ID-JAUHARI

Saya, Kamu, Kita dan Mereka
WordPress Republik

Nurudin Jauhari adalah saya, aseli Ponjong Gunungkidul, Pernah tinggal di JL. Babaran 48A Yogyakarta. Sejak 1998 merantau ke Malang dan tetap di Malang sampai sekarang bersama seorang istri(Iva Fitria).

Saya mulai nge-Blog sekitar tahun 2004 dan bisa anda liat di arsip saya, walaupun sempat ada yang hilang karena ada beberapa kesalahan waktu migrasi server. Jika ingin kontak saya? silahkan sahaja, baik untuk bisnis maupun curhat ^_*
Selamat datang di dunia Saya, Kamu, Kita dan Mereka.


01.04.2008

Indahnya Bangunan Tua di Kota Malang

Kawasan Ijen, siapa yang tidak kenal dengan tempat itu, karena itu telah menjadi salah satu trade mark kota malang. Bangunan Kunonya yang tertata rapi (sayang mulai di KONTAMINASI dengan di RENOVASI dan di Modernkan) dan juga jalannya yang membuat nyaman berkendara ataupun untuk berjalan kaki.

Ternyata pula, di Kota Malang selain Kawasan Ijen terdapat banyak sekali bangunan tua, tapi sekali lagi sayangnya banyak yang tidak terawat, masuk kategori parah kalau saya bisa menyebutnya. Dan saya herannya itikad dari Pemkot untuk melestarikannya sangat kurang.. ini yang bisa saya liat. Karena menurut saya, banyaknya bangunan kuno ini kalau bisa dilestarikan akan semakin Menarik Minat para wisatawan lokal apalagi wisatawan asing.

Semoga di Tahun 2008 ini Kota Malang, bisa menatapnya dengan lebih Percaya diri tanpa ada embel-embel Narsis dibelakangnya. Dan saya berharap pula Pemkot Malang mau bertindak untuk melestarikan bangunan-bangunan ini. Kasihan sekali jika nanti bangunan-bangunan tergusur oleh para pemilik modal yang menjadikannya Super Mall yang kembali ujung-ujungnya duwit.

Hadapi pergantian massa ini dengan Semangat dan Percaya Diri, Selamat Tahun Baru Masehi 2008



15 COMMENTS

  1. #1


    yang paling tak sayangkan adalah tulisan MALANG diatas stasiun kota baru, sekarang sudah diganti neonbox Djarum Black, :((

  2. #2


    hehehehe, kirain mo posting photo blog.
    Tertipu deh eike ;))

  3. #3


    Betul sekali, malang yng klasik sudah berubah menjadi malang metropolis :(

  4. #4


    pemerintah kita emang ngawur paradigma pembangunannya…Malang dulu punya trem mulai dari mendit sampek alun2, coba kalo itu masih ada. Dan landmark yang dibangun Belanda dan dibuat lurus dari stasiun-tugu-perempatan kayu tangan-ijen itu juga nyaris hancur.

  5. #5


    jangan lupakan ’samaan’. ada peninggalan bersejarah jaman belanda berupa tower sirine yang biasa digunakan untuk memberi aba2 dalam keadaan bahaya.

    *bangga dadi arek samaan*

  6. #6


    sepakat cak zam! tapi semua stasiun sudah pake gituan tuh. dari sebuah padrik rokok. ngomong2 soal pabrik rokok jadi ingat aryo:d

  7. #7


    horeeee top komen…
    ri, buati banner ya? trus pasang disini. 600 x 600 aja gak papa. gak usah gedhe2!
    oh setahuku ada perda lho yang ngelarang renov ekstrem sampai merubah bentuk bangunan asli…

    SOK TAHU….
    :d/

  8. #8


    :(( walah klo sampe di rubah, ntar ga ada lagi acara “Malang Tempoe Doeloe”

  9. #9


    penasaran kenapa sih nama kotanya kok bisa Malang?

  10. #11


    huhu, namanya juga BU oM ;))

  11. #13


    Iya nih, kecewa sama pemkot-nya. Kebijakan untuk pelestarian sih setau saya emang ada, tapi gitu de… peraturan buat pajangan doang, ga ada implementasinya.

    Yang di stasiun tuh, kata aku malah aneh karna didepannya bgt ada tulisan Univ. Kanjuruhan… yg baru dateng ke Malang ngirain Univ. Kanjuruhan ada disitu. Padahal stasiun dan terminal itu entrances-nya kota, sayang bgt kalo ga ditata rapih…

  12. #14


    dari jaman gue kecil sampe sekarang, tiap kali gue beli kue di Toko Hasil Subur di Pasar Besar Malang, gue selalu kagum sama interior belakang toko yang jadul banget. Kebayang deh betapa megah dan besarnya halamam rumah-rumah Belanda Cina yang ada di sekitar Pasar Besar. Setau gue tinggal beberapa yang masih utuh, di Hasil Subur, bagian dalemnya Toko Kue Kudusan, dan ada satu lagi, deket Istana Kue…
    Kenapa ya orang2 itu pada ga punya nilai seni, dengan milih bangunan ruko instead their beautiful big house?

  13. #15


    ga tau pemerintah kita kok pada ga ngerti seni n sejarah. padahal kalo d luar negeri, bangunan tua tuh jadi aset dan d lindungi. walaupun jadi toko ato mall, tapi bangunan tidak di robohkan tetap seperti peninggalan sejarah cuma interiornya aja yg di rubah (contohnya d Queen Victoria Building sydney). kalo bangunan tua d malang semakin berkurang ato hilang, bisa2 turis juga ga ada. tuh contohnya stadion gajayana n kolam renangnya sekarang ga ada, alasannya d bangun yg baru. kayaknya pemerintah kita mulai dr atas gagal deh.

Leave a Reply

Subscribe to comments via email


Comments links could be nofollow free.