Ngonoo.com

Socializer


Subscribe to Full RSS Feed

RSS FeedIf you thing this article useful, please consider subscribing to our RSS Feed or e-mail updates and stay updated with us. You can also follow @jauhari on twitter for latest updates.


Seorang Suami, Seorang Abi dari Yashfa Jauhar, saat ini dengan rendah hati tinggal di Ponjong, Gunungkidul Yogyakarta. Sekali kali menulis sesuatu yang terpikirkan diblog. Kami mencoba berbagi rasa dan juga ide agar Indonesia menjadi lebih bernama. Marilah majukan Indonesia melalui diri sendiri dan tak lupa kami juga ingin menyapa kalau saya Seorang Desainer Tema WordPress GRATIS!!

110 responses to “Adira Finance Mengecewakan! [1]”

  1. ferdhie

    makanya saya ndak pernah sekalipun percaya pada lembaga2 finance semacam ini. ga profesional. tulis aja di surat pembaca bro – biar habis sekalian

    1. d0N Dju@N

      simpati untuk Pak Jauhari,….. yang telah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di Adira. bapak mengatakan kalau hal yang bapak tuliskan disini sudah mutlak,….. ok, itu bisa diterima dengan segala alasan kekecewaan yang bisa anda buat.

      Tapi disini yang menjadi pertanyaan adalah……..APA KERUGIAN MATERIALNYA…..????? apakah sebanding perlakukan yang tidak nyaman yang anda terima dengan kerugian yang AKAN diderita oleh Adira dengan ajakan yang anda lakukan atau provokasi yang anda lakukan kepada masyarakat luas untuk tidak menggunakan jasa Adira. bisa dibayangkan, berapa besar potensi pasar Adira yang hilang. kalau itu terlalu muluk. ok……….. begini saja……… pikirkan mata pencarian saudara-saudara kita yang bekerja di perusahaan tersebut……….. dibandingkan dengan PENGGEBRAKAN MEJA YANG ANDA ALAMI…..SEKALI LAGI……….HANYA PENGGEBRAKAN MEJA……..tidak ada yang lain…………

      anda beralasan bahwa opini adalah hak setiap orang dan orang bebas beropini,………….oke………. memang harusnya seperti itu………tetapi anda mengajak orang lain yang membaca blog ini untuk sependapat dengan anda……….. dan itu yang harus dipertanyakan……….

      anda terlalu cepat berasumsi, dan anda terlalu cepat bertindak (yang saya yakin) tindakan yang anda lakukan ini tanpa anda perhitungkan terlebih dahulu………….

      yang saya khawatirkan adalah, setiap kali anda merasa kecewa dengan suatu produk perusahaan, anda melakukan pencemaran nama baik terhadap perusahaan itu…tanpa anda pikirkan terlebih dahulu………….wah………..

      menurut anda, karena merupakan satu institusi, maka berlaku istilah “karena nila setetes, rusak susu sebelangga”… itu memang bisa diterima……. tapi anda mengartikan hal tersebut secara salah………….

      memang dalam hal ini Adira (atau oknumnya) memang melakukan kesalahan, dengan tidak secara cepat meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Dan itu suatu kesalahan yang tidak kecil. Tetapi, anda sebagai nasabah juga melakukan kesalahan,..dengan menyebarkan isu yang tidak jelas (terutama yang berkaitan dengan tuduhan anda masalah BPKB yang disekolahkan, padahal BPKB telah anda terima, oleh karena itu saya sangat setuju dengan salah satu opini dari pembaca bahwa anda telah melakukan FITNAH) yang mencemarkan nama Adira………..

      mungkin anda harus membuka kacamata kuda yang anda gunakan selama ini…………..

      kalau anda berpendapat bahwa adalah hak mutlak anda untuk mempertahankan banner ini………maka saya juga mutlak dan berhak mengatakan bahwa ANDA TERLALU BERLEBIHAN MENANGGAPI PERMASALAHAN INI DAN BANNER YANG ANDA BUAT INI ADALAH SUATU HAL YANG AMAT SANGAT MENYEDIHKAN, SEAKAN-AKAN ANDA MEMINTA SIMPATI DARI ORANG BANYAK TENTANG MASALAH SEPELE YANG ANDA ALAMI……….

      Untuk saudara-saudara yang saat ini membaca blog ini, saya akan terangkan secara singkat inti dari permasalahan:

      Pak jauhari merasa tersingggung dengan perbuatan salah satu oknum pegawai Adira yang melakukan penggebrakan meja pada saat Pak Jauhari ingin melunasi dan mengambil BPKB di Adira. Akan tetapi, saat ini BPKB tersebut sudah ada di Pak Jauhari, dan unit sudah sah menjadi milik Pak Jauhari,…. jadi saat ini yang menjadi topik dalam blog ini adalah kekecewaan pak jauhari terhadap salah satu oknum Adira yang melakukan penggebrakan meja terhadap pak jauhari. HANYA KARENA PENGGEBRAKAN MEJA……. DAN TIDAK ADA KERUGIAN MATERIL…………….

      Dan karena kekecewaan pak jauhari, ia mengajak semua pembaca blog ini untuk tidak menggunakan jasa adira,………. yang sekali lagi merupakan pendapat pribadinya semata………..

      Ini saya tuliskan agar pembaca blog ini bisa memandang lebih objektif akar permasalahan dari blog ini, dan tidak terburu-buru memberikan opini miring karena termakan oleh ajakan bapak………

      Pada akhirnya,………. blog yang anda buat ini sangat menyedihkan…..karena hanya memandang sepihak suatu permasalahan………tendensius…..egois…….dan ada unsur FITNAH dan kebohongan……… Blog ini hanya berisi sekantung raksasa OMONG KOSONG………..

      I’m Outta Here………………………..

      1. Jonggring_saloko

        Ibatratnya dalam Dalam sebuah kisah pewayangan kita sekarang ini telah memasuki mas “Goro-goro” Jadi susah untuk menemukan warna hitam atau putih yang banyak sekarang ini adalah abu2, karena itulah bagi warna abu2 itu bila dilihat dengan mata biasa akan tidak jelas apakah itu warna hitam atau putih, dan semua telah disamarkan Karena dalam adekgan goro2 di komandoi oleh “ki Lurah semar”. Maka dari itu dalam dunia yang serbasamar ini cobalah kita untuk melhit dengan mata yang jernih apakah itu hitam atau itu putih. Thx

        ” barangkali karyawan adira itu gajiannya telat jadi emosinya memuncak, sampai gebrak meja, padahal di rumah hutang2 diwarungnya belum lunas tiap hari di tagih terus , mau ngutang lagi gak berani akhirnya pelampiasannya adalah dengan menggebrak meja :) ” maka dari itu kalu itu benar yang terjadi ADIRA seperti Raja Hastina Pura Prabu Suyuda yang lalim bertindak semena2 dengan memecat rakyatnya sendiri (karyawan tersebut) ”

        tapi komentar saya ini masih abu2 looo karena saya belum punya mata yang jernih dalam melihat permasalahan ini

        _______________

  2. supriyadisw

    Sik sabar mas (^^,)

  3. Nofie Iman

    Waktu saya kuliah dulu, kami diajari cara menghitung project keuangan. Intinya, cicilan yang harus kita bayar di-”present value”-kan dengan asumsi tingkat bunga sekian lalu dibandingkan dengan benchmark kita. Kalau masuk, ya ambil; kalau nggak, ya cari pihak lain yang mau mendanai.

    Ini berguna banget untuk ngitung KPR, kredit kendaraan, sampai pinjam uang ke bank. Di Excel ada tuh fungsi PV, PMT, bisa Anda coba sendiri. Di internet juga “template”nya ada banyak dan bisa didownload cuma-cuma.

    Kalau Anda kerja di pemerintahan atau instansi yang bonafid, sebenarnya lebih enak minta ke perusahaan lewat PG (potong gaji). Selain rate-nya rendah, semuanya bisa di-nego dengan orang bagian keuangan.

    Setahu saya Adira itu perusahaan bagus, di-support penuh oleh parent companynya. Nggak tahu kalau ternyata di pelayanan nasabahnya acak adut begini. Saran saya, kalau di internet ya sebarkan via blog, forum-forum gede, dan terutama, via milis. Efeknya gede banget. Kalau offline ya Kompas.

    Saya turut prihatin mas. Mugi-mugi saged gek ndang rampung.

  4. Arief Fajar Nursyamsu

    Waduh, saya juga kredit lewat Adira..
    Wah, musti cek ke rumah nih..

  5. paijo

    Din, paling BPKB nya itu masih di bank jaminan, blom keluar.

    HATI2 !!!, jangan2 BPKB kamu dipakai salah satu orang Adira untuk disekolahkan sehingga kamu ga bisa ambil BPKB.

    Itu terjadi juga di salah satu bank, saat akan ambil surat tanah, padahal wis dilunasi 1 th, kok surat2 nya ga keluar, ternyata setelah tak tantang tibak e ada yg pakai….damput tenan orang2 spt itu…tantang aja din..minta bukti2 kalo emang ada tunggakan, jgn lupa catet nama dia, kalo perlu bawa dia keluar ajak omong yg baik ntar dia lak minta maaf heuheuhuuhe dia kan malu di depan teman2 nya pake BPKB nasabah :) )

    1. d0N Dju@N

      disekolahkan gimana maksudnya ya…………..????

      Digadaikan lagi gitu…………..?????

      Kalo emang maksudnya seperti itu…………..satu opini saya…. hati-hati mas kalo beropini………… nanti kesandung lho:d

      kalo emang mas punya pengalaman seperti itu,……… mungkin di perusahaan lain, …. di Adira belum tentu…………..

      inget lo kata Agama (semuanya)…… fitnah itu dosa, dosa karena lebih kejam dari membunuh…………

      tapi kalo mas punya bukti yang kuat……… saya acungkan jempol buat mas karena sudah berani menguak fakta………..

      kalo emang belum ada bukti,………… ya disimpan aja dulu opininya, jangan diumbar………

      setahu saya,……….. bangsa ini hancur dan terpuruk karena banyak politisi yang asbun, alias banyak bicara tidak ada bukti….:)

      tentu gak termasuk kan………..:d

  6. Kang Kombor

    Sudah sering mendengar customer dipersulit oleh pihak bank/pemberi kredit ketika akan mengambil BPKB. Alasannya macem-macem dan yang paling sering disampaikan adalah adanya tunggakan.

    Kalau sampai pihak Adira menggebrak meja, sebaiknya dibacok golok saja lehernya, Kang. Memangnya sudah kebal golok apa?

    1. ferdhie

      wah, kang – cek kereng e :p

  7. mr.bink

    Yowislah…timbang bingung-bingung mending tuku kontan wae :) >-

  8. j0j0

    Wah wah… Guendeng… sampe wani gebrak mejo…, padahal customer adalah rojo.

    Wah kok nggak sampeyan pacul sirahe kang.

    1. tantan

      Iya nich, masak ampe mukul meja depan customer, PARAH BANGET!.
      digetok pake martil we sirah-na’

  9. Oskar Syahbana

    Kalo ada bukti sih ga usah takut mas, kalo perlu beberin nama yang gebrak meja-nya, kalau perlu tuntut sekalian Adira-nya dengan pasal tindakan yang tidak menyenangkan (eh ato ada pasal lain yg lebih berat?) :-\”

  10. fahmi

    walah2 aku yo tau mbulet koyok ngono,…alasane bayare telat tanggale padahal kita sebagai warga negara indonesia dengan tulus menegakkan disiplin dan tanggung jawab apa yang menjadi kewajiban kita….
    adira telo plekenuk mak pret…………

  11. sulistia

    Kebanyakan kasus yang terjadi di lembaga finace, BPKB kembali “disekolahkan” ke BANK tanpa sepengetahuan customer. Biasanya dipake untuk mendapatkan rate yang lebih rendah dari rate yang diberikan adira ke customer.
    Makanya hati-hati dalam memilih lembaga pembiayaan.. Pilih yang bonafid. Lebih aman pilih BANK. Misal BRI… :)

    1. ifoelmagic

      mau bank bonafit, mau finance it’s a personal service
      kalau personalnya mantan petinju sama sama

  12. GuM

    waaahh.. baca titlenya saya langsung gatel pingin komen, bacanya ntar aja :d

    sekaprat, mas. adira sux!!!

    saya ambil kredit leptop (ehm….) barengan sama temen saya. cuma beda beberapa hari. kita satu kantor, ambil barangnya juga dari toko yang sama. tapi temen saya di aprup, saya ndak.

    alasannya juga gak masuk akal. “keputusan dari pusat”, katanya. padahal semua kelengkapan dokumen administrasi sudah saya penuhi. saya jadi merasa seperti di-blacklist karena seolah2 punya tack record buruk di adira. padahal, seumur2 baru sekali ini ambil kredit.

    parahnya lagi, mereka ambil keputusan seperti itu sebelum melakukan survey ke rumah, hanya tanya2 lewat telpon.

    ya akhirnya saya ambil financing yang lain.

    sekaprat mas, bikin aja banner anti adira. saya yang pertama masang di blog deh.

    adira sux!!!

  13. attaQ

    Saya paling benci pada perusahaan yang mengeruk uang customer, tapi tidak pernah berterima kasih pada pelanggannya, lebih-lenbih yang malah menyalahkan konsumen/pelanggan. Saat beli ke toko atau nabung ke bank tapi dengan pelayanan petugas yang tidak bisa senyum saja saya biasanya jengkel. Nah ini si Adira malah nyalahkan pelanggannya sambil gebrak meja lagi. Sebaiknya kasus om Udin ini dilaporkan ke YLKI aja. LSM biasanya akan berterian nyaring.
    Kalo om Udin udah tahu nama si petugas yang gebrak meja itu, laporkan aja ke atasannya. Coba temui brance manajernya sampaikan kasus yang om Udin alami dan minta dia untuk mengurus anak buahnya dengan baik. Manajer yang baik biasanya dia akan minta maaf sambil munduk-munduk.

    pengalaman saya dengan indosat yang mengecewakan pembayaran matrix saya berkali-kali: Sebelum petugas marah dan menyalahkan pelanggan saya marahi dulu mereka. Saya bilang supaya perusaan cari duit yang halal, tidak mencuri uang pelanggan, dsb…. EEE, selang beberapa jam, brach manajer indosat jogja telepon saya dan minta maaf.
    Begi tu Om. Maju terus pantang mundur. Tak ewangi ndunga wis.

    Kalo energi marah-marah saya diperlukan di Malang, ntar saya datang. Paling demen saya parah pada kapitalis-kapitalis pengeruk uang rakyat itu. hi hi hi.

    1. d0N Dju@N

      lah mas………… dimana mo ke YLKI…???? unitnya udah diterima Pak Jauhari……. BPKBnya juga….TANPA DISEKOLAHKAN…………..

      ini masalah pribadi mas………. cuma masalah gebrak-menggebrak meja……..

  14. baby_girl

    wah..wah..
    kalu udah nggebrak meja ituh dah keterlaluan apalagi anda khan, sesuai bukti sudah melakukan pembayaran tepat waktu, kalu bgt bisa juga SDM nya (stress, jutek atau apa yah ………..ngejar target kale) atau memang mekanisme penagihannya seperti itu..??
    sebenarnya saya concern juga kalau menggunakan jasa finance, tapi gmana yah udah terlanjur, keluarga saya masih pakai jasa adira finance, walaupun saya sudah sempat mengingatkan….semoga pelayanan di surabaya tidak keterlaluan seperti di malang…:(:o

  15. ferdhie

    gw search di gugel kok ndak ada yah site nya adira? jd pengen ngerti

  16. bahtiar

    soro … :(

  17. kumoro

    kirim surat pembaca ke media massa juga, jangan hanya ke media online. Misal ke Malang Post, KOMPAS Jawa Timur, Radar Malang, Jawa Pos. Biasanya manjurrrrrr

    salam
    kum
    semarang

  18. Personal Mind of ASEP

    [...] ngebaca sebuah postingan mas Jauhari, yang intinya mengisahkan tentang kekecewaan dia terhadap Adira Finance. Dan setelah gw baca, cukup [...]

  19. Adira oh Adira » Personal Mind of ASEP

    [...] ngebaca sebuah postingan mas Jauhari, yang intinya mengisahkan tentang kekecewaan dia terhadap Adira Finance. Dan setelah gw baca, cukup [...]

    1. edisoemarno

      . . . . padahal niat aku “sowan” ke Adira.com u/ kredit mobil.
      gak jadi ah . . .
      :o

  20. sulistia

    Gimana kelanjutane?

    Mau tetep diteruskan kasusnya? Lha nyatanya sih “Penggebrak Meja” nggak mau secara jantan ketemu Customer gitu… Beraninya Nitip Stapam. Opo wis puas sampe sini wae? Nek iso sih ketemu sama tuh OKNUM, biar PUAS … PUAS.. PUAS (kata si TUKUL lho)

  21. Adira Finance Mengecewakan! [2] | ID-JAUHARI

    [...] Nurudin Jauhari adalah saya, dari 0 – 17 tahun saya habiskan di Jogjakarta tepatnya di daerah Ponjong Gunungkidul, dan di Yogyakarta JL. Babaran 48a, saya adalah anak kelima dari 6 besaudara. Sejak 1998 saya merantau ke Malang dan tetap di Malang sampai Sekarang. Saya mulai nge-Blog sekitar tahun 2004 dan bisa anda liat di arsip saya, walaupun sempat ada yang hilang karena ada beberapa kesalahan waktu migrasi server, tapi tidak apa apa. Jika ingin kontak saya? silahkan sahaja, baik untuk bisnis maupun curhat ^_*Selamat datang di dunia Saya, Kamu, Kita dan Mereka. ← Adira Finance Mengecewakan! [1] [...]

  22. Junkerz side B

    wah..untung ga ngredit di Adira…
    udah lama tau sih Adira itu ga rebes..:-\”

  23. didats

    kasusnya sama kaya gue.
    hehehe….

    tapi karna gw juga yg ngurus bokap, jadinya gag pake persoalan yg belibet. bayar tuh tagihan. lagian gw masih di bali waktu itu… jadi gag bisa apa-apa.

  24. abe

    Wong kuwi (Yuda) ki po yo rak sadar lek sing makani anak bojone ki yo nasabah.

  25. dimas

    maaf kang, saya kok bingung baca kasusnya, memangnya sdr nurudin ini wadon?coba lihat dialognya adik di adira mengecewakan 2, “mas, nek karo wong wadon …. ” padahal sebelumnya yang bicara kang jauhari ini tho… mungkin saya adalah salah satu customer yang cukup puas dengan pelayanan adira finance, keluarga kami sudah ambil 2x kredit mobil dan 1x motor di adira finance, semuanya kok lancar2 aja ya, ndak ada masalah sama sekali. adira ini leasing besar, kalo masalah sekolah bpkb itu setau saya malah suka dilakukan leasing2 kecil, kalo sekelas adira ndak mungkinlah. logikanya saja sudah ndak masuk, perusahaan besar pasti modalnya besar, kalo caranya licik begitu ya customernya pada kabur noooo… tapi kenyataannya yang mbayar ngantri ngono lo kang, berarti kan uwakeh sing iseh percoyo, termasuk saya..

  26. fahmi

    o….. untung sing marani dudu BANG ami… sido kepoyoh-poyoh tenan wonge…..please deh….. semua pasti ada HIKMAHnya….

  27. dimas

    hahaha kang jauhari ini kok kayaknya rasa benci sudah sampai di ubun2, meledak2 dan serpihannya kemana2:) kang jauhari sudah coba hubungi customer care adira finance blum kang? biasanya di perusahaan2 besar customer care itu yang suka ngurusin komplainan nasabahnya dan biasanya juga langsung di handle oknum yang melakukan pelayanan buruk dalam kasusnya kang jauhari ini sing gebrak mejo. dan biasanya juga sanksi untuk oknumnya ini lumayan besar dari SP 1 sampai pecat kalo dia ndak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. saya bisa ngomong begini karna dulu di perusahaan saya yg lama (saya ndak enak nyebutnya, nanti dikira sombong):d peraturannya seperti itu. kemungkinan sama, karena sama2 tbk. coba cari alamat atau no telp atau email customer carenya adira.

    1. agung

      Ini comment dari helpdesk.it@adira.co.id di ( http://www.asep.us/2007/05/05/adira-oh-adira/ )

      …., Sangat menyedihkan untuk Adira Finance …

      ternyata domain adira.co.id masih kosong alias bisa dimiliki siapa saja. Saya cek di namadomain.com ternyata masih kosong. helpdesk.it@adira.co.id … siapa ya…

      ADIRA FINANCE apa bisa di percaya ?:-?

      ===========================
      Comment by Mang Cornel #
      06 May 2007 at 5:47 pm

      Simpati pada kang Juhari, sama dengan keprihatinan kita yang bekerja di Adira jika masih ada rekan kami yang belum sungguh-sungguh menjiwai pekerjaan sebagai bagian dari ibadah…..
      Sesungguhnya di setiap perusahaan, seperti juga Adira Finance, selalu diingatkan pentingnya kesopanan dalam melayani nasabah… Namun, bukan tidak mungkin satu atau dua karyawan, karena kondisi tertentu (misalnya sedang dalam problem rumah tangga) menjadi mudah kehilangan kesabaran dan juga kehilangan profesionalismenya…
      Untuk kesalahan itu, tentu kami berharap dimengerti dan dimaafkan.
      Jika anda mengalami masalah atau kekecewaan terhadap pelayanan kami, silahkan hubungi kami di email: helpdesk.it@adira.co.id agar kami dapat membantu anda.
      Dengan cara demikian, anda juga membantu kami menjaga dan memperbaiki pelayanan kami kepada anda .
      Kami berharap, Adira dapat terus berkembang dan menjadi berkah bagi karyawannya, pelanggannya dan seluruh bangsa. terimakasih

      1. d0N Dju@N

        mas,………alamat link-nya salah…………sampe uban numbuh 10 kali juga gak bakalan ketemu………….. menyedihkan…..asalah komentar…….:d

  28. condro adira

    :d adira emang top…………….top…….top……..

    1. edisoemarno

      . . . . PUAS ! :d/

      . . . . PUAS ! :d/

      . . . . PUAS ! :d/

      TAK SHOBEK~SHOBEK ! :-\”
      TAK SHOBEK~SHOBEK ! :-\”
      SHOBEK~SHOBEK

  29. obet

    :( tidak semua adira begitu mas…itu hanya oknum saja….
    buktinya saya dilayani dengan sebaik baiknya…., dan

    1. ifoelmagic

      tul

  30. dyah

    sebagai seorg Customer Service Adira Finance sy merasa terkejut membaca surat bpk.jauhari yg di kirim teman ke email sy. menurut sy wajarlah klu bpk merasa kecewa dgn pelayanan kami jika benar bpk di perlakukan kurang sopan oleh rekan kami, karena setau sy kami tdk pernah di training untuk berlaku kasar kpd Customer kami skalipun mereka salah,dan kadang ada jg beberapa yg berlaku kasar.kami selalu di ingatkan agar senantiasa berlaku sopan kepada Customer krn bagaimanapun Customer itu adalah bagian dari perusahaan kami. :)
    Semoga saja bpk Jauhari mau memaafkan perlakuan rekan kami dan surat bpk di suara pembaca, menjadi masukan buat kami semoga kedepannya pelayanan Adira Finance bisa lbh baik lagi….
    :x
    terima kasih………………:”>

  31. jeny

    :-?

  32. dasep

    Bakar aja tu adira.

    Emang banyak kasus tu.

  33. edo

    oke ja kooo….. no problem with them…

  34. AKUR

    ADIRA EMANG NGETOP MAS…TOP…TOP…TOP BANGET:d/:x

  35. don versache

    Pacar q kerja di adira loh, ktanya sech fine2 aja. ga ada masalah!
    Ntar aq konfirmasi dia dech, apa bener adira finance itu bermasalah bgt, ok.

  36. ndhuz

    wadaaa…. kok melas tenan nasib-e mas iki rekkk…..
    saya ini jugak kastamer serpis disebuwah bang…… lha kalo ada pelayan yang ternyata berani nggebrak mejo koyo ngono, yo mending nek lanang tak plorotno kathok-e… nak wedhok tak pedhot tali be-ha ne… ahuahuahua
    kongkon nyakot sandhal ae… utowo dikirimi sego lawuhe pepesan mayit… hauahuau

  37. Don Cortello

    :d nice comment bro ndhuz……saya sih setuju sekali…heheheh
    Saya juga beberapa waktu yg lalu coba apply untuk kredit barang elektronik, nah dia minta copy kartu kredit saya bolak balik. Padahal di balik kartu kredit kita tuh kan ada 3 angka yang harus kita rahasiakan. Katanya sih sudah prosedur………saya jadi takut jangan2….disalahgunakan 3 angka tsb. Bunganya cukup tinggi pula, wah untungnya setelah sy ga sreg saya coba pindah ke finance lain, dan sy ga jadi kredit lewat Adira, kebetulan ke finance lain yang bunganya lebih rendah. Tanpa foto copy bolak balik kartu kredit :) , jadi deh kredit saya……

    Untuk lebih amannya bro sekalian……makanya jangan pernah kredit :d bayar pake cash….hehehhe kalo ga bisa bayar pake cash mah…cari sampingan ja:P

  38. don_versache

    aq dah konpirmasi ma pacar q, emang sech ternyata adira tuh banyak banguet yang komplen, mulai dari barang yang rusak lah, susah minta garansi,en dll. aq setuju tuh mendingan beli barang pake duit cash aja biar aman. makanya RAJIN MENABUNG BIAR GA USAH NGUTANG2 LAGI, OK!!!!! http://nurudin.jauhari.net/engine/smilies/yahoo_peace.gif
    :) >-

  39. ndah

    saya juga dulu pakai jasa adira… hasilnya mengecewakan
    dan dendanya itu lho gak kira2 nyekek gulu tenan [-(

  40. andi bagus

    yang sabar aja mas..lagi di uji..kok tega tega nya mempersulit customer yah ??

  41. Abdul

    Saya juga ikut kredit di perusahaan finance, memang sering saya dengar berita miring tentang mereka…tapi selama ini di tempat saya kredit baik2 saja dan pelayanan nya pun menyenangkan. tapi memang ada perusahaan finance yang menjengkelkan, tapi tidak semua, tergantung perusahaannya juga, selama saya kredit elektronik dan motor di FIF semuanya baik aja kok, tapi ga tau ya kalo di ADIRA…. sing sabar mas/:)

  42. d0N Dju@N

    memang setiap perusahaan pasti ada kekurangannya,d an pasti setiap perusahaan ada cacatnya. Dan setiap perusahaan, apalagi perusahaan besar, banyak yang iri (kalo tahu maksud saya).

    karena itu menurut saya lebih baik daripada buang-buang energi menulis blog di internet, lebih baik bila merasa kecewa, perkarakan saja ke pengadilan, atau lapor polisi.

    menurut saya lebih fair seperti itu. baik atau buruknya sebuah produk dari perusahaan memang tergantung dari manajemen perusahaan tersebut dan konsumennya.

    memang kadang manajemen perusahaan melakukan kesalahan, tapi jangan pernah lupa, konsumen juga kadang melakukan kesalahan. kesalahan tersebut lebih banyak disebabkan karena kelalaian konsumen sendiri.

    setahu saya, memang di setiap perusahaan pembiayaan selalu disarankan untuk melakukan pembayaran langsung ke kasir resmi, supaya tidak terjadi hal-hal seperti itu. saran itu, tidak hanya disampaikan secara lisan, tapi tertulis dengan jelas.

    mungkin memang Adira Finance yang salah, karena manajemen kontrol yang kurang baik, tapi mungkin juga karena nasabahnya lalai karena tidak teliti dalam membaca setiap syarat perjanjian kredit tersebut, kita semua tahu, penyakit lama yang ada di Indonesia ini adalah malas membaca.

    jadi mungkin jangan memandang segala sesuatu dengan kacamata kuda, harus lebih objektif lah………….

    itu aja sih………..

  43. d0N Dju@N

    yah.begitulah…………

  44. Azuramay

    Dari awal komentar yang saya baca ( sampe’ bener bener ngerti dan bener – bener paham), ternyata dari awal sampai akhir saya baca, perasaan yang saya dapat adalah emosi yang ndak selesai -selesai. Setelah membacapun Saya harus menghela nafas sekuat – kuatnya, karena emosi yang tertuang di tulisan komentator – komentator adira bener – bener “Dalam” ( Apalagi emosi di dalam hati komentator [-( ).

    Apa yang dialami si Fulan yang “KECEWA” dgn ADIRA FINANCE bisa disebabkan oleh banyak hal. Kita tidak bisa bicara dari 1 sisi. Testimonial “KEKECEWAAN” bukan berarti bisa dipukul rata.
    Tapi itu semua juga tergantung si Fulan. Klo si Fulan dengan meluapkan emosi kekesalan, kebencian dan kelaknatan pada suatu lising tsb bisa meredakan Emosi Fulan dan si Fulan jg bisa tertawa terbahak-bahak jika nantinya lising tersebut menjadi apa yang diharapkan si Fulan ya monggo…

    Ingat satu hal…
    Segala sesuatu pasti ada hikmahnya:)
    Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung karena saya tau tidak semua orang bisa menjadi sabar dan saya paham betul dengan bagaimana seseorang yang diselimuti amarah shg didepan matanya hanya nampak suatu “kejelekan”. Begitupun juga Saya dan yang laennya. Capek lo bro klo mikirin hal – hal itu….
    Yo wis lah…. Hatur Nuhun…!

  45. Abu Yahya adz-Dzahabi

    Anda sendiri mengapa menyetujui RIBA …wahai Nurudin Jauhari ??
    JANGAN hanya ingin mendapat persetujuan dari MANUSIA..tapi HUKUM yang telah diHARAMkan anda langgar…ANEH Bin NGAJAIB engkau ini…belajarlah KARENA TIDAK ADA MANUSIA YANG TERLAHIR DALAM KEADAAN PINTAR

  46. kocu

    Adira ya, sampai bulan April 2007 gw masih berstatus karyawan di sana, tapi… kebetulan bukan adira finance, tapi adek bungsunya Adira Rental (yg sebenernya sudah beda manajemen).

    Tapi soal Adira Finance gw jg punya pengalaman menyebalkan. Gw yang sebagai sesama pegawai adira (walau beda manajemen tapi masih ada hub sedikit sih, minimal kan senama :p ) pernah mau mengajukan kredit laptop buat kaka gw, yang setelah memberi data lengkap, menunggu, kemudian diterlantarkan saja tanpa informasi apapun bahkan tanpa pemberitahuan seandainya permintaan kredit tidak disetujui. Sangat menyebalkan! Akhirnya kaka gw beli pake kartu kredit bokap di gramed.

    Kalau soal marah2 sampe gebrak meja, sepertinya sih itu sudah sangat super kelewatan banget. Tapi logikanya sih, mana mungkin ada perusahaan baik besar atau kecil yang melatih karyawannya memperlakukan pelanggan seperti itu. Gw yakin itu murni kekhilafan dari sang karyawan. Mengenai BPKB yg disekolahkan, menurut gw itu kemungkinan besar ulah karyawan nakal yang memanfaatkan kelemahan sistem di perusahaan.

    Dan juga, gw rasa Adira Finance yang dapat dikatakan perusahaan besar mungkin tidak mudah menindak karyawannya kecuali ada pengaduan secara resmi. Karena tim HRD mereka juga kan harus punya data sebagai dasar tindakan. Kalau tidak nanti bisa saja orang melapor atau menyebarkan berita secara sembarangan, siapa yg bisa menjamin kebenarannya? Dan lagi bisa2 malah dituntut balik sama karyawan yang ditindak kalau tidak ada dasar hukum yang cukup. Gawat kan?

  47. Eep

    wah kalo saya sih gebrak meja lagi… kalau perlu diajak keluar tuh orangnya diajak berantem…

  48. dee-dee

    iya..iya… ak setuju.. ak jg pernah punya pengalaman ky gitu di adira. dibilang nunggak 4 bulan, padahal ak bayarnya rutin dan LANGSUNG ke cabang adira Gresik (gtw yang ga beres cabang gresik atw surabaya/ko KATANYA report-nya ga ada). untung semua bukti pembayaran ak simpan, jadi waktu otot2an, ak bisa nunjukin bukti otentik (stempel asli adira gresik lagi), jadi kasus bisa ak menangkan, dan BPKB-pun sudah di tangan… sekarang kapok pake jasa adira, mending cari leasing lain yang bagus lah (kata orang kantor, pake dipo aja.. rada mahal tapi bonafid).

    adira suck!!

  49. irwan

    Halo mas jauhari,

    Saya karyawan adira cabang Palembang.
    Maaf dengan pelayanan yang mas peroleh. Bukan dengan maksud membela adira atau tidak mendukung mas tapi, selama ini saya berada di Adira tidak pernah ada perlakuan yang tidak menyenangkan seperti yang mas terima. Jika mas mengalami masalah seperti itu sebaiknya mas segera banding, kalau perlu jalur hukum.

    Kebenaran selalu ditegakkan di Adira. Perlakuan gebrak meja itu hanya dilakukan oleh oknum yang tidak punya attitude baik. Kalau mas tau namanya bisa langsung menghadap HRD atau kepala cabang nya sekalian. Minta sampai si oknum di SP (Surat Peringatan) atau kalau perlu sampai diberhentikan. Saya sebagai karyawan Adira jadi malu mas. Jadi saya sebagai bagian keluarga besar adira finance mohon maaf atas ketidak nyamanan ini.

    Sekali lagi jika mas punya bukti yang kuat semuanya gampang koq.
    Oya saya mau komen tentang BPKB yang disekolahkan, jika memang terjadi maka kepala cabang, ADH, Collateral dan bagian terkait lainnya bisa dipenjarakan. Karena perlakuan terhadap BPKB di Adira sangat hati-hati. Jika hilang maka tidak ada hukumannya selain potong kepala.

    Kita di Adira ada panduan Attitude yang di sebut Adira Top (Advance, Disiplin, integritas, Reliable, accountable – Team Work, Obsessed, profesional). Nah jika ada hal-hal seperti ini maka mereka telah keluar dari panduan sebagai karyawan Adira.

    Ok mas Jauhari, semoga ini dapat menenangkan dan diambil salah satu saran dari saya diatas..

    Thanks,
    Warm Regards,

    Irwan

  50. tino

    :-? adira emang nggak jelass……