Konsep Sederhana Bisnis Payung di Pantai (Pok Tunggal)

Tadi Ahad 22 Januari 2017 saya sekalian (Istri Iva Fitria, Anak Mbarep Bang Yashfa Jauhar dan Adik Shaffiya Jauha) ke Pantai Kawasan Selatan Gunungkidul. Dan tujuan di Ahad ini adalah Pantai Pok Tunggal. Kami mengambil jalur Ponjong – Semin – Tepus (Pantai Pok Tunggal).

Niat ke Pantai ini sudah kami SKEDUL pada Sabtu Malam, tapi sempat mau gagal karena Ahad Pagi Bakda Subuh Hujan lumayan lebat sempat mampir di Ponjong. Tapi namanya sudah niat kami tetep berangkat dan Alhamdulillah Hujan pagi itu sebatas sapaan, karena hingga sore Ponjong dan mungkin kawasan Gunungkidul tidak hujan. Termasuk di Pantai Pok Tunggal tersebut. Continue reading “Konsep Sederhana Bisnis Payung di Pantai (Pok Tunggal)”

Koneksi Internet di Gunungkidul Yogyakarta

Sejak Awal 2009, saya pindah atau mudik ke Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Desa Ponjong ini sudah mengalami beberapa ganti Koneksi Internet.

Tujuannya tentu saja adalalah Koneksi Cepat, Harga Murah dan Tersedia hampir di semua wilayah di Gunungkidul. Apa ada? Belum ada yang 100% cover seperti itu.

Tapi saya mau cerita saja. Saya pernah dan masih menggunakan layanan beberapa Operator Seluler, mulai dari Telkomsel (si Merah), XL Axiata (si Ijo) dan Indosat (si Kuning) dan Smartfren (nggak tau ini warnanya apa). Dan tentu saja Telkom Speedy untuk Koneksi data di rumah. Continue reading “Koneksi Internet di Gunungkidul Yogyakarta”

Sosialisasi Perekrutan Staff Desa Ponjong

Hari ini 20 September 2012 di Dusun Sumber Kidul sedang diadakan sosialisasi Perekrutan Staff untuk Desa Ponjong.  Ada dua bagian yang membutuhkan staff yang pertama adalah Bagian Pemerintahan dan Bagian Kesejahteraan Masyarakat. 

Rencana nya pembukaan pendaftaran akan di mulai tanggal 1 Oktober dan berakhir tanggal 8 Oktober 2012 ini.
Continue reading “Sosialisasi Perekrutan Staff Desa Ponjong”

Jaman Gaber

Jaman Gaber, Begitulah biasa Bapak, Pakde, Paklik dan juga saudara2 kami mengenal jaman suram di Kabupaten Gunungkidul. Karena Jaman inilah juga membuat hampir semua warga gunungkidul yang pergi melancong atau menjemput rejeki ditempat lain mendapatkan citra negatip (mengenai hal ini kami akan bahas di tulisan lain)

Jaman Gaber adalah jaman susah di sekitar tahun 1950-1955/160-164 via Faizuz Sya’bani di Kabupaten Gunungkidul. Jaman dimana makan sangat susah, bahkan tidak sedikit didaerah Gunungkidul ini yang mati kelaparan, menukarkan tanah demi beberapa karung Gaplek. Jaman yang penuh penderitaan dan juga jaman dimana makanan adalah hal yang sangat susah. Nasi Putih dan Tempe adalah makanan yang sangat langka dan susah didapat. Simbah, Pakde2 cerita kalau makan Nasi Putih + Tempe hanya bisa dilakukan pada waktu Lebaran dan terkadang pada watu Rasulan (Saat itu masih ada Rasulan). Sehari hari mereka bertahan hidup dari Ampas Ketela yang sudah diambil sari patinya. Jangan tanyakan rasanya… karena rasa itu urusan nomer sekian. Continue reading “Jaman Gaber”

Gunungkidul

Gunungkidul adalah WordPress Theme dengan konsep yang simple dan nyaman… Nyaman itu relatip tapi nyaman bagi saya itu pasti :-D Gunungkidul saya develop menggunakan 960.gs extended. Extended disini karena saya menggunakan 24 Grid yang sudah di modifikasi. Hanya 2 kolom dengan extra footer adalah salah satu ciri di Gunungkidul.

Anda tidak akan bisa berharap banyak permainan warna dari theme gratis ini, saya mencoba memperluas pengguna dengan menggunakan gaya yang sederhana tapi bisa bermanfaat bagi semua. Maksud saya bermanfaat bagi semua adalah pengguna yang lebih luas. Bagi yang suka foto foto, bagi yang suka menulis banyak dan bagi yang suka mencari uang lewat internet baik lewat adsense, iklan iklan atau lain sebagainya akan bisa masuk mendaya gunakan Gunungkidul.
Continue reading “Gunungkidul”

Ponjong: Sebuah Perubahan

Tak terasa sudah hampir 3 bulan saya hidup di negeri sendiri, di kampung tempat saya dilahirkan, sebuah desa yang mbuncit makapit kapit. Sebuah desa, desa Ponjong. Seperti banyak orang yang selalu bilang dan bilang selalu. Kalau daerah di Gunungkidul itu tandus, penuh dengan daerah minus, kekeringan dimana mana dan juga merupakan basis PKI dimasa lalu.

kolam-air-sumber-ponjong-2

Sebuah ungkapan yang tidak salah, tapi juga tidak 100% mengandung kebenaran. Ketika kita mendapat cap/label bahwa si A itu nakal, bahwa desa ini seperti ini. Anda boleh percaya dengan kadar 50% atau kurang, karena 50% lagi masih butuh pembenaran. Kembali ke Desa Ponjong, sebuah desa yang Alhamdulillah termasuk daerah yang subur, sebuah daerah yang di karuniai sumber mata air yang terhampar gagah di depan tempat saya tinggal. Desa Ponjong adalah desa seribu kenangan, desa seribu dosa, desa seribu petuah bijak dan desa dimana Ayahanda Anas Ngabid dan Ibunda Sarilah Anas di panggil Allah yang maha kuasa. Continue reading “Ponjong: Sebuah Perubahan”

GlobeSurfer II 7.2

GlobeSurfer II 7.2 adalah Jembatan kami yang baru dalam mengarungi dunia maya. Karena sejak saya migrasi besar besaran, terus terang saya ada kendala koneksi internet. Sewaktu di malang, saya masih bisa wuz wuz dengan Telkomsel Flash dengan HSDPAnya tapi ketika di lokasi puritan, terpaksa saya harus menggunakan jalur EDGE dan kadang GPRS :(

optionglobesurferii-72Masalah kemudian muncul ketika Option GlobeThroter II 7.2 saya sudah mendekati AUS, si Option modem tidak mau konek pada jaringan GPRS/EDGE maunya hanya pada 3G only. Jadi ketika saya paksa ke mode GPRS/EDGE si modem kembang kempis. Akhirnya dengan terpaksa, saya harus mencari barang pengganti. Setelah browsing sana sini, saya ketemu dengan Online Store di jakarta sana dan nego sana sini akhirnya deal dengan GlobeSurfer II 7.2 ini.

Walaupun jaringan yang di dapat masih GPRS/EDGE tapi secara umum saya puwas. GlobeSurfer II 7.2 ini bukanlah modem seperti punya saya tempo dulu. Tapi ini Router GSM yang ciamik dan Good Looking. Yang lebih penting lagi saya bisa kembali beraktifitas menyapa dunia bayangan dan menyelesaikan janji janji yang belum tertepati. Continue reading “GlobeSurfer II 7.2”

Ngrenehan, Ngobaran dan Nguyahan

Ngrenehan, Ngubaran and Nguyahan

Ngrenehan, Ngubaran and Nguyahan

Ngrenehan, Ngubaran and Nguyahan

Ngrenehan, Ngubaran and Nguyahan

Ngrenehan, Ngubaran and Nguyahan
Sedikit Uniq dan aneh yaa denger kata kata diatas? tapi itulah tempat saya, istri dan saudara/i saya menikmati bulan Syawal dan masih dalam nuansa Idul Fitri 1428 H yang kental sekali. Tiga kata diatas adalah nama nama pantai di daerah Sapto Sari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Ini sudah kesekian kalinya saya mengunjungi dan menikmati Pantai yang bisa di bilang masih Cukup Prawan ini. Jadi kronologinya kita serombongan beli ikan di Ngrenehan dan membakarnya di Ngobaran. Jadi kalau kata Bondan Winarno, makan Ikan bakar di Pantai rasanya Mak Nyus ;)

Wis itu dulu aja, Selamat Idul Fitri 1428 H mohon maaf segala khilaf baik lisan maupun tulisan, baik batin atau ucapan.

*Now With Photos ;)

Pantai Gesing Gunungkidul Yogyakarta

Di Gunungkidul wilayah yang oleh para kuli tinta termasuk daerah kering(sering terjadi kekeringan) menyimpan berbagi tempat wisata yang menjanjikan jika dikelola secara profesioanal, Tempat wisata mulai dari Gua-gua, waduk, sampai dengan Pantai yang tersebar di sepanjang pesisir kabupaten Gunungkidul, bagi kalayak ramai mungkin hanya tau sebagian kecil dari pantai-pantai di Gunungkidul, semisal Baron, Krakal, Kukup. Lebih dari pantai panti itu di Gunungkidul terpadat pantai pantai lain yang mulai mendapat tempat bagi wisatawan lokal, mulai pantai Wedi Ombo, Ngrenehan, Ngobaran, Ngliyep dan lain sebagainya.

Namun kali ini saya ini menceritakan pantai yang lain lagi, yaitu Pantai Gesing. Pantai Gesing yang merupakan daerah baru dan sering disebut Pantai Prawan (karena belum tersentuh para pebisnis).

Continue reading “Pantai Gesing Gunungkidul Yogyakarta”