Ngonoo.com

Socializer


Subscribe to Full RSS Feed

RSS FeedIf you thing this article useful, please consider subscribing to our RSS Feed or e-mail updates and stay updated with us. You can also follow @jauhari on twitter for latest updates.


Seorang Suami, Seorang Abi dari Yashfa Jauhar, saat ini dengan rendah hati tinggal di Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Sekali kali menulis sesuatu yang terpikirkan diblog. Kami mencoba berbagi rasa dan juga ide agar Indonesia menjadi lebih bernama. Marilah majukan Indonesia melalui diri sendiri dan tak lupa kami juga ingin menyapa kalau saya Seorang Desainer Tema WordPress GRATIS!!

24 responses to “Bank: Sebuah Pertanyaan Terbuka”

  1. Narmadi

    Biar untungnya besar mas….ke..ke..ke..

  2. ayaheauzi

    Saya juga heran dengan perilaku bank-bank di tanah air. Beberapa bank di Ozz saja saat ini sedang bersaing membebaskan beaya administrasi, eh, di negeri kita bank-bank malah berlomba mengenakan beragam beaya (administrasi, antar cabang, atm, dll…).
    Dalam kacamata orang awam kayak saya, biaya-biaya itu bentuk lain dari “penghisaban” si-kaya pada si miskin; ya kita-kita yang hanya punya rekening sak-uprit itu yang jadi korban. Itu menurut saya lho, selaku “korban”.
    Kadang saya bertanya, apa keuntung yang mereka peroleh dari penyaluran kredit itu masih kurang? Bukankah kalau kita nabung, sebenarnya kita meminjami uang cash ke pihak bank sehingga mereka leluasa mengelolanya? Uaneh, lagi-lagi konsumen berada pada posisi tawar yang lemah.

    Maaf lho pak bank, saya tidak bermaksud mencemarkan nama baik sampeyan.
    .-= ayaheauzi´s last blog ..Ramadhan bagi Minoritas Muslims =-.

  3. hedi

    Saya nggak kerja di bank, tapi saya pikir ini ada kemiripan pertimbangan dengan pembayaran cicilan kartu kredit. Kalau bayar via bank lain paling cuma kena biaya 5000, tapi di bank bersangkutan justru bisa 50 ribu.

    Alasannya memang operasional; kertas, biaya online dsb-nya. Ini diatur dalam akuntansi biaya perusahaan. Suka nggak suka, apa boleh buat :)
    .-= hedi´s last blog ..Diving* =-.

    1. ayaheauzi

      kalau biaya-biaya tambahan tersebut dikatakan biaya operasional (kertas, teknologi, klik, dll), bukankah semua perusahaan pasti ada alokasi biaya operasional? Kenapa biaya operasional juga dibebankan kepada konsumen penabung, yang pada dasarnya dia ngasih pinjaman ke bank?
      Apa kira-kira perlu gerakan “boikot setor” ke bank aja ya? :) ) Biar bank-bank itu sadar dan kembali lagi ke jalan yang “benar”. Bukankah pendapatan dari kredit bank yang dilempar ke pasar mereka sudah untung banyak?
      Jadi ingat sendiran yang mangatakan: for human, enough is never enough!!!”
      .-= ayaheauzi´s last blog ..Ramadhan bagi Minoritas Muslims =-.

  4. kucluk

    yo digawe mbayar biaya klik e mas,…

    biasae kan 1 klik $1, iki mung $0,5
    :D heheh

  5. Andi EKo

    Gimana .. sepertinya sudah melirik bisnis perbankkan. Lumayan kan jika punya 1 juta nasabah yang setor setiap bulan kena fee 5000. Untungnya bisa kelihatan :)
    .-= Andi EKo´s last blog ..Open Office Portable 3. 1 =-.

  6. evyta

    wah evy malah baru tau kalau ada biaya seperti itu jika nabung dari cabang lain di lain kota. Belum ngecek-ngecek. Ntar ta cek deh. makasih om infonya
    .-= evyta´s last blog ..Jelutong Sewage Treatment Plant in Penang =-.

  7. Rusa Baweanâ„¢

    katanya sih kalo interlokal bayar administrasi
    .-= Rusa Baweanâ„¢´s last blog ..Malingsia Suka Nyuri, Saykoji Ngomel dengan Lagu =-.

  8. MasHardi

    bukannya dah lama ya…
    .-= MasHardi´s last blog ..Microsoft Access dengan Database MYSQL =-.

  9. sulistia

    Saya juga tidak setuju dan merasa aneh dengan adanya kebijakan “aneh” ini… Mustinya sih bagi pemegang rekening mau setor dimana saja bebas setor dan tarik.

    Filosofi awalnya sih katanya biaya itu dikenakan untuk WALKING CUSTOMER (baca: yang belum jadi nasabah bank tersebut) dan kepada debitur yang menyetorkan dalam Jumlah yang Besar (misal diatas 100 juta) yang menyebabkan pergeseran kas. Tapi kok akhir-akhir ini yang yang terjadi dikenakan kepada semua (nasabah atau bukan) yang setor diluar Kota kantor Cabang asal rekening. “Konon Katanya” sih biaya penggunaan teknologi.
    .-= sulistia´s last blog ..Yaa Ramadhan =-.

  10. detx

    podo cak, makane males transaksi karo bank! mending paypal ae yo hekekeke

  11. lady

    saya jg mengalami hal serupa, sempat gregetan juga sih. semua akses saya awalnya di malang. sekarang menetap di solo otomatis selalu kena biaya tambahan itu. akhirnya mau tidak mau saya pun menutup rekening BRI dan membuka rek bank yg bisa diakses gratis di luar kota yakni (kembali) ke rek cimb niaga yg gratis aksesnya dimana aja. pernah saya berniat membuka rek di solo malah ga disetujui krn blm punya KTP Solo. jdnya tetap memakai cabang malang.

  12. geblek

    perasaan selama itu transaksi atas nama rekening kita gak kena biaya sih, kecuali bukan rekening punya kita. salah ndak sih
    .-= geblek´s last blog ..Antara Pak Polisi Dan Jibril =-.

  13. Andri

    ya mungkin untuk gaji karyawan dan pengembangan perusahaan biar bisa ada cabang..

  14. fajar

    Sepertinya itu memang buat haknya kantor cabang itu, istilahnya, duit preman (lmao)
    .-= fajar´s last blog ..The Pursuit of Happyness =-.

  15. neng ucrit

    ide bagus, minta tolong sm saudara (lol) (woot)

  16. gunawan

    ya, sempat kesel banget. mau nabung kok kena biaya?
    padahal setiap bulan udah dipotong biaya administrasi. belum lagi harus kena pajak. Mending nabung dicelengan atau bawah kasur saja :-D kembali ke ‘Zaman Batu’
    .-= gunawan´s last blog ..Zakat di Rumah Zakat Indonesia yuk! =-.

  17. satria.permana

    mas, kalo kata orang bank sih, kalo biaya itu emang sebagai biaya operasional. tapi sebenarnya ada poin lain dibalik itu knapa biayanya mahal, karena ada hal lain dimana bank inging mengedukasi nasabahnya untuk tidak lagi menggunakan proses transaksi tradisional (datang ke bank), tetapi diarahkan untuk menggunakan layanan e-banking mereka. Hal tersebut berimbas kepada biaya operasional seperti yang sudah ramai disebut-sebut diatas. Kalo diitung2 membiayai mesin 1 dengan membiayai 3-4 orang (dan masing-masing punya PC) pasti lebih murag. Hehe.. CMIIW

  18. yusuf

    menurut saya ini merupakan pembodohan bank kepada konsumen, walopun dengan berbagai alasan yang dibuat logis. tentunya bagi yang pernah sekolah ini hanya sebuah akal-akalan yang dipaksakan agar konsumen tetep menerimanya, yang jadi masalah nasabah khan tidak memiliki kemampuan untuk menolaknya just manut dan nurut serta sebel dibelakang…)

Leave a Reply