Foldi: Keluarga Baru Kami

Alhamdulillah… 5 Kota 1 Desa berjalan dengan sangat lancar. Dan semua target yang saya canangkan hampir semua sudah sukses tertunaikan. Sekarang tinggal memberikan big update ;) tapi tidak untuk saat ini.

Foldi - Folding Bike - 1
Foldi - Folding Bike - 1

Saya sempat baca2 di blognya Nicko Wijaya (Sekardus Ide) membahas tentang Sepeda Fixie.. Wah sepertinya keren ini sepeda, butuh siapkan dana investasi untuk kendaraan yang satu ini. Kemudian saya juga sempat ngobrol sana sini dengan @rasarab dan @gojeg pemilik blog ini. Beliau cerita kalau membuat Sepeda Fixie sendiri jauh lebih murah dari pada beli langsung. Ah jadi tambah bingung pikir saya saat itu.

Pengalaman di kota Medan kemaren akhirnya saya menemukan jenis sepeda lain yang bagi saya tak kalah unik, Jenisnya Folding Bike, milik kakak ke empat saya @sulistia. Atau sepeda lipat atau apalah istilahnya. Hal utama yang ditekankan dari Sepeda Lipat (Folding Bike ini) adalah portabilitas dan juga ukuran yang relatif kecil. Dengan Folding Bike ini, kita masih bisa menyalurkan hobi bersepeda kita dimanapun kita berada, Saya butuh sepedaan di Kota Pare, Kediri, Malang, Yogyakarta saya dengan medah melipat2 dan memasukkan ke Vina dan semua beres :)

Kebanyakan Folding bike yang ada adalah beli jadi. Jadi kita tinggal cari jenis dan ukuran yang sesuai dan merek yang di inginkan dan Folding Bike siap kita miliki. Harganya pun fariatip, mulai dari 700rb – 10jt anda bisa memilikinya. Kami Sendiri tertarik memiliki Folding Bike dari merk lokal buatan Surabaya. Selain harganya murah, kualitas bahan dan finishing tidak kalah dengan merk lokal dari Sidoarjo. Harganya bisa terpaut 1juta. Yaa semoga dengan adanya Sepeda Lipat ini saya bisa meneruksan misi #Bike1000km dalam tahun 2011 ini.

Seperti halnya Grand Livina yang saya beri nama Vina, kali ini Folding Bike juga saya beri nama Foldi. Welcome home my new family.

Faktor2 Penting Keamanan Folding Bike

  • Folding Bike yang penting adalah bagian2 yang biasa untuk dilipat. Pastikan ketika kita menguncinya dalam kondisi kuat sehingga ketika digunakan lebih aman dan tenang.
  • Cek selalu kondisi Ban, karena biasanya ukuran Ban Folding Bike relatip kecil, pastikan kondisi ban tepat. Karena jika kurang angin bisa merusak ban
  • Jika Folding Bike mempunyai pemindah roda gigi. Pastikan selalu dicek pelumasannya

Sebenarnya banyak sekali merk Folding Bike ini, merek lokal seperti United, Wim Cycle dan Polygon mengeluarkan versi Foldingnya, berdasarkan pantuan merk lokal saya. Wim Cycle merupakan merk dengan kualitas Polygon tapi harga lebih murah. Kalau merk luar bisa mencoba buatan Downtube. Banyak versi untuk Downtube ini, ada Downtube Nova 7SP (yang paling murah), Downtube Full suspension 9sp atau biasa disebut seri 9FS atau merk Jango seri Flik T handlebar 9 speed atau Dahon,

0 thoughts on “Foldi: Keluarga Baru Kami

  1. Pingback: Sepeda | KECaKOT
  2. Pingback: Nurudin Jauhari ?
  3. Jamanku SD aku wis nggawe sepedah BMX sing tak las gir mburine, kang.*jaman melu geng BMX. Sampek tau kesampluk sikilku he he. Saiki jenenge wis Fixie byuh bhyuh mantap.

  4. jujur saja saya pengin seli, tapi saya lebih suka fixie…
    (alasan sebenarnya adalah karena tidak punya dana cukup untuk beli sepeda bagus) :-D
    fixie saya yg terbaru: rangka sakamoto th 1995 (bekas sepeda rumah sakit), roda belakang pakai rem terpedo yg ngeremnya digenjot ke belakang, palek & ruji dari wimcycle, ban goodyear, setang union, sadel united…. gado2 banget tapi murah meriah, total nggak sampai 500rb termasuk finishing. berat total 9,7kg (kurang ideal, krn kl fixie yg bagus bisa sampai 6kg saja), hehehe…

    1. Setau saya Sepeda Fixie kebanyakan tidak menggunakan Terpedo mas.. tapi menggunan Door Trap mas… tapi semua kembali ke pengguna Fixie.. suka suka yang make.

      Alasan saya ber Folding Ria karena seringkali saya harus mudik ke Pare, Kediri. Dengan Foldi ini saya masih bisa menyalurkan hobi gowes ria mas.. :)

      1. betul sekali dan 100% betul…
        doortrap, itulah seharusnya yang dipakai fixie… demikian pula garpu depan yang lazimnya lurus, saya ganti yg lengkung agar handlingnya lebih halus (kurang responsif tapi lebih nyaman).
        alasannya cuma karena keamanan saja soale sering dipakai anak-anak saya.
        lha nek anakku wawah goro-goro gak iso ngerim, cilaka mencit aku mas! :-D
        (tetep masih pengin seli)

  5. kalau saya cenderung sepeda lipat daripada yang fixie gan, fixie cenderung trend bukan ke asas manfaaf CMIIW he he tapi kayaknya cuma mode sementara tapi sepeda lipat sangat membantu di keadaan darurat seperti naik kereta api dll

  6. Pingback: We Share Everything

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *