Menghindari Distraksi di Era Smartphone

Shaffiya Jauha di Ponorogo
Shaffiya Jauha di Ponorogo

Kemarin iseng-iseng ngobrol via DM iya DM (Direct Message) layanan dari Twitter tentang sebuah fitur di iOS dan kenapa tidak diaktifkan.

Alasan saya meminta aktifkan karena fitur ini tidak memakan Pulsa dan Gratis hanya menggunakan Jalur data. Tapi dengan simpel dan santun dijawab kalau layanan itu tidak diaktipkan karena tidak ingin terlalu banyak Distraksi dalam kehidupannya…

Karena Semakin Banyak Distraksi bikin hidup tidak damai

Nah pendapat teman saya ini bisa jadi ada benarnya. Cobalah kalian tengok berapa Aplikasi di Smartphone anda yang mempunyai tujuan yang sama. Yaa tujuan Bersosialisasi dan Komunikasi.

Kalian Install Facebook, Install Facebook Messenger, Install Twitter dengan DM tentu saja, belum lagi yang sangat tertujukan untuk percakapan seperti WhatsApp, LINE, Chat On, Viber, WeChat, BBM, Yahoo Messenger (halo masih ada yang pake), Google Hangouts dan masih banyak lagi, layanan2 tadi satu tujuan. Percakapan Percakapan dengan. Percakapan untuk.

Percakapan yang parahnya dari Aplikasi2 yang kita install tadi… semuanya hampir mempunyai daftar teman yang sama!! itu kan namanya kalau bahasa gaulnya nggak efektip.

Terus sebaiknya bagaimana?

Kurangi dan batasi.

Saat ini di Smartphone saya, untuk komunikasi sebenarnya masih terlalu banyak aplikasi Komunikasi terinstall. Ada FB Messenger, ada iMessage, ada Hangouts, ada Telegram, ada WhatsApp. Masih terlalu banyak. Saya masih mencoba mengurangi. Dan kalau harus memilih apa aja Layanan wajib install saya sendiri akan memilik iMessage, FB Messenger, Twitter, WhatsApp, Telegram dan Hangouts. Terlalu banyak kan yaa ~ Iyaaa… Tapi Semoga saja bisa menguranginya toh saya hanya bertemu Kamu lagi Kamu Lagi

Matikan disaat tertentu

Nah kalau ini, baiknya dimatikan saja, Misalnya kalau sudah jam 21:00 matikan saja fitur ini, termasuk Notifikasinya misalnya. di iOS ada Do Not Distrub! Di layanan android sepertinya juga banyak kustom2 beginian.

Matikan Sama sekali

Yashfa Jauhar di Batas Gunungkidul
Yashfa Jauhar di Batas Gunungkidul

Get A Life dan kembali ke jaman dahulu kala saja. Kalau butuh datangi itu rumah, kirim surat atau coro jowo KENTONGAN…. tapi itu di era seperti ini sepertinya tidak mungkin atau kalau kita sendiri yang melakukannya kita sendiri yang akan kehilangan informasi. Paling untuk mengurangi hal ini dengan cara tetap mempunyai HP dengan fungsi Telpon dan SMS saja. Itu saya rasa tidak jauh2 banget dari Informasi yang ada di sekitarnya.

Smartphone Ok…. Tetapi….

Nah opsi ini yang konon lagi banyak di ujicobakan. Yaa mereka tetap ber Smartphone ria. Tetapi ketika mereka sedang bertemu, misalnya NGOPI bareng… mereka membuat aturan. Misalnya menumpuk Smartphone mereka dan saling ngobrol satu dengan yang lainnya. Ada juga tantangan ekstrim… misalnya yang tidak kuat menahan untuk memegang Smartphone adalah yang akan membayar biaya NGOPI tersebut.

Jadi gimana? Pilih yang mana? atau cuek saja… nikmati selagi ada? Ya keputusan ada pada kita sendiri… Kembali ke tiap individu…. monggo saja….. Itu tadi hanya cerita pagi~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *