<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kejujuran Amien Rais: Editorial Pagi</title>
	<atom:link href="http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp</link>
	<description>Saya, Kamu, Kita dan Mereka</description>
	<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 16:12:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: kuman</title>
		<link>http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp#comment-1390</link>
		<dc:creator>kuman</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 May 2007 21:38:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurudin.jauhari.net/archives/2007/05/17/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi/#comment-1390</guid>
		<description>ha...ha... presiden kok gitu yah...childish...lihat bahasa tubuhnya ....wajahnya....mbok yah...sing sabar terima kritik...
pake didampingi hatta rajasa yang notabene kader PAN segala.... .. memperlihatkan... kalau tak yakut pada siapapun  ???? ha...ha...
makanya pilih pemimpin yang jujur...... Hati nurani lebih penting daripada popularitas........ puas...puas..... !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ha&#8230;ha&#8230; presiden kok gitu yah&#8230;childish&#8230;lihat bahasa tubuhnya &#8230;.wajahnya&#8230;.mbok yah&#8230;sing sabar terima kritik&#8230;<br />
pake didampingi hatta rajasa yang notabene kader PAN segala&#8230;. .. memperlihatkan&#8230; kalau tak yakut pada siapapun  ???? ha&#8230;ha&#8230;<br />
makanya pilih pemimpin yang jujur&#8230;&#8230; Hati nurani lebih penting daripada popularitas&#8230;&#8230;.. puas&#8230;puas&#8230;.. !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kang Kombor</title>
		<link>http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp#comment-1356</link>
		<dc:creator>Kang Kombor</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 17:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurudin.jauhari.net/archives/2007/05/17/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi/#comment-1356</guid>
		<description>Saat ini kita sedang berada di zaman di mana kehormatan didapatkan seseorang karena drajad, pangkar dan hartanya sehingga kejujuran tidak mendapat tempat. Kalau orang Jawa bilang, untuk zaman kalabendhu seperti sekarang ini:

sing jujur ajur (yang jujur hancur),
sing blaka cilaka (yang mengaku celaka),
aluwung dadi wong kinurmatan merganing kuwasa lan arta (lebih baik jadi orang terhormat karena kekuasaan dan uang).

Selamat Pak Amien Rais. Saya tidak menyesal dulu mengompori teman-teman di kantor agar memilih Anda sebagai presiden.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini kita sedang berada di zaman di mana kehormatan didapatkan seseorang karena drajad, pangkar dan hartanya sehingga kejujuran tidak mendapat tempat. Kalau orang Jawa bilang, untuk zaman kalabendhu seperti sekarang ini:</p>
<p>sing jujur ajur (yang jujur hancur),<br />
sing blaka cilaka (yang mengaku celaka),<br />
aluwung dadi wong kinurmatan merganing kuwasa lan arta (lebih baik jadi orang terhormat karena kekuasaan dan uang).</p>
<p>Selamat Pak Amien Rais. Saya tidak menyesal dulu mengompori teman-teman di kantor agar memilih Anda sebagai presiden.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jauhari</title>
		<link>http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp#comment-1291</link>
		<dc:creator>Jauhari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2007 07:18:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurudin.jauhari.net/archives/2007/05/17/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi/#comment-1291</guid>
		<description>Di Indonesia Mau Tidak Mau POLITIK menjadi salah satu MESIN UANG... orang yang mulai terjun di POLITIK biasanya mulai dari NOL dan akhirnya BERGELIMANG HARTA

Tanya kenapa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia Mau Tidak Mau POLITIK menjadi salah satu MESIN UANG&#8230; orang yang mulai terjun di POLITIK biasanya mulai dari NOL dan akhirnya BERGELIMANG HARTA</p>
<p>Tanya kenapa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nofie Iman</title>
		<link>http://nurudin.jauhari.net/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi.jsp#comment-1288</link>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 May 2007 17:35:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurudin.jauhari.net/archives/2007/05/17/kejujuran-amien-rais-editorial-pagi/#comment-1288</guid>
		<description>Di bukunya, Making Globalization Work, Joseph Sitglitz menulis soal mekanisme check and balance terhadap pemerintah tanpa adanya ketakutan para kritikus dan oposisi dipenjara atau dilenyapkan. Di beberapa media, pernah saya baca usulan serupa untuk diterapkan di Indonesia.

Ide tersebut memang bagus, hanya saja terasa satir. Memandang kualitas dan kompetensi birokrat dan politisi di Indonesia masih memprihatinkan. Kita nggak bisa mengasumsikan bahwa pemerintah semata-mata altruistik dan kompeten. Kita memang perlu politisi yang berani melawan kemunafikan. Tapi selama rasionya masih 1:10.000 atau bahkan lebih, kita mungkin belum bisa berharap banyak.

Indonesia negeri yang unik. Sudah 60 tahun merdeka namun tak terlalu banyak perubahan. Lalu bagaimana mengatasinya? Kalau tahu, saya udah jadi presiden. :d

Kita orang Indonesia memang nggak kenyang-kenyang ngomong politik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di bukunya, Making Globalization Work, Joseph Sitglitz menulis soal mekanisme check and balance terhadap pemerintah tanpa adanya ketakutan para kritikus dan oposisi dipenjara atau dilenyapkan. Di beberapa media, pernah saya baca usulan serupa untuk diterapkan di Indonesia.</p>
<p>Ide tersebut memang bagus, hanya saja terasa satir. Memandang kualitas dan kompetensi birokrat dan politisi di Indonesia masih memprihatinkan. Kita nggak bisa mengasumsikan bahwa pemerintah semata-mata altruistik dan kompeten. Kita memang perlu politisi yang berani melawan kemunafikan. Tapi selama rasionya masih 1:10.000 atau bahkan lebih, kita mungkin belum bisa berharap banyak.</p>
<p>Indonesia negeri yang unik. Sudah 60 tahun merdeka namun tak terlalu banyak perubahan. Lalu bagaimana mengatasinya? Kalau tahu, saya udah jadi presiden. <img src='http://nurudin.jauhari.net/engine/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>Kita orang Indonesia memang nggak kenyang-kenyang ngomong politik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
