Belajar WordPress Themes Framework

Di dunia desain Tema WordPress, saat ini telah banyak berkembang beberapa kerangka (framework, bener tidak maknanya yaa) tema WordPress. beberapa kerangka2 dasar ini dikembangkan dengan tujuan memudahkan bagi developer tema WordPress yang lain. Kerangka Tema ini ada yang gratis dan juga ada yang berbayar.

Hybrid Official Support Forum

Hybrid Official Support Forum

Sebut saja ada Genesis dari Studio Press (Brian Gardner), ada Woo Framework dari WooThemes, ada juga Thesis Framework dan Hybrid Core dari Justin Tadlock (kerangka tema ini yang sekarang saya gunakan), ada WP Framework, ada Thematic bikinan Ian Stewart salah satu karyawan Automattic, ada Carrington bikinan Alex King, ada TwentyTen buatan Automattic dan masih banyak lagi.

Fungsi Utama sebuah Kerangka Tema adalah untuk memudahkan Designer membuat tema tanpa terlalu pusing dengan kode kode yang ada, kita bisa membikin desain baru dengan menggunakan Anak Teman /Child Theme. Kerangka2 tema yang saya sebutkan diatas tadi ada yang berlisensi GPL Gratis dan ada juga yang berbayar. Selama saya berkecimpung di dunia WordPress saya telah mencoba menggunakan TwentyTen dan juga Hybrid. Selama saya menggunakan kedua ini, saya cukup terkesima dengan Hybrid Core buatan Justin Tadlock ini. Featurenya cukup lengkap dan nyaman menggunakan. Yang membuat saya mendalami Hybrid Core ini karena Framework ini menawarkan Hook atau injeksi kode kedalam tema yang kita gunakan. Metode Injeksinya pun cukup mudah. Membuat Anak Tema atau Child Theme pun juga mudah.

Dengan satu CSS dan functions.php anda sudah bisa memiliki desain yang berbeda. Semua perubahan tampilan bisa di atur melaui hook2. Satu satunya kekurangan dari Hybrid adalah Dokumentasi, dan Justin Sendiri telah mengakuinya dan akan mencoba membuat Dokumentasi dalam bentuk Wiki atau semacamnya Januari – Februari 2011 mendatang.

Terus terang saya tidak menyebutkan Framework satu lebih baik dari yang lain, tapi saran saya pilihlah framework yang memudahkan anda, jangan memilih framework yang membuat anda tambah susah. Apakah anda juga menggunakan Kerangka Tema (Theme Framework)? Kerangka apa yang anda gunakan? dan Kenapa?

7 comments
Iqbal
Iqbal

Salam Kenal Mas Jauhari, Saya udah coba pake hybrid, tapi masih belum ngerti juga mas cara pakenya gimana? Apa itu child theme juga masih belum ngerti. Mohon pencerahannya mas, gimana cara pakenya. Atau dimana saya bisa dapetin atau liat tutorial/dokumentasinya, klo di web hybridnya langsung itu kan harus registrasi berbayar dulu buat bisa dapetin tutorial/dokumentasinya. Syukur-syukur mas jauhari sendiri punya tutorialnya, boleh lah di share mas. Terima kasih.

Andi Eko
Andi Eko

Tak nyoba yang hibrid ya .. masih awam tentang framework ini .. teruskan tutorialnya bro, aku akan terus memantaunya. Btw aku masih belum paham maksud dari child themes dan penggunanaanya disebelah mana. sudah pernah nulis tentang ini apa belum ya ?

ario saja
ario saja

kenapa ga coba nulis buku aja kang ?

Diar
Diar

saya setuju dengan komentar di atas, saya tertarik untuk bisa membuat tema wp, tapi kendalanya saya bingung harus dimulai dari mana. saya harap mas jauhari memberikan tips menggunakan framework tsb di postingan selanjutnya

jaya
jaya

salam kenal mas jauhari. saya belum genap 1 bulan belajar wordpress. saya haru banyak belajar dari blog mas jauhari. kalo ada waktu luang berkunjung ke blog saya ya mas, saran dari mas jauhari sangat saya butuhkan untuk kemajuan di hari mendatang....

Download Best Nokia Themes
Download Best Nokia Themes

nice tips mas, tapi saya belum bisa menggunakannya :) mungkin mas jauhari nanti akan memberikan tips selanjutnya cara menggunakan tema framework tsb. saya tunggu tips selanjutnya

Jauhari
Jauhari

Salam kenal juga mas.. senang bisa berkenalan dengan Mas Jaya.... terima kasih sudah berkunjung

Trackbacks

  1. RT @PanduanWP Belajar WordPress Themes Framework http://goo.gl/fb/ZLCBP #wordpresstheme #kerangka #temawordpress

  2. [...] ini menyambung tulisan sebelumnya tentang Belajar WordPress Theme Framework. Di postingan ini, Justin Tadlock mencoba menjelaskan lebih rinci tentang apa itu WordPress Theme [...]

  3. [...] jauh), Theme yang saya pakai selalu berbasis keluarga Twenty tersebut. Saya hanya selalu membuat Child Theme dari keluarga Twenty Tersebut. Alasan menggunakan keluarga Twenty hanya karena kemudahan dan juga [...]