Kisah si KECIL dari Miami!

Sedulur, Alhamdulillah de’ Fata sudah sampai di Miami pada 25 desember sekitar jam 16.51, terlambat 19 menit dari jadwal yang ditentukan. Setelah turun pesawat dan melewati coridor yang panjang menuju claim baggage, ayaheauzi dan temennya dah tampak menunggu di pintu claim baggage. Melihat ayahnya, ade semula enggan lepas dari gendongan bundanya, namun sang ayah memperlihatkan pesawat mini mainan yang dibawanya dengan serta merta de Fata mau berpindah gendongan terus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya. Sekarang kalo gak liat ayahnya sebentar saja dia pasti bertanya ?Ayah dimana bunda??

Sayangnya, 2 koper yang dibagasikan tidak bisa langsung dibawa pada saat penjemputan, ini juga terjadi pada 20-30 penumpang yang lain. Setelah dikonfirmasi, dengan antrian yang panjang lalu ditanya ini itu, merekapun menjanjikan koper besok harinya akan diantar ke apartemen. Untung teman seapatemen ayahe auzi dah menyiapkan baju baru buat ade, jadi ada ganti lah.

Pada dasarnya perjalanan Fata lancar, kalaupun toh dia agak rewel itu sangat wajar, tapi bisa dibilang Fata sangat menikmati perjalanan.

Dari Jakarta-Singapura Fata masih sangat fress, diperjalanan dia ngoceh terus. Sampai bandara Changi Fata+bunda harus masuk ke pemeriksaan imigrasi, namun Fata gak mau antri malah ngajak bundanya naik eskalator, smbil teriak-teriak dia bilang: “ade mau naik eskalatong.. bunda…!!!” lalu dia nangis keras-keras sampai petugas imigrasi merasa “risih” sehingga bunda diperiksa lebih dulu, Alhamdulillah!

Setelah bertemu dengan mobil penjemput Fata+bunda diantarkan ke Hotel, penumpangnya hanya bunda n Fata soalnya yang lain blm pada datang. sepanjang jalan Fata ngoceh dan nyanyi mulai dari pada hari minggu sampai lagu becak-becak. Begitu masuk kamar dia brontak sambil setengah menangis bilang “Ade mo di luar bunda!!”. Rupanya dia memang tidak suka ditempat yang sepi n asing. Setelah dirayu iapun mau masuk n mandi. Dasar Fata, begitu tahu bath up iapun langsung masuk, main & tdk mau keluar. Setelah selesai mandi iapun ngajak jalan2 ke luar hotel. Lalu diapun main di city park sambil mngejar burung2 liar yang berkeliaran hingga magrib tiba.

Setelah menginap di Hiotel Grand Rocky Century Hotel, esoknya jam 6 pagi Fata melanjutkan penerbangan Singapura-Narita (Jepang). Diabnding yang lain. ini merupakan penerbangan yang paling enak sebab Fata dan bundanya bunda diberi 2 kursi sehingga lebih leluasa baik untuk bermain maupun duduk sendiri. Perjalanannya memakan waktu -+10 jam. Yang lucu, Saat pesawat masih melaju di udara dan Fata merasa udah capek bermain dia bilang: ?Bunda ade? mau ian di luar!!!?.

Setelah transit di Narita +- 1 jam, Fata+bunda melanjutkan terbang ke Detroit. Di banding yang lain. Inilah penerbangan yang paling ?sengsoro?. Perjalanan pesawat saja -+9 jam. Kami dapat tempat duduk persis di depan layar lebar televise. Meski di pinggir koridor yang memudahkan kami bisa keluar masuk tapi disamping kanan mereka orangnya guemuk dan guede jadi terasa sempit + sesek. Dah gitu kami tdak pernah dapat nasi. Adanya model makanan Amerika seperti kentang ?diulek-ulek?, roti, dll sampai2 fata muntah gara2 makanan yang aneh itu. Ade juga gak betah lama-lama duduk maunya jalan-jalan terus di lorong pesawat, dia juga gak mau bobok, baru sejam sebelm mendarat dia tertidur. Dah gitu dia ngompol lagi soalnya gak mau pake pempers juga gak mau ke toilet.

Tiba di Detroit kami langsung menuju loket pemeriksan imigrasi dan Alhamdulillah semua lancar. Kekawatiran akan diminta mbuka jilbab sebagaimana cerita para isteri fulbrigters yang nusul lebih awal tidak terjadi. Setelah itu kami langsung menuju baggace claim. Sempat kawatir dan bingung bagaimana mengangkat 2 koper yang besar untuk kemudian cek in. Beruntung ada ?buruh? pengangkut koper di bandara yang menawarkan jasa, biayanya cuman $2 per koper. Buruh tersebut bertanya: ?how many bag and what?s color?? Begitu dijawab jumlah dan spesifikasi koper yang dimaksud dia langsung ambil barang dengan tepat dan cepat di tengah ratusan koper yang berjejer lalu mengantarkannya sampi tempat cek in. Meski begitu Fata dan bunda terpaksa tetap harus lari2 menuju terminal boarding yang berada dilantai 2 dan jaraknya sangat jauh. Untung fata mau naik trolinya sehingga tidak begitu berat, tinggal ?pull and run?.
Detroit ? Miami ditempuh selama +- 3 jam, penerbangan ke Miami ini gak terasa blas soalnya begitu masuk ade minta nenen asi lalu bobok sampai tempat, jadi bundanya pun juga bisa bobok.

Di apartmen tempat kami tinggal ini selain ayah, bunda dan ade, ada lagi satu orang Indonesia asal Makasar yang juga penerima beasiswa Fulbright. Masih single sih cuma dia baik, suka ngajak main fata.

Apartmentnya cukup bagus, bahkan wah+mewah untuk ukuran kita orang Indonesia. Berkarpet tebal, masing-masing kamar ada kamar mandi dg bath tub + showernya juga dilengkapi dengan fasilitas air hangat. Peralatan dapur komplit mulai dari refrigerator, kompor listrik, coffe maker, microwave, ?pembakar? roti, oven, hingga mesin cuci piring elektrik. Pokoknya plit komplit dan top-markotop.

Fata dan bundaya hingga kini masih jetlag, problem wajar bagi treveler yang miliki perbedaan waktu antara negara asal dan negara tujuan . Siang disini dijadikan malam, malamnya dijadikan siang. Kemarin malam Fata begadang tidak tidur sama sekali. Dia baru bobok pada jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Malamnya kembali ceria, bunda dan ayahnya nggak boleh tiduran, suruh berdiri nemanin Fata main.

Setelah 15 bulan tidak ketemu Fata saya sendiri merasa tercengang dengan kemampuan bicara, penguasaan kosa kata, dan ?logika? berpikirnya. Setiap diajak ngomong selalu nyambung, kalo ?dilarang? dari sesuatupun dia bisa berdalih, meski tidak menolak larangan itu. Teman-teman saya di Miami pun juga merasa kagum dengan kemampuan verbal fata.

Kemarin malam kita hadir dalam pertemuan dengan teman-teman warga Idonesia di Miami. Ada jamuan makan malam dan tukar kado. Kita datang dan berkenalan dengan beberapa warga Indo di Miami. Ada juga yang bawa anak kecil 4,5 tahun, tapi Fata gak mau main ama dia, dia pun begitu. Giliran acara usai fata pegang kardus keci bekas kado, saat sianak itu lewat depan fata, anak itupun dipukulnya dengan kardus. Dapat satu korban deh!

Fata dah mulai terbiasa makan sendiri dimeja makan. Disini gak ada orang yang nyuapin anaknya sambil jalan2 kayak di Indonesia. Tadi malam kita dinner bareng. Kita bikin pecel, ade duduk sendiri dan makan sendiri dengan lahapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *