk dalam dua roka’at (-tasyahhud awwal) beliau duduk diatas
    kaki kirinya dan bila duduk dalam roka’at yang akhir (-tasyahhud akhir)
    beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya (lantai dll).”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

    Letak tangan ketika duduk.

    Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan
    sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan
    penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar
    di paha kiri (lihat gambar).

    Dari Ibnu ‘Umar berkata Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila
    duduk didalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan
    mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya
    yang kiri diatas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya.”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i).

    Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidak.

    Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir,
    berisyarat dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya.
    Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak
    digerak-gerakkan.

    “Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan
    menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan
    ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam
    jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau
    maka aku lihat beliau menggerak-gerakkannya berdo’a dengannya.”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).

    “Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi
    shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa
    dan tidak menggerakannya.”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).

    Membaca do’a At-Tahiyyaat dan As-Sholawaat.

    Do’a tahiyyat ini ada beberapa versi, untuk hendaklah dipilih yang kuat
    dan lafadhznya belum ditambah-tambah. Salah satu contoh riwayat yang
    baik adalah sebagai berikut:

    Berkata Abdullah : “Kami apabila shalat di belakang nabi shallallahu
    ‘alaihi wa sallam keselamatan atas jibril dan mikail keselamatan atas si
    fulan dan si fulan maka rasulullah berpaling kepada kami. Lalu beliau
    shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam
    maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:

    “AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAAT, AS-SALAMU’ALAIKA
    AYYUHAN NABIY WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUHU, AS-SALAAMU ‘ALAINA WA ‘ALAA
    ‘IBAADILLAHIS SHALIHIN. ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA
    MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUHU”

    artinya: segala kehormaatan, shalawat dann kebaikan kepunyaan Allah,
    semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan
    barakah-Nya. Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba
    Allah yang shalih; -karena sesungguhnya apabila kalian mengucapkan sudah
    mengenai semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi- Aku
    bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku
    bersaksi bahwasanya Muhammmad itu hamba daan utusan-Nya.
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari).

    Dari Ka’ab bin Ujrah berkata : “Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ?
    Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami, maka
    kami berkata : ‘Ya Rasulullah kami sudah tahu bagaimana cara mengucapkan
    salam kepadamu, lantas bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau
    berkata : ucapkanlah:

    “ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA
    ‘ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA
    MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA ‘ALAA AALI IBRAHIIM,
    INNAKA HAMIIDUM MAJIID.”

    artinya: “Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga
    Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga
    Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah
    berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah
    memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha
    Agung.”

    Berdo’a berlindung dari empat (4) hal.

    Hal ini dilakukan pada duduk tasyahhud akhir saja.

    …..Apabila kamu telah selesai bertasyahhud akhir maka…
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Agar tidak menyalahi riwayat -hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa
    sallam- ini maka dalam tasyahhud awwal bacaannya berhenti sampai membaca
    sholawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedang ta’awudz
    (berlindung dari 4 hal) ini dibaca hanya ketika tasyahhud akhir.

    Dari Abu Hurairah berkata; berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam : “Apabila kamu telah selesai bertasyahhud maka hendaklah
    berlindung kepada Allah dari empat (4) hal, dia berkata:

    “ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WA MIN ‘ADZAABIL
    QABRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL.”

    artinya: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, siksa
    kubur, fitnahnya hidup dan mati serta fitnahnya Al-Masiihid Dajjaal.”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim dengan lafadhz
    Muslim)

    Berdo’a dengan do’a/permohonan lainnya.

    …kemudian (supaya) dia memilih do’a yang dia kagumi/senangi…
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Al-Bukhari)

    Wassalamuallaikum warohmatulloh wabarokatuh.

  2. chan

    apa maksud gerakan telunjuk menunjuk saat tasyahud akhir??? [-o<:-s

  3. pipin

    :) terima kasih atas up loadnya, saya nagat bersyukur merasa terbantu sekali, karena saya muslim tapi cara sholatnya kayaknya belum memenuhi syarat dan tidak sesuai dengan yang rasul ajarkan. oleh karena itu saya mohon bantuan teman-teman bilamana terdapat informasi lainnya. jazakallahu khairan katsiroon. semoga Allah swt senantiasa melindungi kita dan kita semua diberi selamat dunia dan akhirat. amin

  4. nurulazri

    Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, dari Ibnu Abbas yang maksudnya sebagai berikut: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. apabila membaca: “sabbihissma rabbikal a’la beliau lalu membaca subhanarobbiyal a’la.

