Saya ini termasuk salah satu penggila kepraktisan, baik dunia usaha, system, aturan ataupun proses setiap harinya. Kali ini saya akan sedikit menyinggung tentang dunia perbankkan yang sebenarnya bukan daerah saya, tapi saya termasuk pengguna aktif didalamnya.
Saat ini Rekening Bank-Bank yang saya miliki cukup beragam, ini mengingat karena tiap Bank2 di Indonesia belum ada yang Gwe Banget! akhirnya saya terpaksa membuka beberapa rekening, mulai dari Bank Niaga, BCA, BRI, BNI, Shar-E, BSM (Bank Syariah Mandiri).
Dan disini menariknya, hampir semua bank bank ini terjalin melalui jaringan ATM Bersama, hanya BCA dengan jaringan Primanya. Tapi saya tetep menggunakan BCA karena ini salah satu bank yang cukup kredibel secara saya dan saya merasa enjoy dengan fasilitas2, banyaknya merchant dan ATM serta Online Bankingnya yang maknyus.
Okay, kembali ke topik, dimana saya akan menyinggung sedikit tentang layanan ATM Bersama ini, kenapa saya suka dengan Bank yang ber ATM-Bersama? karena dengan adanya jaringan ini saya bisa bertransaksi dimanapun asal ada jaringan ini. Walaupun ada faktor biaya yang bagi beberapa(termasuk saya) orang lumayan besar.
Hari ini, saya berinisiatip menggunakan layanan serupa yaitu akses Bank Niaga Syariah saya melalui jaringan ATM Bersama untuk transfer ke Bank Mandiri di ATM BNI. Lha kok baru saya masukkan, tiba tiba ATM Ngambek alias HANG!, wah ini pasti ulah keluarga jendela pikir saya saat itu
karena saya tunggu beberapa lama ini ATM Bengong dan walhasil si mesin ATM menelan mentah mentah Kartu ATM saya dan ketika saya konfirm ke CS BNI, dengan santainya memberitahu kalau Kartu yang sudah dimakan sama mesin ATM untuk bank lain, tidak bisa di minta lagi *jegler* opo opo an iki pikir saya dalam hati, saya coba negosiasi, kapan ada petugas datang biar saya bisa nunggu dan meminta kartu saya, tetep di jawab tidak bisa. Weh la dalah, kalau bukan karena gaji pegawai kantoran saya melalui BNI saya akan tutup hari ini juga rekening BNI saya.
Semoga hanya saya yang mengalami nasib naas ini, karena saya punya rencana yaitu menutup rekening BNI secara total, hanya tinggal menunggu waktu saja. Goodbye BNI











#1
Aryo Sanjaya
March 5th, 2008 at 4:04 pmMau username dan password server BNI?
Mau diformatkan?
Atau cukup rm -rf / saja?
*mode h3k3r jahat*
#2
rita
March 6th, 2008 at 12:49 pmkartunya banyak banget mas? sebulan kepotong berapa tuh untuk pajak
jaman dahulu, orang nabung supaya duitnya bertambah. eh sekarang… orang nabung, malah duitnya dikuras tiap bulan, meski dikuras dikit tapi lama2 jadi bukit kan…
#3
GuM
kayaknya bakal jadi ad*ra finance ke dua ini
#4
didats
March 6th, 2008 at 9:05 pmhuehehe…
cak, udah dikirim belom?
*gag nyambung*
#5
Rosyidi
March 7th, 2008 at 3:15 pmSudah coba Shar-e Muamalat blom?

Aku sekarang cuma pake ATM Shar-e. Bisa dibuka di semua ATM bank ATM bersama. Dan enaknya gak dipotong biaya ketika kita menarik uang. Biasanya aku narik duit di ATM BCA or BNI. Dan gak pernah ada masalah.
Kalaupun tertelan, tidak menjadi masalah buat Shar-e. Kenapa? Tinggal beli aja perdana Shar-e lagi, lalu kirim saldo ATM lama ke ATM baru dengan mudah melalui telpon, tinggal masukin angka semacam PUK yang dikasih ketika membuka rekening.
Selain itu yang aku suka dari Shar-e, bebas administrasi. Berapapun uang anda gak akan habis gara2 administrasinya lebih besar dari bunganya. Dan walaupun isi ATMnya 0 gak akan hangus (batasnya Rp.0- untuk 3 bulan). Saldo minimalnya cuma 100ribu.
Sangat cocok untuk kantong mahasiswa
Satu lagi keunggulannya, kalo mau ngisi gak perlu ke bank muamalat. Dikantor pos juga bisa
#6
Jauhari
March 7th, 2008 at 7:42 pmSudah Kok mas, bahkan dulu dalam mimpi menggapai Komputer Buah-Buahan saya menyimpan dana di Shar-E ini
#7
sluman slumun slamet
March 8th, 2008 at 1:51 amtergantung amal ibadah
#8
lady
March 8th, 2008 at 10:48 amrekeninge akeh temen…
ini dia konglomerat dari gunungkidul yg kini menetap di malang
#9
isdah ahmad
March 8th, 2008 at 4:49 pmya iyalah sesuatu yang sudah dimakan kalo dimuntahkan haromkan klo dimakan lagi, jad tunggu aja sampe ngekngok… ihihihihi…. *zlap menghilang*
#10
zaM
March 10th, 2008 at 1:31 pmpada prakteknya lebih aman masuk ATM sesuai kartunya, kesimpulan: “jangan asal percaya dengan ATM bersama =)”
#11
eko
March 12th, 2008 at 7:25 pmsaya setuju dengan mas zaM
#12
escoret
March 14th, 2008 at 9:40 ambusettt daahhhh..No rekening banyak banget.tapi,aku yakin..pswt ATM sama..???
iya ga..???
hmm..soal ATm bersama….aku make 3 th ini aman2 aja bos…
akupke bukopin….di BNI juga bisa tuh..
*mungkin entenya aja yg lg apes*
#13
devari
March 17th, 2008 at 12:21 pmwaaa banyak sekali punya rekening..ga nampung cuman satu dua ya? hehehe
#14
dipta78
March 25th, 2008 at 11:54 amwah, saya aja belum punya rekening mas


Sampeyan sudah banyak
#15
uwiuw
waduh sama euy…sy jg pake BNI..transfer apapun pasti pake ini…lah cuma punya ini…tapi
bahaya juga yah kalau sampe ngerasain kejadian yg sama…
#16
pegawai BNI
wah…jgn deh nabung di BNI. gue aja pegawai bni males nabung di bni…
#17
andre
March 31st, 2008 at 11:59 amkalo denger cerita sampaen seh , saya jadi inget kekeselan saya beberapa hari yg lalu. ketika saya ingin menarik uang tunai sebesar 4 juta rupiah di atm bersama bni, malah yg keluar hanya 100 ribu, yg aneh nya receipt yg keluar 4 juta rupiah dan sudah di ambil dari rekening saya di bank mandiri secara online. saya claimed pada bank mandiri , kapan uang saya kembali. customer service nya bilang butuh waktu selambatnya 30 hari… pada saat itu saya kesel banget, mengapa pengurusan semacam itu butuh waktu selama itu, sedang kan proses pengambilannya uang dari rekening saya begitu cepatnya.
saya tidak mengerti bagaimana proses suatu bank yg mendirikan atm bersama, apakah mereka tidak bisa menyelesaikan nya secara online , dan cepat. dengan adanya peristiwa ini saya kapok menarik uang di atm bersama jika sesuatu terjadi pada mesin atm itu sendiri.
yg aneh nya lagi, pada saat saya claimed, merkea mengatakan itu sudah sering terjadi, ya.. ampun, dalam hati saya bertanya , kenapa tidak ada yg menangani secara serius masalah demikian, apa dengan sengaja mereka menunggu korban berikutnya.
saya mohon pihak bank apapun itu , diperhatikan dengan serius masalah yg mereka anggap ringan dan sepele, hanya semata2 menambah kepercayaan masyarakat kepada mereka sebagai pihak yg di percaya menyimpan dana nasabahnya.
terima kasih