Merokok

Sampai saat ini saya belum menemukan alasan yang tepat kenapa orang orang merokok, padahal kalau kita mau jujur pada diri sendiri. Merokok itu sangat tidak baik untuk kesehatan diri sendiri dan parahnya bagi orang disekitarnya, karena efek dari asap rokok tidak hanya untuk perokok tetapi untuk teman yang saat itu berada disekitarnya.

Kalaupun mau ditinjau dari segi apapun, bagi saya rokok sangat banyak kekurangan dan hal negatifnya.. tapi entah kenapa rokok, merokok atau apalalah dapat kita jumpai hampir disemua tempat. Di Kantor, di Sawah, di Pasar dan lain sebagainya. Sebagian orang yang pernah saya tanya alasan dia merokok jawabanya ndak pernah jelas.. sepertinya mereka sudah kecanduan, tapi kalau saya bilangi seperti itu para rokokr (sebutan bagi para perokok) menjawab dengan koor yang indah: TIDAK sepertinya para rokokr ndak mau kalau disebutkan seperti itu :D

Tapi Lain bagi para produsen, secara Ekonomi & Bisnis, di karenakan kesadaran manusia yang masih sangat rendah untuk menjaga kesehatan, dari sisi Ekonomi dan Bisnis dari usaha rokok ini sangat luar biasa, coba tengok, ketika usaha lain pontang panting dan kembang kempis industri rokok tetap adem jaya, bahkan event sekelas olahraga nasional tidak luput dari bisnis rokok ini. Kontras Bukan? Tapi itulah bisnis, kontras sudah menjadi hal yang biasa yang penting laris!

Kembali ke sisi ekonomi tadi, temen saya yang juga seorang Rokokr, tanpa saya minta pernah bercerita begini,

Sejak saya bekerja di Perusahaan Ini, kurang lebih 4 tahun, saya sudah menghabiskan 12 juta dari gaji untuk membeli ROKOK!

Bushet deh, seharga 1 buah sepeda motor gress!, saya tanyakan kok bisa? Itu aja kata dia dengan kalkulasi sederhana, jika 1 hari dia menghabiskan satu bungkus, kalau 2 bungkus? wah udah berapa puluh juta uangnya terbakar. Itu baru 1 orang temen saya, belum temen saya yang lain, bahkan mungkin diri Anda anda ini.

Saya cuma bisa pesan, berhentilah sebelum terlambat, dan jika ingin berhenti lakukanlah dengan Bijak. Kalau memang bos anda perokok, anda tidak harus ikut-ikutan bukan? :D

Anda sendiri bukan perokok, kan?

Umum , . Bookmark the permalink.

Nurudin Jauhari

Abu @YashfaJauhar @ShaffiyaJauha Isteri @IvaFitria tinggal di @DesaPonjong Gunungkidul Yogyakarta Co. Founder NGONOO.com

0 thoughts on “Merokok

  1. hidup itu pilihan.>???
    nah,aku punya sodara di jogja..dia kerja di pabrik rokok..anaknya 4…cowok semua..doyan bgt makan dan kalap am amakan2…

    nah,klo rokok ga ada..minimal di minimalisir…aku yakin pabrik2 rokok akan tutup…trs sumber makan ibu td dr mana..????
    oke..mungkin bisa cari kerja lain..tapi..yga liannya…di endonesia ada 50 pabrok rokok besar….taroh aja tiap pabrik ada 1000 orang..!!!!

    nah,berapa yg akan tidak kerja..!!!
    belom yg di bagian ktrnya lho ya..???blom sama yg jual ecer2 di KRL dl..

    wah..kok jadi ngomong panjang lebar…tapi..intinya…saya juga ga suka merokok….bukan krn ga bisa beli…tapi…aku mau…hidupku lebih di atas 100th umurnya….hehhehe

    *maap,klo panjang bgt….habis makan sate..jadi kalap gini..*

    mariiiiii

  2. @…kurang lebih 4 tahun, saya sudah menghabiskan 12 juta dari gaji untuk membeli ROKOK!
    sampe di itung…

    pernah ga ngitung berapa banyak listrik yg terbuang u/ maen gem? nonton tv? blogging? email? dan bla2 yg lain? kenapa kita maen gem? dan yg lain2??

    klo saya ditanya: knapa kok ngerokok? jawabannya simpel: “I love the smell..”

  3. wahh saya setuju banget klo orang2 pada gak ngerokok….
    tp tar gmn yaa sama negara kita??
    kan rokok salah satu aset terbesar di negarta kita….hmm..mm
    hehehe

  4. susah memang kalo d fikir2 babeh ngeroko kaka ngeroko temen2 hampir 80% ngeroko,, gimana ath cara bijak ngehadapi ny teman2???

  5. [CURHAT] Pengen ikut comment nih… wlopun udah lama articlenya tapi bagus nih..
    Dulu saya Perokok Berat, awalnya cuman coba” waktu SMA sebelum kelulusan,
    makin lama ya makin biasa aja saya merokok (Terbiasa Merokok), sampe klo udah makan tanpa rokok tuh mulut terasa hambar (Asemlah).

    lama kelamaan saya pun kecanduan, setiap saya merasa bingung-stress-tak ada gairah & banyak masalah, ya hanya dengan rokok saya pikir menenangkan pikiran (Mindset). tak sedikit pula uang yang telah saya gunakan untuk merokok dan parahnya uang itu pun hasil keringat & jerih payah Orang tua saya. ya penyesalan memang datangnya suka terlambat ya.

    sekarang saya sudah berhenti merokok, dulu saya kuat belasan jam menghirup asap rokok, tapi sekarang tak sampe 10 detik saja duduk dekat orang yang merokok sudah bikin otak saya pusing. Proses untuk berhenti dan melupakan rokok itu pun tak singkat dan butuh pengorbanan juga. ketika masih merokok, otak saya telat banget mikir & pengen segalanya instan, mudah, lancar, cari” jalan pintas lah pokonya ngga mau usaha sedikit pun. mungkin ada orang yang bilang “Ngga ada Rokok, Ngga bisa Mikir” / “klo ada rokok, otak gw ne baru bisa jalan” ya itu karena pola pikir mereka yang seperti itu tapi pada hakekatnya rokok malah membuat otak kita MATI.

    saya hanya bisa memberi saran kepada yang sudah terbiasa merokok agar sedikit di kurangi karena tidak mungkin bisa berhenti merokok begitu saja, dan rubah pola pikir kita jangan sampe merokok jadi jalan untuk menghapus masalah atau lain sebagainya. mungkin itu saja yang bisa saya curahkan mengenai pengalaman saya dulu, maaf jika ada kata yg kurang berkenan. terima kasih bagi yang membaca curhatan saya secara full… salam..

    c41_m4vr4n4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>