  5. koko

    Ass. Wr.Wb
    saya belum paham hukum islam sesudah salam mengusap muka?dan waktu berdoa menengadahkan tangan ke atas?
    Terimakasih atas bebagi ilmunya.
    Wassalamuallaikum warohmatulloh wabarokatuh

  6. Danta

    Terimakasih informasinya.. ternyata masih banyak yang perlu saya benahi..

    Dantas last blog post..Ayo Budayakan Berkomentar Terakhir

  7. Fahmi

    bismillah.
    Assalamualaikum. wa RahmaTu LLahi wa Baraa Kaa Tuh.
    yang penting shoLat nya yg 5 jangan di tinggalin bro,..sukur2 bisa tepat waktu nya, sukur2 bisa selalu berjama`ah.
    kalo masalah yang “furu`” ( baca: cabang/perbedaan/variatif/yang tidak prinsip ) ada istilah “aT-TanaWa`uL `ibadah” ( warna warni/variatif/perbedaan dalam beribadah( termasuk masalah sholat) ini bisa di konsultasikan ke Ulama yang antum kenal/jelas kredibilitas nya yang qualify juga ke ulama an nya.
    banyak sekali memang “at-Tanawa” dalam sholat itu sendiri, tapi kita jangan lalu ber persepsi ttg “siapa yang paling benar” lalu “menyalahkan yang lain”.
    oh ya.. antum perlu ketahui bahwa “allahumma” <— ini artinya “ya allah ( aku memohon ) ” dan “Robbana” <– ini juga berarti ” ya TUHAN kami” nah, kata2 “robb” = Tuhan, lalu Tuhan nya ummat moslem ya “Allah”.
    mudah2an bisa di pahami. sukur2 kalo antum mao belajar lagi bahasa arab, wah.. akan lebih mempermudah dan menambah keimanan kita insyallah.
    jadi “robbana ( ya tuhan kami) wa lakal hamd ( segala puji hanya untuk engkau ( ya allah) dan Allahumma robbana walakal Hamd .. secara makna ya.. ga jauh beda,walaupun secara tekstual berbeda.
    akhii.. (baca) sodaraku ..heheheh yang penting kita jangan tinggalin itu sholat yang 5, belajar terus,jangan lupa abis sholat juga kita “ngapain” ?..
    apa bener kita udah “bener2″ sholat? kalo abis sholat 5 waktu, di luar sana masih banyak jompo2 nenek2 kakek2 terlantar, anak2 yatim piatu, janda2 miskin. ya allah… sholat kita harusnya ada “buah” nya akhii..
    pohon aja ada buah nya, nah sholat kita?.. mana buahnya?
    dulu, waktu abis solat subuh nabi tanya sama sohabat “siapa yang pagi ini sudah shodaqah? ke anak yatim,fuqara,orang2 miskin…dll… semua waktu itu “merah” wajah nya krn malu,,,. ga ada yang jawab, kecuali abu bakr…
    kata nabi… wahai abu bakr.. semua pintu sorga terbuka untuk kamu…
    wassalam.

    1. purnomo

      bro… gw suka banget ama apa yang lo utarakan.. pliss kalo ada waktu… tolong bagi-bagi pengetahuan mengenai hal-hal kecil namun sangat besar makna dan arti serta penting sekali untuk di ketahui…

  8. Wiyono

    Assalamualaikum wr.wb.Mas Nurudin, saya ada ustadz yang bisa memberikan penjelasan tata cara sholat Nabi, berdasarkan Hadits lengkap dengan Rowi, Bab, halaman & nomor haditsnya. Hubungi Ustadz Imam Maliki di 0818-863353 (24 jam nonstop gratis konsultasi ttg Islam. Wasalamualaikum wr.wb.

  9. Wenny

    Saya butuh bimbingan cara shalat 5 waktu

  10. Muzakky

    kalau pingin tahu sholat yg bener menurut Rosul dan tidak ada bid’ahnya coba baca buku dg judul Pengajaran Sholat karangan A.Hassan.Penerbit Diponegoro Bandung

  11. novi

    saya mau tahu tatacara sholat dalam perjalanan terutama di kereta api, karena saya punya pengalaman gak sholat magrib dan isya, mau dijamak waktunya gak ada?. dari jakarta habis ashar sampai di nganjuk subuh. mau sholat duduk tapi gak tau caranya.

  12. roni

    pengen sholat yg bener2 biar ga sia2

  13. mama dika

    bisa tolong bantu tata cara sholat, gerakan dan doanya .suamiku baru masuk islam…

  14. Iwan

    Ass,Wr,Wb! Terimakasih untuk semuanya, smga Allah SWT membalas sesuai dengan amal perbuatan kita, amin. Wass,Wr,Wb!

  15. nanda

    kenapa cara shalat ada yang berbeda beda ya??
    contohnya an nadzir???

  16. andre

    jadi yang lebih di anjurkan menggerakan jari atau tidak???
    mana yang lebih shaheh???

  17. wani

    saya suka dengan taa cara shalat yang ada di bacaan di atas.. :-)
    karana semuanya terlengkapi….. tidak ada yang kurang…… :-D
    saya melihat webset ini karana sya ada hafalan doa doa salat…. :-D
    dan saya melihat nya ke webset ini….. (goodluck)

  18. GONDEWA

    As. war.wabkrth.

    Jika sekiranya tak mengganggu waktu, mohon petunjuk secara langsung ialah satu pertanyaan yang amat penting dan mendesak buat saya: “Yang mana yang paling benar menurut Sunnah Nabi, mengangkat telunjuk semenjak mulai baca Tahiyyat, atau tatkala dibaca “Syahadat”?

    Was,war.wabkrth.

  19. GONDEWA

    Mohon penjelasan, “yang mana” yang benar-benar dilaksanajan oleh Nabi Muhammad saw.?

  20. GONDEWA

    Bagaimana muslim bisa bersatu-padu, tata-cara sholat saja tidak sama!
    Oleh sebab itu saya membutuhkan sekali penjelasan yang paling akurat, demi persatuan!

    Terimakasih!

  21. kombok

    kalo bisa arabya ditulis juga dong,,
    kykya klo gak ada tulisan arabya kyk gmn gtuh. gak afdhol,hehe
    tp yg jelas terimaksi bgt karna ini sngt cukup mebantu,

  22. syaechu

    tak pepak kumahak atu kang (brokenheart) (brokenheart)

  23. Agus Triasmoro

    saya butuh buku Pengajaran Sholat Karangan A. Hassan, bagi yang memilikinyan mohon dikirim ke amailku, terima kasih

  24. Agus Triasmoro

    Tolong aku dikirimi Buku Pengajaran Sholat Karangan A. Hassan ke email agus.triasmoro@yahoo.com

  25. Agus Triasmoro

    Dalam buku Pengajaran SHolat Karangan A. Hassan apakah ada doa iftitah dan sebelum baca al Fatihah apakah didahului basmalah

  26. Baihaqy

    ini untuk menambah ilmu kita aja, sekaligus untuk menjawab pertanyaan tuan Jauhari mengenai Iftitah;

    Dari sahabat Ibnu Umar ra. katanya:
    “Ketika kami sedang melakukan shalat bersama Rasulullah SAW,tiba2 seorang lelaki berkata; Allahu akbar kabiiron,walhamdu lillahi katsiiron,wa subhaanallaahii bukrotaw wa ashiilaa.
    Lalu Rasulullah SAW bertanya: Siapa yang mengucapkan kalimat itu tadi?
    Orang tersebut menjawab:Saya, ya Rasulullah.
    Rasulullah berkata: Saya heran dengannya,sebab pintu2 langit terbuka karenanya.
    Ibnu Umar berkata; Sejak mendengar perkataan Rasulullah SAW itu,maka saya tidak pernah meninggalkan membaca doa tersebut”

    ini hadist mengenai keutamaan shalat berjamaah di mesjid yang dikumandangkan azan:

    Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radiallahu’anhu, ia berkata:
    “Barang siapa yang suka menghadap Allah dalam keadaan muslim, hendaklah ia selalu memelihara (berjama’ah) shalat fardhu, sebab Allah telah mensyari’atkan sunanul huda kepada nabi kalian salallahu’alaihi wassalam dan sesungguhnya (berjama’ah) shalat fardhu itu termasuk sunanul huda. Sekiranya kalian mengerjakan shalat di rumah kalian sebagaimana yang dikerjakan oleh orang yang tidak turut shalat berjama’ah, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Jika kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, berarti kalian telah sesat. Sungguh kami tidak menganggap seseorang dari kami yang meninggalkan shalat berjama’ah, melainkan sebagai munafiq yang sudah jelas nifaqnya. Sungguh pernah ada diantara kami seseorang yang (karena suatu udzur lalu) dipapah oleh dua orang hingga sampai di shaf.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Sungguh Rasulullah salallahu’alaihi wassalam pernah mengajarkan sunanul huda kepada kami dan sesungguhnya termasuk sunanul huda adalah mengerjakan shalat berjama’ah di masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya.”

    Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Ada seorang buta datang
    kepada Nabi saw. Dan ia berkata : “Wahai Rasulullah, tidak ada
    seorangpun yang menuntun saya untuk datang ke masjid,” kemudian ia
    minta keringanan kpd beliau agar diperkenankan salat di rumahnya,
    maka beliaupun mengizinkannya, tetapi ketika ia bangkit hendak
    pualng, beliau bertanya kepadanya : “Apakah kamu mendengar azan?” Ia
    menjawab : “Ya” Beliau bersabda : “Kamu harus datang ke masjid (HR.
    Muslim)

    mengenai hadist di atas terdapat riwayat lain, tetapi memiliki inti yang sama yaitu: kewajiban seorang muslim laki-laki yang baligh untuk shalat berjamaah dimesjid dimana azan dikumandangkan, jadi selalulah mememilihara untuk dapat shalat berjamaah dimesjid dimana azan dikumandangkan.

  27. angelinna sweet

    alhamdulillaah…
    akhirnya dapet jg penjelasan tentang gerakan sholat dari hadisthadist yang shohih (Insya Allah….) setelah sebelumnya baca artikel yang menghujat tentang gerakan sholat. jd kalo ada yg nanya udah bisa ngejelasin….Insya allah…..

    makasih ya Pak….

  28. TheSalt Asin

    Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Didalam Shalat Wajib / sunnah , itu tidak terikat oleh Shahih atau tidaknya suatu Hadits, tapi semuanya adalah hasil dari kemampuan Ijtihad [ ilmu dan kejelian melihat , membaca , mentafsirkan Hadits dan Al-Qur'an ] yang dimiliki / diambil oleh imam mereka yang berfatwa tentang Shalat itu sendiri , makanya dalam melaksanakan Shalat itu banyak atau ada beberapa perbedaan dalam bacaan dan gerakan dan kita tidak boleh menyalahkan hasil dari ijtihad para imam mereka yang berfatwa tentang Shalat [ hanya Allah swt yang menilai ].

    Makanya para Ulama terdahulu berpesan : wahai saudaraku , apabila engkau hendak berTaqlid atau berguru ataupun ber Ittiba , maka hendaklah bertaqlid,berittiba,berguru kepada orang yang nasabnya sampai ke Rasulullah saw , supaya dapat dipertanggungjawabkan diakhirat kelak.

    Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    http://thesaltasin.wordpress.com/category/al-quran-teks-dan-terjemahan/

  29. Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan « ..my blog room..

    [...] menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang [...]

  30. muflihin

    semoga membantu sahabatku yg mencari do’a ruku :

    Yang Dibaca Ketika Ruku’
    Do’a yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa macam, semuanya pernah dibaca oleh beliau jadi kadang membaca ini kadang yang lain.

    1. SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHZIM 3 kali atau lebih (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).

    ruku01.gif

    Yang artinya:

    “Maha Suci Rabbku, lagi Maha Agung.”

    2. SUBHAANA RABBIYAL ‘ADHZIMI WA BIHAMDIH 3 kali (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ad-Daroquthni dan Al-Baihaqi).

    ruku02.gif

    Yang artinya:

    “Maha Suci Rabbku lagi Maha Agung dan segenap pujian bagi-Nya.”

    3. SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUL MALA-IKATI WAR RUUH (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah).

    ruku03.gif

    Yang artinya:

    “Maha Suci, Maha Suci Rabb para malaikat dan ruh.”

    4. SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII

    ruku04.gif

    Yang artinya:

    “Maha Suci Engkau ya, Allah, dan dengan memuji-Mu Ya, Allah ampunilah aku.”

    Berdasarkan hadits dari ‘A-isyah, bahwasanya dia berkata:

    “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak membaca Subhanakallahumma Wa Bihamdika Allahummaghfirlii dalam ruku’nya dan sujudnya, beliau mentakwilkan Al-Qur-an.”
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim).

    Do’a ini yang paling sering dibaca. Dikatakan bahwa ada riwayat dari ‘A-isyah yang menunjukkan bahwa Rasulullah sejak turunnya surat An-Nashr -yang artinya: “Hendaklah engkau mengucapkan tasbih dengan memuji Rabbmu dan memohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat.” (TQS. An-Nashr 110:3)-, waktu ruku’ dan sujud beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu membaca do’a ini hingga wafatnya.

  31. muhammad aldi alauudin

    Alhamdulillah Sekarang Jadi Lebih Tau.!

  32. Supriyadi

    Mohon petunjuknya ” Apabila dalam melaksanakan sholat lupa jumlah rakaat yang telah dilaksanakan, baik sebelum salam maupum sesudah salam ” apa yang harus dilakukan.

Leave a Reply