Dua Salam dari Korea Jaman Dahulu yang Masih Eksis sampai Saat ini

Kamis 5 Januari 2016 kemarin, kami mendapatkan undangan Seminar Pertumbuhan Perekonomian Desa di Korea Selatan Melalui Saemaul Undong yang menghadirkan Prof. Dr. Yang Seung Yoon. Beliau adalah (Guru Besar di Hankook University of Foreign Studies, Korea Selatan & Dosen Tamu Universitas Gajah Mada, Yogyakarta).

Dalam Seminar di Balai Desa tersebut, Mbah Professor tadi berbicara kurang lebih satu jam. Kami menyebutnya Mbah karena usianya sudah tidak muda lagi 71 Tahun. Continue reading “Dua Salam dari Korea Jaman Dahulu yang Masih Eksis sampai Saat ini”

Kerjasama demi Desa Impian

Tinggal di desa kelahiran bagi sebagian orang adalah impian dan juga harapan. Tapi terus terang bagi kami tidak ada tujuan awal seperti itu. Saya sudah tinggal di beberapa wilayah dan kota. Mulai dari Desa Ponjong, Kota Yogyakarta, Kota Malang, Kota Pare Kediri pernah kami singgapi.

Pada dasaranya kami dan keluarga tidak mempunyai masalah tinggal di kota2 tertentu, semuanya kami ambil hikmahnya karena bagi kami itulah nikmatnya hidup dari disisi lain.

Dus akhirnya kami harus kembali ke desa Ponjong juga patut kami syukuri. Karena rencana pulang kampung ini tidak kami rencanakan sebelumnya. Tapi Karena kami sudah bertekad bersama maka kami dengan memantapkan hati mengucapkan Bismillah mulai menata diri bagi kami untuk berkembang. Continue reading “Kerjasama demi Desa Impian”

Mbangun Ndeso Yuk!

Mbangun Ndeso; Pernahkah terpikirkan untuk tinggal di sebuah desa, atau lebih tepatnya ditanah kelahiran? Ataukah sudah berpuwas diri dan merasa jumawa bisa dan selalu menikmati macetnya suasana kota, hirup pikuk kehidupan siang dan malam dikota yang katanya metropololitan?

Teh NasgitelSaya sendiri Alhamdulillah sudah pernah tinggal baik itu didesa ataupun dikota. Masa kecil saya selama hampir 15th saya habiskan didesa ponjong. Kemudian sedari SMK saya mulai melancong ke Kota Yogyakarta dan bertemu dengan kemacetan yang menurut saya masih tahap wajar. Kemudian saya lanjutkan dengan wisata pendidikan di kota Malang dan sekitarnya. Sampai saya kuliah dan menikah dengan bidadari asal Kota Pare Kediri.

Saya lumayan lama di Kota Malang, sekitar 11 Tahun waktu hidup saya habiskan di kota yang terkenal buah Apel ini. Kota Malang menurut kami bukanlah kota besar, kota ini jalur sibuknya hanya didaerah dan titik2 tertentu itupun dengan waktu tertentu2 pula.
Continue reading “Mbangun Ndeso Yuk!”

Cara Membentuk BUMDes

Baru baru ini saya diajak kawan untuk sedikit banyak mbangun deso atau istilah kerennya Noto Deso. Ya.. secara saya sekarang sudah hampir 2 tahun tinggal di Desa Ponjong, Gunungkidul ini. Terhitung sejak 1 Maret 2009 saya memutuskan untuk bedol kota kalau boleh di istilahkan seperti itu.

Kembali ke inti tulisan tentang Cara Membentuk BUMDes ini. Kami dan tim di Desa Ponjong sedang merumuskan apa yang harus dilakukan dan tahapan2 yang harus di lalui dalam membentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Berdasarkan kesimpulan dan juga kerangka acuan2 yang ada.

Continue reading “Cara Membentuk BUMDes”

Desa XL

Desa Ponjong, mungkin anda baru mendengar satu kali itupun ketika anda membaca tulisan ini. Tapi bagi warga Gunungkidul seharusnya Desa Ponjong adalah desa yang cukup dikenal. Ini dikarenakan sudah 2 periode ini Bupati Gunungkidul di Pegang oleh Warga Ponjong. Yang terakhir yang menjabat adalah seorang profesor. Prof. Dr. Sumpeno Putro, MSc.

Desa XL - Program Xlalu Untukmu bulan Ramadhan
Desa XL - Program Xlalu Untukmu bulan Ramadhan

Kembali ke Desa Ponjong dan juga kaitannya dengan judul tulisan saya yaitu tentang Desa XL ini dikarenakan hampir semua warga di desa ini mempunyai kartu XL. Minimal satu keluarga ada anggota keluarganya yang menggunakan XL. Awal mula Desa Ponjong menjadi Desa XL ini saya melihat dari kecerdikan manajemen XL yang mana memasukkan Desa Ponjong sebagai jangkauan sinyalnya. Jadi sedari dulu ketika orang bilang HP maka yang akan diingat adalah Operator XL, maklum dulu Operator seperti Indosat dan Telkomsel tidak melirik daerah ini. Continue reading “Desa XL”

Ponjong: Sebuah Perubahan

Tak terasa sudah hampir 3 bulan saya hidup di negeri sendiri, di kampung tempat saya dilahirkan, sebuah desa yang mbuncit makapit kapit. Sebuah desa, desa Ponjong. Seperti banyak orang yang selalu bilang dan bilang selalu. Kalau daerah di Gunungkidul itu tandus, penuh dengan daerah minus, kekeringan dimana mana dan juga merupakan basis PKI dimasa lalu.

kolam-air-sumber-ponjong-2

Sebuah ungkapan yang tidak salah, tapi juga tidak 100% mengandung kebenaran. Ketika kita mendapat cap/label bahwa si A itu nakal, bahwa desa ini seperti ini. Anda boleh percaya dengan kadar 50% atau kurang, karena 50% lagi masih butuh pembenaran. Kembali ke Desa Ponjong, sebuah desa yang Alhamdulillah termasuk daerah yang subur, sebuah daerah yang di karuniai sumber mata air yang terhampar gagah di depan tempat saya tinggal. Desa Ponjong adalah desa seribu kenangan, desa seribu dosa, desa seribu petuah bijak dan desa dimana Ayahanda Anas Ngabid dan Ibunda Sarilah Anas di panggil Allah yang maha kuasa. Continue reading “Ponjong: Sebuah Perubahan”