Semester Kedua

Tak terasa sudah sampai Semester Dua di Tahun 2017 ini, ya kata pertama tentu saja Alhamdulillah, terlepas PROGRES nya belum 100% sesuai harapan tapi setidaknya ada proses kesana. Dan di Semester Kedua ini saya tetap FOKUS untuk FINISHING GOAL yang sempat saya Tweetskan beberapa waktu yang lalu. Hal yang harus saya syukuri adalah proses sampai ketitik ini, apa yang tadinya MUSTAHIL ternyata itu semacam TEMBOK SEMU saja. Asal kita mau DO SOMETHING, SOMETHING GOOD always coming.

Dalane dewe-dewe, gawe dalan sing apik lan kepenak. gawe dalan sing wong liya iso melu lewat lan syukur melu ngrawat dalan kwi, tambah nyaman kanggo lewat nggo alon keno di sengkakke yo semono ugo.

26 Mei 2017 Awal Ramadan kemarin saya sempat dapat bocoran Tauziah dari Ustadz @KhusnunIrawan, dari sebuah Video sederhana yang sangat pas dan sering saya alami. Tentang Sifat yang harus dijauhi setiap muslim. Dan diterangkan dalam Video yang cantik dan menarik IN ENGLISH.

Ya sifat HASAD, ketika saya GOOGLING web pertama membahas HASAD adalah MUSLIM.or.id dan ALMANHAJ.or.id dan RUMAYSHO.com, semua memberikan gambarkan tentang hasad ini.

MUSLIM.or.id

Menuliskan tentang Hasad dengan Judul Bahaya Hasad disini

Hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain

Lucunya penulis dari MUSLIM.or.id ini adalah penulis yang sama dari RUMAYSHO.com (menurut informasi sebelum memiliki RUMAYSHO.com, Ustadz Abduh Tuasikal ini emang sering menulis di MUSLIM.or.id

ALMANHAJ.or.id

Di Al Manhaj ini menulis dengan judul dengan Tajuk, Jangan Biarkan Anda menderita karena Hasad yang ditulis oleh Ustadz Nur Kholis bin Kurdian yang kurang lebih seperti ini

BAHAYA HASAD disini

Hasad (dengki) merupakan penyakit hati yang berbahaya bagi manusia, karena penyakit ini menyerang hati si penderita dan meracuninya; membuat dia benci terhadap kenikmatan yang telah diperoleh oleh saudaranya, dan merasa senang jika kenikmatan tersebut musnah dari tangan saudaranya.

Pada hakikatnya, penyakit ini mengakibatkan si penderita tidak ridha dengan qadha’ dan qadar Allah Azza wa Jalla, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah : “Sesungguhnya hakikat hasad adalah bagian dari sikap menentang Allah Azza wa Jalla, karena ia (membuat si penderita) benci kepada nikmat Allah Azza wa Jalla atas hamba-Nya; padahal Allah Azza wa Jalla menginginkan nikmat tersebut untuknya. Hasad juga membuatnya senang dengan hilangnya nikmat tersebut dari saudaranya, padahal Allah k benci jika nikmat itu hilang dari saudaranya. Jadi, hasad itu hakikatnya menentang qadha’ dan qadar Allah Azza wa Jalla.”

Penyakit ini sering dijumpai di antara sesame teman sejabatan, seprofesi, seperjuangan, atau sederajat. Oleh sebab itu, tak jarang dijumpai ada pegawai kantor yang hasad kepada teman sekantornya, tukang bakso hasad kepada tukang bakso lainnya, guru hasad kepada guru, orang ahli ibadah atau Ustadz atau kyai hasad kepada yang sederajat dengannya. Jarang dijumpai hasad tersebut pada orang yang beda kedudukan dan derajatnya, seperti tukang bakso hasad kepada kyai atau tukang becak hasad kepada Ustadz, meskipun tidak menafikan kemungkinan terjadinya.

Penyakit hasad hendaknya dijauhi oleh setiap Muslim, karena madharatnya sangat besar, terutama bagi si penderita baik madharat dari sisi agama maupun dunianya. Tidakkah kita ingat, kenapa Iblis dilaknat oleh Allah Azza wa Jalla?; tidak lain karena sikap hasad dan sombongnya kepada Adam Alaihissallam yang sama-sama makhluk Allah Azza wa Jalla.

RUMAYSHO.com

Website Resmi Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T., M.Sc ini menulis dengan Tajuk

Hasad dan Saling Hasud disini

Seorang lulusan kuliah syari’ah mungkin saja berkutat tiap hari dengan ilmu diin, namun itu tidak menghalangi yang berada di kuliah umum pun bisa menguasainya. Sehingga tidak perlu ada saling hasad dan hasud dalam hal ini. Karena kita diperintahkan berlomba dalam kebaikan, bukan malah saling menjatuhkan. Dukunglah saudaranya jika ia ingin berbuat baik dan ingin mendekatkan diri pada Allah, serta ingin memperbaiki umat. Namun demikianlah, hasad (dengki, iri) akan terus melekat walau di kalangan orang-orang bertakwa dan berilmu.

Hasad Tercela dan Terpuji

Hasad itu ada dua macam, ada yang tercela dan ada yang terpuji. Rinciannya:

1- Hasad yang tercela, yaitu tidak suka terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Ia akan tersiksa dan tersakiti dan berbuah pada penyakit di hatinya. Ia pun semakin senang jika nikmat tersebut itu hilang, walau tidak sampai ia mendapatkan manfaat dengan hilangnya nikmat tersebut. Namun manfaatnya bisa jadi dengan hilangnya rasa sakit di hati. Ada yang mengatakan pula bahwa hasad adalah berangan-angan nikmat yang ada pada orang lain hilang. Siapa yang tidak suka terhadap nikmat yang ada pada orang lain, maka ia dengan hatinya tentu berharap nikmat tersebut hilang.

2- Hasad yang terpuji, yaitu tidak suka keutamaan orang lain sehingga ia pun ingin menjadi semisal dirinya atau bahkan lebih mulia darinya. Hasad semacam ini disebut ghibtoh

Ya kira-kira seperti itu Tentang Hasad. Lanjut lagi curhat nya. Jadi di Semester Kedua saya memutuskan ganti tema lagi. Tetep menggunakan Basic Underscores buatan dari Automattic dan Bootstrap 4. Saya nemu basic nya saya olah2 dikit. Jadilah seperti ini.

Tema ini berbasis Understrap dan mostly masih clean kecuali saya tambah2 sana-sini dikit biar lebih nyaman dipakai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *