Ponjong: Sebuah Perubahan

Tak terasa sudah hampir 3 bulan saya hidup di negeri sendiri, di kampung tempat saya dilahirkan, sebuah desa yang mbuncit makapit kapit. Sebuah desa, desa Ponjong. Seperti banyak orang yang selalu bilang dan bilang selalu. Kalau daerah di Gunungkidul itu tandus, penuh dengan daerah minus, kekeringan dimana mana dan juga merupakan basis PKI dimasa lalu.

kolam-air-sumber-ponjong-2

Sebuah ungkapan yang tidak salah, tapi juga tidak 100% mengandung kebenaran. Ketika kita mendapat cap/label bahwa si A itu nakal, bahwa desa ini seperti ini. Anda boleh percaya dengan kadar 50% atau kurang, karena 50% lagi masih butuh pembenaran. Kembali ke Desa Ponjong, sebuah desa yang Alhamdulillah termasuk daerah yang subur, sebuah daerah yang di karuniai sumber mata air yang terhampar gagah di depan tempat saya tinggal. Desa Ponjong adalah desa seribu kenangan, desa seribu dosa, desa seribu petuah bijak dan desa dimana Ayahanda Anas Ngabid dan Ibunda Sarilah Anas di panggil Allah yang maha kuasa.

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan tempo lalu, hampir 11th saya meninggalkan tanah kelahiran ini, dan untuk pertama kali saya kembali mengarungi di kehidupan ini, meninggalkan layanan cepat ala kota dan kembali ke layanan hikmat ala desa, ada baik dan buruk yang kita terima. Penyesuaian sana sini yang membuat hidup ini sangat berwarna.

Salah satu hal yang selalu saya syukuri, ketika saya ada di Desa Ponjong ini, saya masih bisa bekerja ala kota :D sehingga ekonomi keluarga tetap bisa mengepul dan selalu kumpul bersama istri dan juga yashfa. Aktifitas di Desa Ponjong ini juga banyak yang baru, seperti Jagong Pernikahan yang PUTUS NYAMBUNG :D dan juga rapat rapet yang selalu di embel embeli ARISAN ;) wah dijamin cespleng!

balai-desa-ponjong

Daya tarik utama desa Ponjong ini banyak Sekali, mulai dari Kolam Sumber Ponjong, Pemandian Gunung Kendil, Pesantren Syeikh Al Banny, Team Sepakbola Pornama, Rumah Makan specialis Ikan Bakar dan Goreng dan masih banyak lagi. Tapi itu hanya sekelumit negeri impian.. yang baru bisa saya ceritakan ;)

32 Comments on "Ponjong: Sebuah Perubahan"


  1. Wah skrg mas Nur netep di Ponjong to?selamet mbangun Desa mas..
    Sy masih selalu terkenang semasa masi SD dl ngaji di rumah mas Nur tiap malem Minggu, masih ingat bener ma mas Agus dan mas Fuad.. :)
    Smoga suatu waktu bs ketemu lagi..
    Salam u keluarga

    Reply

  2. Saya cah….ponjong…..adike mas wariko atau mas kino atau mbak sri (mas panto).
    Saya bagi alamat emailnya ya mas jauhari….

    Salam kenal

    Mudjiono

    Reply

  3. waduuhhh jadi kangen karo konco2 alumni smp muhamaddiyah
    ponjong,salam ae nggo pa’d lan bu’d… smoga tandurane apik
    terusssssssss……..!

    Reply

  4. Selamat kembali ke kampung yang penuh kenangan ya mas

    lebaran besok aku juga mau ke sana loh. karena istri ku juga orang sana
    desa itu memang penuh kenangaan dan ngangenin. ga tahu entah mengapa.

    tetapi memang diperlukan orang-orang yang punya pengalaman dan berilmu untuk mengubahnya. sampai ketemu…

    Reply


  5. Mas….

    Sama2 orang ponjong kie..mesti ra kenal..??hehe…bsok kenalan lagi laa..^^
    aq pernah jadi santri TPA waktu njenengan muda dulu mas…TPA Manis komplek kampus SMK muhamadiyah Ponjong..hoohoo…

    Reply



  6. deket toh ternyata. Kapan-kapan main ke rumah ketemu suami :)

    Suami pernah ke nikahan temennya di gunungkidul, kayaknya agak kapok dengan perjalananya yang ‘berliku’

    Saya sendiri juga bisa dikatakan tinggal di desa, Bantul Mbrosot. :P

    cizkahs last blog post..Siap-Siap Pindah Domain (Lagi?)

    Reply

  7. Seneng ya Din, bisa pulang… Memang kata pulang itu keramat, kembali ke asal, diantaranya bermakna kembali ke tempat yang akrab, aman, yang selalu dirindukan. Dan biasanya orang yang pulang itu berbahagia, semangatnya dibuktikan dengan banyaknya oleh-oleh yang ia bawa. Met bahagia, Din, kembali menghirup udara masa kecil dan lebih akrab dengan kenangan-kenangan yang menyejukkan hati.

    Reply

  8. Mas pun dangu anggene wangsul…?
    Kula sak kluarga ngaturaken bela sungkawa atas berpulangnya ibunda kita tercinta Hj.Sarilah Anas, semoga amal dan kebaikannya diterima di sisi Nya. Amin… .
    Gek njenengan nopo ajeng netep teng Ponjong mas…?
    Kabare sami sae to mas…, Putrane pun pinten..?

    Reply

  9. wah themes baru dan ada GRAND LIVINA nya mas. 2010 targetnya kan? beberapa bulan lagi. emang rev perbulan skrng dah berapa mas? kira-kira brp buat kasih semangat aja.

    oh iya maap blog saya down hostingnya trus pindah ke hosting lain eh cuman 3 hr BW excedeed hehehe sekarang make hadiah dreamhost paket geocities nya. saya kira tadi blog kita agak mirip themesnya eh ternyata dah brobah. :)

    antons last blog post..Komik Naruto 449; Naruto akan memimpin Revolusi dunia ninja, Sasuke next battle

    Reply

        1. Siapa mas budiman? apa yang aktip di Kelurahan itu? Sampean kenal dari mana mas? Kalau mas budi yang itu.. itu masih FAMILY dengan saya :D

          Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *