Ngonoo.com

Socializer


Subscribe to Full RSS Feed

RSS FeedIf you thing this article useful, please consider subscribing to our RSS Feed or e-mail updates and stay updated with us. You can also follow @jauhari on twitter for latest updates.


Seorang Suami, Seorang Abi dari Yashfa Jauhar, saat ini dengan rendah hati tinggal di Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Sekali kali menulis sesuatu yang terpikirkan diblog. Kami mencoba berbagi rasa dan juga ide agar Indonesia menjadi lebih bernama. Marilah majukan Indonesia melalui diri sendiri dan tak lupa kami juga ingin menyapa kalau saya Seorang Desainer Tema WordPress GRATIS!!

5 responses to “Kejujuran Amien Rais: Editorial Pagi”

  1. Nofie Iman

    Di bukunya, Making Globalization Work, Joseph Sitglitz menulis soal mekanisme check and balance terhadap pemerintah tanpa adanya ketakutan para kritikus dan oposisi dipenjara atau dilenyapkan. Di beberapa media, pernah saya baca usulan serupa untuk diterapkan di Indonesia.

    Ide tersebut memang bagus, hanya saja terasa satir. Memandang kualitas dan kompetensi birokrat dan politisi di Indonesia masih memprihatinkan. Kita nggak bisa mengasumsikan bahwa pemerintah semata-mata altruistik dan kompeten. Kita memang perlu politisi yang berani melawan kemunafikan. Tapi selama rasionya masih 1:10.000 atau bahkan lebih, kita mungkin belum bisa berharap banyak.

    Indonesia negeri yang unik. Sudah 60 tahun merdeka namun tak terlalu banyak perubahan. Lalu bagaimana mengatasinya? Kalau tahu, saya udah jadi presiden. :d

    Kita orang Indonesia memang nggak kenyang-kenyang ngomong politik…

  2. Kang Kombor

    Saat ini kita sedang berada di zaman di mana kehormatan didapatkan seseorang karena drajad, pangkar dan hartanya sehingga kejujuran tidak mendapat tempat. Kalau orang Jawa bilang, untuk zaman kalabendhu seperti sekarang ini:

    sing jujur ajur (yang jujur hancur),
    sing blaka cilaka (yang mengaku celaka),
    aluwung dadi wong kinurmatan merganing kuwasa lan arta (lebih baik jadi orang terhormat karena kekuasaan dan uang).

    Selamat Pak Amien Rais. Saya tidak menyesal dulu mengompori teman-teman di kantor agar memilih Anda sebagai presiden.

  3. kuman

    ha…ha… presiden kok gitu yah…childish…lihat bahasa tubuhnya ….wajahnya….mbok yah…sing sabar terima kritik…
    pake didampingi hatta rajasa yang notabene kader PAN segala…. .. memperlihatkan… kalau tak yakut pada siapapun ???? ha…ha…
    makanya pilih pemimpin yang jujur…… Hati nurani lebih penting daripada popularitas…….. puas…puas….. !

  4. Ilham Wagon

    Kepada temen2 yang benar2 mendambakan Indonesia yang menjadi Indenesia seperti impian para faounding fathers kita, tentunya beranggapan bahwa Amien Rais masih menjadi kandidat yang memenuhi kriteria sebagai presiden untuk mewujudkan Indonesia itu di pemilu 2009. Waktu lima tahun saya kira seorang Amien Rais masih bisa ko mewujudkan impian founding fathers kita. Tidak seperti sekarang yang kalem2 tapi stagnan. Makanya saya mengajak temen2 untuk membuat gerakan bersama (entah bentuknya apa, dan dengan media apa) untuk mengusung amien rais lagi. Kalo bener2 mau, kirim email ke ilham_wagon@yahoo.com
    ajak juga orang2 yang masih mencintai Amien Rais ya.

Leave a Reply